
"Sayang perut ku lapar, kita makan saja dulu sebelum pulang ke mansion", ucap Lethicia sambil mengusap lembut perutnya yang semakin membuncit. Sekarang kandungannya sudah memasuki bulan ke tujuh. Lethicia sudah sangat sering merasakan keram di bawah perutnya dan kedua betisnya saat malam hari.
"Iya sekarang kita mencari tempat makan", jawab Alvaro sambil mengusap lembut wajah istrinya.
drt drtt drtt
Terlihat nama Fernandez di layar handphone milik Alvaro yang tertempel di dashboard. "Iya ada apa dude kau menelpon ku?", tanya Alvaro menjawab temannya itu menggunakan headset bluetooth.
"Okay, aku dan istriku ke sana sekarang", jawab Alvaro sambil menutup pembicaraan.
"Ada apa sayang?".
"Fernandez mengajak kita makan siang bersamanya. Ia bersama pacarnya sudah menunggu di restoran Kaiku", jawab Alvaro.
"Kebetulan sekali bukan, kita berada di jalan ini yang akan melewati restoran itu", ucap Alvaro.
Sepuluh menit berikutnya, mobil yang di kendarai Alvaro memasuki area restoran Mewah Kaiku yang sangat terkenal di kalangan wisatawan yang berkunjung ke kota Barcelona. Karena restoran tersebut menyediakan hidangan khas kota Barcelona dan Spanyol.
Alvaro menggenggam erat jemari tangan istrinya hendak masuk kedalam restoran. Ketika seseorang memanggil namanya.
Alvaro dan Lethicia menolehkan kepalanya menatap Liam dan Raffaella berjalan ke arah mereka. Tidak bisa di pungkiri Lethicia dan Alvaro kaget melihat Liam dan Raffaella tampak begitu akrab.
"Kalian ke sini juga? Aku dan Raffaella kelaparan sehabis berkeliling kota ini", ucap Liam dengan kacamata hitam masih bertengger diwajahnya. Raffaella berdiri di sampingnya tersenyum.
"Oh ya? Kalian terlihat akrab, kalian sudah menjadi sepasang kekasih sekarang?", ucap Alvaro m menggoda keduanya.
"Iya...
"Tidak...
Jawab Liam dan Raffaella bersamaan.
__ADS_1
Jawaban keduanya membuat Alvaro dan Lethicia tersenyum. Bahkan Alvaro terdengar tertawa.
"Kau doakan saja", jawab Liam tersenyum.
"Ayo kita masuk, Fernandez dan pacarnya sudah menunggu di dalam ujar Alvaro.
"Fernandez? Bastard satu itu ada juga di sini?", jawab Liam.
"Iya. Aku dan istriku sehabis berbelanja kebutuhan calon anak kami ketika ia menelpon ku. Apa kau tidak di hubungi nya?".
Liam mengambil handphone miliknya dari saku dan mengernyitkan alisnya. "Hm, pantas saja tidak ada telpon yang masuk, ternyata aku lupa menghidupkan nya", ucap Liam dengan wajah konyolnya. Ia pun segera menghidupkan kembali handphone miliknya. Beberapa saat kemudian terdengar banyak sekali suara nada masuk di handphone miliknya. Liam memperlihatkan banyak panggilan Fernandez pada Alvaro. "Ternyata ia juga menghubungi ku".
"Hm.. saat bersama Raffaella kau lupa segalanya", Seloroh Alvaro meledek Liam yang terlihat tertawa penuh makna sambil mengusap tengkuknya.
Sementara Lethicia dan Raffaella berjalan di belakang Alvaro dan Liam. Mereka masuk kedalam restoran.
Alvaro menyebutkan meja yang sudah di pesan sahabatnya Fernandez kepada pelayan yang menyambut mereka di depan pintu. Dengan ramah pelayan tersebut mengantarkan menuju meja Fernandez. Fernandez memilih area outdoor.
Restoran yang dipilih Fernandez terletak di area tersibuk di kota Barcelona. Fernandez memilih tempat duduk outdoor yang menawarkan pemandangan Mediterania.
"Ehem", Liam berdehem.
Fernandez menolehkan wajahnya melihat teman-temannya sudah datang. "Kalian sudah tiba?", ucap Fernandez melepaskan pelukannya pada kekasihnya Carla.
"Apa kami mengganggu kau dan kekasih mu, dude. Kami bisa makan di bagian lain jika kau ingin bermesraan berdua saja dengan Carla", Ucap Liam menggoda temannya itu.
"Brengsek kau. Sulit sekali menghubungi mu. Sudah puluhan kali menelpon mu tapi tak tersambung juga", ketus Fernandez.
"Liam sedang menikmati kebersamaannya dengan Raffaella", seru Alvaro sambil membukakan kursi untuk istinya. Ia tahu Lethicia tidak tahan berdiri lama-lama sekarang. "Duduk lah sayang kau pasti lelah", ucap Alvaro pada istrinya. Lethicia menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi yang sudah di buka suaminya.
"Kalian sudah menjadi sepasang kekasih Liam?", tanya Fernandez serius.
__ADS_1
"Aku inginnya seperti itu", jawab Liam tanpa tedeng aling-aling.
Perkataan Liam membuat Raffaella melebarkan kedua matanya sambil mencubit pinggang bagian belakang Liam. Raffaella tahu pasti Liam hanya guyon saja. Meskipun sudah tiga kali kata-kata seperti itu terucap dari bibir Liam, membuat Raffaella terkejut karena menjurus ke sebuah hubungan. Yang Raffaella yakini hanyalah sebagai gurauan saja, bukan serius.
"HM... Raffaella, ucapan Liam itu serius kau harus segera memberikan jawaban mu padanya", seloroh Alvaro sambil tertawa menggoda Raffaella yang merona.
"Hentikan tawamu itu Varo. Aku menemani Liam jalan-jalan saja. Kami berteman", jawab Raffaella diplomatis.
"Oh...hanya teman!!", Jawab semuanya berbarengan menggoda Raffaella yang entah sudah seperti apa wajahnya saat ini. Yang pasti ia seperti menjadi bulan-bulanan teman-teman Liam saat ini. Sementara Lethicia dan Carla hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat para laki-laki menggoda Raffaella yang jadi salah tingkah.
...***...
JANGAN LUPA VOTE YA π
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1