
VOTE YA 🙏
Audri pun dengan cepat membuka pintu mobil sebelahnya. Ia berlari menyusul Lethicia yang sudah berada di seberang jalan.
Lethicia celingak-celinguk mencari sosok pria yang di lihatnya beberapa saat yang lalu. Wajah itu sangat di kenali Lethicia.
Kedua netra Lethicia kembali menangkap sosok yang ingin di temuinya saat ini. Cepat-cepat Lethicia mengejar laki-laki itu yang berjalan bergenggaman tangan dengan seorang gadis muda.
"ASENSSIO...!", Teriak Lethicia memanggil.
Laki-laki itu tak bergeming sama sekali. Bahkan tidak merespon panggilan Lethicia.
Lethicia berlarian mendekati laki-laki yang di anggapnya Assensio. Lethicia memukul menarik dengan lembut lengan Assensio agar menatapnya.
Seketika laki-laki itu menolehkan kepalanya setelah merasakan ada yang menarik lengannya.
Seketika jantung Lethicia berdegup kencang. Kedua netranya menatap laki-laki dihadapannya.
"A-Assensio?", ucap Lethicia bergetar.
__ADS_1
"Siapa Assensio nona, apa kau mengenal kekasih ku?", ketus wanita cantik yang bersama laki-laki itu.
"Nona Lethicia...Kenapa anda keluar mobil", ujar Audri menatap Lethicia kemudian menatap laki-laki di hadapan mereka. "Degg.. jantung Audri berpacu cepat. T-tuan Assensio?".
"Kalian berdua ini siapa sebenarnya, kenapa memanggil kekasih ku Assensio. Kekasih ku bernama Nikolas bukan Assensio!", ketus wanita itu sambil menarik tangan laki-laki yang di sebutnya Nikolas.
Sekilas laki laki itu menatap Lethicia yang terdiam mematung dengan wajah pucat pasi sebelum membalikkan tubuhnya. Dan menjauh dari tempat Lethicia dan Audri berdiri tak bergeming menatap punggungnya.
"Aku tahu kamu Assensio", lirih Lethicia sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba merasakan kepalanya pusing teramat sangat. Sementara pandangan matanya tiba-tiba mengelap. Tubuh Lethicia tiba tiba limbung akan ambruk, untung saja Audri sigap menopang tubuh itu.
"Oh my god nona Lethicia jangan pingsan nona. Apa yang harus aku lakukan sekarang", ujar Audri panik.
Audri menganggukkan. "Semoga nona Lethicia tidak apa-apa. Tuan Alvaro bisa memarahi ku jika terjadi apa-apa dengan nona Lethicia", gumam Audri.
Saat tiba di rumah sakit Audri segera memanggil petugas yang siap siaga membawa ranjang dorong pasien unit gawat darurat. Dengan sigap petugas memindahkan tubuh Lethicia.
Setelah memindahkan tubuh Lethicia atas tempat tidur petugas mendorong ranjang yang di atasnya tergolek lemah tak sadarkan diri tubuh Lethicia.
Audri meminta private room. Setelah audri mengurus administrasi, Lethicia di tempatkan ke ruang khusus oleh petugas.
__ADS_1
Dan dokter segera memeriksa kondisi pasien.
Sementara Lethicia di periksa dokter, Audri menghubungi Alvaro dengan segera. Tentu saja Alvaro terkejut mendengar pemberitahuan Audri tentang kondisi istrinya yang tak sadarkan diri. Alvaro mengingatkan Audri agar meminta pengobatan yang terbaik untuk istrinya. Tentu saja Alvaro terdengar sangat panik.
Tak butuh waktu yang lama Alvaro yang di temani Moreno sampai di rumah sakit tempat Lethicia di rawat. Kebetulan sekali rumah sakit yang tidak jauh dari hotel Moreno.
"Ada apa dengan istriku?", tanya Alvaro dengan suara terdengar sangat tegas.
Audri pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi atau pun di lebihkan dan di kurangi. Semuanya sesuai kejadian yang dilihatnya.
Alvaro mengusap wajahnya nya dengan kasar. "Ternyata Lethicia melihat juga orang itu".
"Tenangkan dirimu", ucap Moreno sambil menepuk pundak sahabat baiknya itu.
Selang beberapa saat kemudian..
Dokter yang sedang memeriksa kondisi Lethicia keluar ruangan. Alvaro menghampiri nya. "Bagaimana keadaan istri ku?".
Dokter perempuan itu menatap Alvaro. "Tuan suaminya? Mari ikut saya ada hal yang ingin saya sampaikan tentang kondisi pasien..
__ADS_1
...***...