MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
TRAGEDI


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Apa kalian hanya berada di rumah saja hari ini?", tanya Alvaro pada Assensio dan Tatiana saat mereka berempat menikmati makan pagi bersama di dekat kolam renang. Sebenarnya sinar matahari sudah sangat terik. Jam di dinding pun sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat.


Kedua pasangan itu keenakan di dalam kamar, berakhir dengan kelaparan seperti sekarang. Makan dengan lahap hidangan yang di sediakan Sofia.


"Siang ini aku akan mengajak istri ku jalan-jalan berkeliling kota Barcelona. Tapi siapa yang akan jadi guide nya. Aku tidak ingat jalanan kota ini", ujar Nikolas sambil menyesap susu hangat miliknya.


"Bukan masalah, paman Pedro akan mengantar mu berkeliling kota ini. Kalian bisa menikmati tempat-tempat romantis", jawab Alvaro sambil menyendokan makanan kemulutnya.


"Tapi sayang apa tidak berbahaya kalau kau keluar rumah?", tanya Tatiana menatap Nikolas.


"Kita akan membawa banyak pengawal, tenanglah. Bukankah kita belum menikmati bulan madu pernikahan kita Tatiana. Bagaimana jika perjalanan ini kita anggap sebagai honey moon yang tertunda? Apa kau setuju dengan ide ku?", tanya Nikolas menatap penuh cinta pada Tatiana yang tersenyum mendengarnya.


Perlahan Tatiana menganggukkan kepalanya. "Iya sayang aku menyukai ide mu itu".


Lethicia dan Alvaro bertukar pandang dan tersenyum melihat kebahagiaan Assensio dan Tatiana terpancar nyata dihadapan mereka.


Dari kejauhan terlihat seorang pelayan mendekati Alvaro. "Permisi tuan, di depan ada teman tuan ingin bertemu".


"Siapa, jam begini sudah berkunjung dengan ku?", tanya Alvaro tanpa menghentikan makannya.


"Moreno Anteras..


Suara bariton dengan lantang menjawab pertanyaan Alvaro.


"Audriiii..", ucap Lethicia berdiri meninggalkan makanannya dan memeluk Audri yang berdiri disamping Moreno.


Sementara Alvaro menyandarkan punggungnya menatap Moreno yang datang bersama kekasihnya.

__ADS_1


Moreno menatap lekat Assensio. Ia tersenyum melihat Assensio dan Alvaro terlihat akrab. "Hai Assensio, bagaimana kabar mu? Apa kau mengingatku?".


Nikolas tampak berpikir, namun ia tetap tersenyum hangat. "Aku pasti secepatnya akan mengingat mu", jawab Nikolas.


"Dia Moreno Anteras teman ku. Ia yang sudah membantu ku bertemu dengan ayah mu Tatiana beberapa waktu yang lalu. Kau juga selalu minta bantuan Moreno saat ingin menemui ku di Paris, Assensio", ujar Alvaro menjelaskan dengan rinci hubungan mereka dengan Moreno.


"Berarti kau sangat baik pada ku, selalu membantu ku. Suatu hari nanti pasti aku aku akan membalas kebaikan mu pada ku", ucap Assensio tersenyum.


"No problem, kau adik teman baik ku. Artinya kau adikku juga Assensio. Kita sudah seperti keluarga", jawab Moreno.


Sementara itu Lethicia mengenalkan Tatiana pada Audri. Awalnya Audri sangat terkejut melihat secara langsung Assensio, benar-benar suami Lethicia yang ia kenal. Tapi setelah melihat semuanya baik-baik saja Audri pun menjadi akrab dengan Tatiana yang sangat humble dan cepat akrab padanya.


"Audri... Oh my God Audri, apa kau bertunangan dengan Moreno sayang?", tanya Lethicia merasa suprise melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis Audri.


Audri tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan yakin. "Moreno sudah melamar ku Lethicia. Saat di Paris. Tepatnya di puncak menara Eiffel".


"Oh, kalian so sweet sekali", jawab Lethicia dan Tatiana menutup mulutnya dengan tangan saking bahagia mendengar cerita Audri.


*


Waktu terus bergulir...


Nikolas dan Tatiana pamit pada Alvaro dan Lethicia juga pada Moreno dan Audri yang masih berbincang-bincang di taman dekat kolam renang. Nikolas akan mengajak istrinya jalan-jalan di temani Pedro yang akan menjadi guide mereka selama berkeliling kota klasik Barcelona.


"Kalian bertiga hati-hati", ucap Alvaro mengingatkan Assensio, Tatiana dan paman Pedro.


"Siap tuan muda. Tuan Assensio dan nona Tatiana aman bersama saya", jawab Pedro dengan hormat.


Nikolas dan Tatiana duduk di kursi belakang sambil bergenggaman tangan erat. Nikolas membawa tautan tangan nya dan Tatiana keatas pahanya. Keduanya nampak sangat bahagia.

__ADS_1


Sementara Pedro mengendarai mobil mewah itu dengan kecepatan sedang. Tepat di belakang mobil mereka satu mobil minibus yang berisi pengawal Nikolas dan Tatiana siap siaga menjaga bos mereka.


Saat mobil Nikolas keluar kompleks mansion dan tepat berada di pengkolan simpang empat terlihat tumpukan kendaraan.


Namun tiba-tiba dari arah kiri terlihat minibus dengan kecepatan tinggi nyelonong keluar jalur mendekati mobil Nikolas yang di kendarai Pedro.


Pedro yang menyadari bahaya mengancam Assensio.


"Tuan mudaaa... Lindungi diri tuan!", Teriak Pedro yang langsung berinisiatif berusaha dengan sigap memindahkan tuas R tanda mundur pada mobil matic yang di kendarai nya.


"Oh my God pamannn...Aakkkh


"Nikoo...


Brakkkkk..


...***...


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2