MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Mencium Kening Sam


__ADS_3

Suaminya mengangguk mengiyakan. “Begitulah Mama. Sangat perhatian terhadap keluarganya. Memang dia cerewet dan terkesan suka mencampuri urusan orang lain. Tapi sebenarnya hal itu untuk menunjukkan kepeduliannya yang tulus. Tolong kamu agak sabar menghadapinya ya, Leen. Setidaknya Mama kan sudah membiarkan kita tinggal di rumah yang sesuai dengan keinginanmu. Itu sudah merupakan suatu pengorbanan yang besar darinya.”


Aileen mengangguk setuju. Dia sendiri bukanlah orang yang terlalu perhitungan. Kalau memang pihak sana sudah mundur selangkah, dirinya pun tak keberatan untuk mengalah. Seperti halnya dengan gaun pengantin resepsi yang merupakan pilihan ibu mertuanya. Dia menurut saja memakainya demi menghindari perselisihan yang tak perlu. Demikian pula halnya dengan serba-serbi pernikahan seperti souvenir, konsep acara, menu hidangan resepsi, kue pengantin, bahkan dekorasi kamar pengantin pun dipercayakannya sepenuhnya pada ibu mertuanya tersebut.


“Gimana ya reaksi Mama Tina seandainya dia tahu bahwa aku akan menjalani malam pengantin di kamar ini dengan pria yang bukan putranya?” cetus Aileen pada dirinya sendiri. “Dia pasti murka sekali kalau mengetahuinya. Konsep dekorasi kamar pengantin ini adalah idenya. Tapi yang menikmati bukanlah anak kandungnya sendiri.”


Perasaan getir singgah dalam hatinya. Tiba-tiba dirinya merasa bersalah pada sang ibu mertua yang telah bersusah-payah menyediakan tempat yang indah baginya dan Samuel untuk menghabiskan malam pertama. “Maafkan Aileen ya, Mama Tina,” kata perempuan itu sendu. “Sungguh Aileen nggak pernah bermaksud menyakiti perasaan Mama. Ini semua sudah merupakan kesepakatan antara Aileen dengan Sam….”


Kemudian dengan perasaan pilu perempuan yang sudah berstatus sebagai istri sah Samuel Manasye itu melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke kamar mandi yang terletak di dalam kamar tersebut. Dia mau mandi keramas di bawah kucuran air shower yang hangat. Dengan begitu tubuhnya akan terbebas dari rasa penat. Juga bersih dan wangi. Siap menantikan kedatangan kekasih tercinta, yaitu James. Ya, pemuda itulah yang akan menikmati malam pertama dengannya di kamar pengantin ini.


***


Setelah setengah jam berkutat di lantai dua, Aileen lalu melangkah turun ke lantai satu untuk menemui suaminya.


Didekatinya Samuel yang masih tertidur dalam posisi duduk bersandar di atas sofa. Pulas benar tidurnya, cetus sang istri dalam hati. Bagaimana aku sampai hati membangunkannya?


Perempuan itu menatap wajah suaminya lekat-lekat. Paras yang tampan tanpa cela di hadapannya membuatnya terpesona. Dirinya sampai geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Samuel Manasye, cetusnya dalam hati. Kamu ini bisa dibilang highly recommended bachelor. Bujangan idaman para gadis. Ganteng, gagah, keren, baik, dan…tajir melintir! Kenapa sampai butuh campur tangan orang tua untuk mendapatkan pendamping hidup? pikir Aileen penuh tanda tanya. Teman-temanmu yang datang di resepsi kita tadi banyak sekali. Cuma karena mereka rata-rata datang berpasang-pasangan, aku jadi tidak tahu yang menjadi temanmu itu pihak laki-laki atau perempuan. Tapi masa dari sekian banyak temanmu itu tak ada satupun yang mengenalkan gadis yang selevel denganmu?!


Anehnya kamu malah menuruti saja keinginan papamu untuk menikahiku. Aileen Benyamin, anak seorang pengusaha bengkel kelas menengah. Bukan sesama crazy rich seperti keluargamu. Ccck, ccck, ccck…. Aku benar-benar nggak habis pikir. Jangan-jangan ada suatu alasan tersembunyi kenapa kamu sampai bersedia dijodohkan denganku! pikir Aileen curiga. Apalagi kamu selama ini juga sabar sekali menghadapiku. Permintaanku yang tak masuk akal seperti tinggal di rumah yang tidak besar dan tanpa pembantu rumah tangga juga kamu penuhi tanpa kendala. Haiiiz…. Jujur saja, Sam. Seandainya belum punya James, barangkali aku bisa jatuh cinta padamu!


Tiba-tiba hati wanita itu tergerak untuk mencium kening suaminya. Ditundukkannya badannya dan  perlahan didekatkannya bibirnya pada dahi berbentuk persegi laki-laki itu. Tiba-tiba Samuel menggeliat pelan.


Sang istri terkesima. Wajahnya merona kemerahan karena malu. Segera ditegakkannya tubuhnya. Dia berjalan mundur menjauhi suaminya. Terdengar dengkuran halus keluar dari mulut Samuel. Pertanda dirinya masih berada di alam mimpi.


Aileen menghela napas lega. Untung Sam nggak terbangun, cetusnya dalam hati. Mau ditaruh di mana mukaku ini kalau dia tahu aku baru saja mencium keningnya!


Perlahan ditepuknya punggung tangan laki-laki itu. “Sam…Sam…,” ucapnya berusaha membangunkan sang suami. Punggung tangan Samuel terus ditepuk-tepuknya dengan lembut.


Terdengar erangan pelan pria itu. Aileen menahan napas. Perlahan kedua mata Samuel terbuka. Laki-laki itu terperangah menyaksikan pemandangan di hadapannya.


“Aileen, kamu…kamu udah ganti baju rupanya,” celetuknya spontan.


Di matanya sang istri tampak menawan sekali. Tubuhnya yang ramping terbalut kimono sutra kualitas terbaik berwarna peach. Samuel mengetahuinya karena ibunya sendiri yang membelinya untuk Aileen. Dan waktu Tina menunjukkan kepadanya satu minggu yang lalu di rumah, laki-laki itu terperangah melihat betapa seksinya model lingerie yang akan dipakai di dalam kimono tersebut.

__ADS_1


“Keren, seksi, dan kelihatan mewah kan, gaun tidur ini?” tanya Tina pada putranya waktu itu. Samuel tak berkomentar. Dia cuma geleng-geleng kepala menanggapi pertanyaan sang ibu.


Masa mau Aileen memakai baju seseksi itu di depanku? cetusnya dalam hati. Lingerie itu belahan dadanya rendah sekali dan cuma ditutupi sehelai kain brokat. Bagian depan tubuhnya akan kelihatan menerawang di balik kain itu. Terus bagian bawahnya yang terbuat dari sutra juga pendek sekali. Bisa-bisa cuma menutupi separuh paha Aileen! Aih, aih…mamaku kok begini ya seleranya? Jangan-jangan dia juga pakai gaun tidur yang menantang buat menyenangkan hati Papa. Hehehe….


“Hai, Mama nanya pendapatmu kok nggak dijawab, sih? Malah senyum-senyum sendiri,” tegur ibunya.


Putra semata wayangnya menyeringai geli. Ia berkata, “Mama…Mama…. Gaun tidur buat Aileen biar dia sendiri yang uruslah. Belum tentu dia mau pakai lingerie seseksi ini di depanku. Mama kan tahu sendiri gaya berpakaiannya cenderung feminin. Nggak terlalu memperlihatkan bagian tubuhnya.”


“Ah, kalau dia masih malu-malu sama kamu kan masih bisa ditutupi sama kimono ini. Panjangnya kira-kira sampai selututnya Aileen, kok. Atau kalau masih sungkan ya, lampu kamar tidur kan bisa dimatikan dulu. Hehehe…,” gurau wanita itu sambil tertawa geli.


Sinar matanya tampak berbinar-binar menatap gaun tidur pilihannya tersebut. Dia memang seorang ibu yang pola pikirnya cukup modern. Tak malu-malu berbicara tentang hal-hal yang bersifat dewasa pada anaknya yang notabene berbeda gender dengannya itu.


“Sori aku membangunkanmu, Sam,” kata Aileen membuyarkan lamunan suaminya. “Cuma…ehm…anu…. Sekarang sudah larut malam dan James….”


Samuel cepat tanggap dengan maksud perkataan istrinya itu. Dia berkata lirih, “Mestinya aku yang minta maaf padamu karena ketiduran. Sori. James sudah menunggu di lobi-kah? Apa aku masih bisa mandi dulu dan ganti baju?”


Istrinya mengangguk pelan. Wajahnya merona kemerahan saking malunya. Oh, My God! keluhnya dalam hati. Aku mengusir suamiku dari tempat ini supaya bisa bersenang-senang sendiri dengan kekasihku!

__ADS_1


__ADS_2