
Waktu terus bergulir, hari berganti hari..
Pagi hari di lobby perusahaan Montana terlihat ramai tidak seperti biasanya.
Hector terlihat sibuk mempersiapkan semuanya. Terlihat para petinggi perusahaan berdiri di pintu masuk sementara sebagian karyawan berdiri dengan rapi diluar halaman.
Terlihat iringan mobil sedan berwarna hitam masuk area perusahaan tersebut. Saat mobil berhenti keamanan dengan sigap membuka pintu mobil mobil.
Alvaro terlihat turun mobil bersama Lethicia, berikutnya terlihat Assensio dan tatiana.
Hari ini adalah penyambutan secara resmi kembalinya Assensio ke perusahaan Montana setelah di nyatakan meninggal dunia. Dan surat kematiannya pun sudah dibatalkan oleh pihak terkait.
Assensio terlihat melambaikan tangannya pada semua karyawan perusahaan yang terlihat bahagia melihat atasan mereka ternyata masih hidup.
Assensio memberikan sepatah dua patah kata yang mengatakan ia sangat bersyukur bisa kembali bekerja di perusahaan ini dan bertemu kembali dengan semua keluarga besar perusahaan Montana. Assensio juga tak lupa mengenalkan istrinya Tatiana kepada semuanya, yang di sambut tepuk tangan karyawan perusahaan.
Sebagai acara kekeluargaan saat ini dan bentuk rasa syukur atas semua keberhasilan perusahaan yang terus meningkat, Alvaro mengadakan makan siang bersama dengan karyawan perusahaan tak terkecuali petugas bersih-bersih sekali pun menikmati suasana hangat itu, yang di adakan di ruangan pertemuan.
Selanjutnya Alvaro dan Assensio mengadakan meeting dengan seluruh direksi perusahaan. Alvaro menyampaikan bahwa Assensio akan memegang kendali kantor cabang perusahaan Montana yang ada di Madrid. Setelah berdiri beberapa bulan yang lalu kantor cabang yang dipimpin Assensio maju pesat. Sebagai bentuk keberhasilan adiknya sebagai seorang pemimpin, ucap Alvaro dengan bangga. Yang disambut tepuk tangan semua yang ada di ruang meeting.
Setelah rapat, Alvaro dan assensio keruangan Alvaro menemui istri mereka yang menunggu di sana. Terlihat Lethicia dan Tatiana sedang berbincang akrab tertawa bersama, keduanya terdiam saat melihat kehadiran suami mereka.
"Apa yang kalian bicarakan", tanya Assensio menghampiri istrinya.
"Urusan perempuan", jawab Tatiana tersenyum. Di jawab tatapan selidik Varo dan Assensio pada Tatiana dan Lethicia bergantian.
Sesaat kemudian Alvaro dan Lethicia pamit karena Lethicia sudah buat janji dengan dokter kandungannya hari ini. Dan setelah dari dokter Lethicia akan meeting di galerinya. Karena mulai besok Lethicia akan cuti hamil. Galeri sepenuhnya akan di serahkan pada Audri selama Lethicia cuti. Sementara Raffaella tidak lagi di tempatkan Alvaro di galeri Lethicia karena gadis itu sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Liam yang hanya hitungan hari saja.
"Kami doakan semoga keponakan ku dan Tatiana sehat hingga kelahiran mereka nanti", ucap Assensio sambil memeluk tubuh istrinya.
"Jangan lupa kalian juga harus bekerja keras supaya cepat memiliki momongan", balas Alvaro menantang adiknya.
"Tenang saja kak, aku dan Tatiana selalu bekerja keras membuat anak. Sekarang juga kami akan bekerja keras lagi membuatnya", Seloroh Assensio mengecup lembut wajah Tatiana yang seketika berubah menjadi merah merona karena malu akan guyonan suaminya.
__ADS_1
"Sayang...", seru Tatiana melebarkan kedua matanya sambil mencubit pinggang Assensio.
"Kau lakukan di ruangan mu saja jangan di ruangan ku", balas Alvaro dan Lethicia tertawa sebelum keluar ruangan kerjanya.
Setelah Alvaro dan Lethicia keluar dari ruang itu, Assensio menarik tubuh Tatiana dan membingkai wajahnya. Assensio me*umat bibir Istrinya yang terbuka, karena kaget dengan ciuman suaminya.
"Sayang kau dengar tadi kakak mu bilang apa kan? kita tidak boleh melakukannya di ruangannya ini", ucap Tatiana absurd. Tanpa sadar ungkapan itu adalah sebuah ajakan untuk melakukan lebih jauh lagi.
Assensio tersenyum mendengarnya. "Alright kita lakukan di ruangan ku", jawab Assensio spontan sambil menarik lengan istrinya keluar dari ruangan Alvaro. Tatiana membelalakkan matanya baru menyadari ucapannya beberapa saat yang lalu. Tatiana mengusap tengkuknya, sambil mengikuti langkah suaminya menuju lift khusus.
*
Raffaella baru saja selesai memasak makan siangnya, untuk dirinya dan dua keponakannya Zanetta Zanetti. Dari kemarin Arianna dan suaminya meminta Raffaella menemani anak kembar mereka karena keduannya menghadiri acara kantor suaminya di luar kota.
Sementara Liam sudah kembali ke Paris beberapa hari yang lalu. Menurut Liam ia akan kembali ke Barcelona mendekati hari H pernikahan mereka.
Mengingat pernikahan antara ia dan Liam tergesa-gesa, tidak ada waktu lagi untuk membuat gaun pengantin. Raffaella membeli gaun pengantin yang sudah siap pakai di salah satu rumah mode ternama di Barcelona. Dan menambahkan aksesoris berupa kristal Swarovski untuk menambah ornamen cantik di gaunnya nanti.
Drt drtt drtt..
Raffaella menggeser tombol hijau di handphone miliknya.
Wajah tampan Liam memenuhi layar handphone.
"Liam, apa kau tidak bekerja? kau dimana sekarang kenapa tidak di ruangan mu?", tanya Raffaella begitu melihat keberadaan Liam sedang di luar kantornya. Berada di dalam mobil.
"Tidak. Aku ada di dekat mu", jawab Liam tersenyum menggoda Raffaella.
"Tidak lucu Liam", ketus Raffaella mencebikkan bibirnya.
Namun Raffaella terkejut saat melihat sekitar Liam saat laki-laki itu turun dari mobil. "Liam, kau..
Cepat-cepat Raffaella berlari membuka pintu dan benar saja Liam berdiri di depan pintu rumah kakaknya.
__ADS_1
"Kau tidak rindu pada kekasih mu?", goda Liam tetap berbicara melalui handphone saat berdiri dihadapan Raffaella.
"Kau mengejutkan aku", balas Raffaella tersenyum dan menghambur kepelukan Liam.
"Tentu saja aku merindukanmu", bisik Raffaella.
Liam tersenyum mendengarnya. Kedua tangannya membingkai wajah cantik Raffaella. Liam me*umat bibir ranum Raffaella. Keduanya berciuman mesra di belakang pintu. Seakan sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Raffaella membalas ciuman Liam tak kala panasnya.
"Bibi Raffaella kami lapar.."
Suara yang sangat di kenali Raffaella. Suara keponakannya Zanetta.
Raffaella mengurai ciumannya pada Liam. Keduanya bertatapan mesra sambil menahan tawa.
"Iya sayang. Sekarang bibi akan menyiapkan makanan kalian. Lihatlah siapa yang datang berkunjung dengan kita", ucap Raffaella membalikkan tubuhnya menghadap pada keponakan kembarnya.
"Paman Liam", teriak Zanetta-Zanetti berlarian meluk paha Liam.
"Oh, apa kabar dua princess cantik ini. Paman sangat merindukan kalian", ucap Liam mengangkat tubuh keduanya berbarengan.
Zanetta Zanetti memeluk leher Liam dan mencium wajah tampan laki-laki itu. Raffaella tersenyum melihat pemandangan menakjubkan itu.
"Zanetta, apa kalian mau berkemah di halaman belakang sekarang?", tanya Raffaella.
"Tentu saja mau bibi", jawab Zanetta-Zanetti berbarengan.
"Maukah paman ikut berkemah bersama kami?".
"Oh ya? Sepertinya akan menyenangkan. Oke paman mau", jawab Liam tersenyum.
"Paman harus membantu kami memasang tenda", ucap Zanetti.
"Oke, ayo kita lakukan", jawab Liam sambil menolehkan wajahnya pada Raffaella yang tersenyum melihat kekasihnya itu menuruti permintaan keponakannya.
__ADS_1
"Kita lanjutkan nanti", bisik Liam pada Raffaella.
...***...