MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Upaya Istri Tercinta


__ADS_3

Setelah satu minggu menjalani masa pemulihan di rumah orang tuanya, Aileen diantar Samuel pergi kontrol ke dokter spesialis kandungan. Ternyata hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa rahim perempuan itu sudah hampir pulih. Ekspresi wajah sang dokter tampak lega saat melihat tampilannya pada layar.


"Syukurlah kondisi rahim Ibu Aileen baik-baik saja," ujarnya tenang. "Tapi jangan lupa untuk datang kontrol kembali satu minggu lagi, ya."


"Siap, Dok," jawab si pasien sambil mengangguk.


Dia berpaling pada Samuel yang berdiri di samping pembaringan. Pria itu menatap Aileen penuh cinta.


Terima kasih, Tuhan, batin wanita itu penuh rasa syukur. Tak ditemukan komplikasi apapun dalam rahimku setelah dikuret. Mudah-mudahan satu minggu lagi waktu aku kontrol kembali juga tidak ditemukan hal yang aneh-aneh. Jadi aku bisa segera melakukan upaya untuk mengembalikan keperkasaan suamiku ini. Tolong berkati aku ya, Tuhan. Agar usahaku itu membuahkan hasil. Sam adalah seorang pria yang baik. Aku ingin sekali melakukan hal yang sangat berarti baginya.


***


Aileen diminta untuk tinggal satu minggu lagi di rumah orang tuanya. Ernie berkata hatinya baru bisa tenang jika dokter telah menyatakan kondisi rahim putrinya itu benar-benar pulih.


Sang putri menurut saja. Untungnya Samuel juga mendukung. Pria itu bersedia menemani Aileen tinggal di rumah sang mertua. Setiap malam pasangan suami-istri itu tidur berdua dengan posisi saling berpelukan. Aileen sudah tak malu-malu bersikap mesra duluan pada suaminya itu. Samuel pun menyambut hangat inisiatif sang istri dengan tangan terbuka.


Hubungan dua anak muda itu yang semakin hangat rupanya juga dirasakan oleh Harris dan Ernie. Ayah dan ibu kandung Aileen itu merasa bahagia melihat keharmonisan rumah tangga anak semata wayang mereka.


"Sepertinya musibah yang dialami anak kita itu bagaikan blessing in disguise, Er," cetus Harris menyimpulkan.


Ernie menatap sang suami penuh tanda tanya. "Maksudnya gimana, Mas? Aku nggak ngerti," tanya perempuan itu polos.


Pria itu lalu menjelaskan, "Blessing in disguise itu kan berkat yang tersembunyi, Er. Pada awalnya  memang terlihat seperti malapetaka. Tapi lambat-laun akan kelihatan bahwa kejadian itu sebenarnya  anugerah dari Tuhan. Contohnya peristiwa kehilangan janin yang dialami Aileen. Musibah itu kulihat malah membuat hubungan anak kita dengan suaminya semakin mesra. Kamu bisa merasakannya kan, Er? Sorot mata Aileen dan Sam ketika saling menatap, nada suara mereka saat saling berbicara, dan gerak-gerik keduanya waktu  berdekatan. Benar-benar memancarkan cinta kasih yang mendalam sebagai suami-istri."


Ernie manggut-manggut mendengar penuturan suaminya. Wanita itu tersenyum simpul.

__ADS_1


"Nggak kusangka kamu memperhatikan perilaku anak dan menantu kita, Mas. Hehehe.... Sejak kapan kamu jadi kepo begini?"


Harris memberi kode agar sang istri duduk persis di sampingnya. Ernie bergerak mendekati suaminya. Tindakannya itu langsung disambut dengan rangkulan mesra Harris pada bahunya.


"Perasaan bersalahku atas perjodohan Aileen dan Sam jadi berkurang karena melihat mereka berdua begitu bahagia, Er. Sekarang aku tak lagi merasa sebagai ayah yang egois karena memaksakan kehendak pada putrinya untuk menikah dengan pria yang tak dikenalnya."


Ernie langsung menimpali, "Barangkali pernikahan anak dan menantu kita itu juga merupakan blessing in disguise, Mas. Awalnya mungkin seperti bencana buat mereka berdua.  Tapi selanjutnya malah berujung pada kebahagiaan. Hehehe...."


Harris mencium lembut pipi istrinya itu. "Semoga saja memang demikian ya, Sayangku."


Kemudian pasangan suami-istri yang sudah melewati riak-riak kehidupan dua puluh tahun lebih itu tertawa berbarengan.


***


Setelah pada kontrol rawat jalan kedua dokter menyatakan bahwa rahim Aileen sudah pulih sepenuhnya, Ernie baru mengizinkan sang putri pulang kembali ke rumahnya bersama Samuel.


Dokter sebenarnya belum mengizinkan pasangan suami-istri muda itu berhubungan intim sebelum Aileen mengalami menstruasi lagi. Hal itu dimanfaatkan oleh istri Samuel tersebut  untuk mencari-cari informasi di internet tentang cara-cara pemulihan impotensi seorang pria. Tak lupa setiap hari dia berinisiatif membelai, mencium, ataupun mencumbu bagian-bagian sensitif tubuh suaminya demi membangkitkan gairah di antara mereka berdua.


Samuel sangat menikmati upaya sang istri. Pria itu merasa begitu dicintai dan dihargai sebagai seorang suami. Selalu dibalasnya perilaku mesra Aileen dengan tak kalah hangat. Sikap dan tindak-tanduk pasangan itu bagaikan remaja yang tengah dimabuk asmara. Dunia terasa begitu indah, bagaikan milik mereka berdua.


Ketika Aileen mengalami menstruasi lagi, dirinya merasa bahagia sekali. Setelah enam hari kemudian haidnya selesai, perempuan itu berbisik mesra di telinga suaminya, "Sam, besok malam aku ada kejutan buatmu. Kamu siap-siap ya, Sayang."


Pria itu menatap istrinya keheranan. "Kejutan apa, Yang?" tanyanya penasaran. Dielus-elusnya pipi perempuan itu mesra.


Aileen tersenyum nakal. "Ada, deh," jawabnya sambil mengerling genit. "Pokoknya kamu harus nurut, ya. Aku akan mengupayakan yang terbaik, deh. Hehehe...."

__ADS_1


"Apapun yang terbaik buatmu, Sayang," jawab Samuel sembari menciumi bibir istrinya penuh cinta.


Gayung pun bersambut. Aileen membalas ciuman suaminya dengan sepenuh hati. Ya Tuhan. Besok malam adalah upaya pertamaku untuk berhubungan intim dengan suamiku ini. Mohon berkati kami ya, Tuhan, doa perempuan itu dalam hati. Semoga semuanya berjalan dengan lancar.


***


Esok malamnya Aileen mendekati Samuel yang tengah asyik bergumul dengan laptop-nya di kamar kerja lantai satu.


"Sayang, kerjaanmu masih banyakkah?" tanya perempuan itu sambil bergelayut manja di lengan sang suami.


Samuel berpaling pada istrinya. "Sebentar lagi selesai kok, Yang. Kamu mau ditemani tidurkah?" tanyanya lembut.


Aileen terkekeh. Dia lalu mengeluarkan sebuah wadah kecil berbentuk bulat dan berwarna putih. Disodorkannya benda itu pada suaminya.


Samuel menerima pemberian istrinya dengan perasaan heran. "Apa ini?" tanyanya ingin tahu.


"Hehehe.... Aku beli dari dari online shop," aku sang istri. "Peringkatnya di marketplace baik sekali. Testimoni dari para konsumen juga bagus-bagus. Itu...ehm...krim buat bikin itumu  berdiri...."


Dagu Aileen bergerak mengarah pada alat kelamin suaminya. Samuel meringis malu.


Jadi ini toh, upaya istriku untuk membuat adik kecilku terbangun dari tidur lelapnya? cetus pria itu dalam hati. Aileen, Aileen. Kamu nggak tahu sudah berapa banyak krim ataupun gel yang dulu pernah dicobakan dokter spesialis andrologi-ku di Ohio!


Walaupun merasa sangsi dengan khasiat krim tersebut, namun Samuel tak sampai hati mengecewakan hati wanita yang dicintainya. Akhirnya dengan besar hati pria itu  menganggukkan kepalanya.


"Tunggu aku selesaikan pekerjaanku dulu ya, Sayang. Setengah jam lagi akan kususul kamu di kamar kita. Ok?"

__ADS_1


Pernyataan sang suami membuat hati Aileen berbunga-bunga. Aku akan memberimu kejutan lainnya, Sayang, batin wanita itu penuh sukacita. Semoga malam ini menjadi kenangan yang terindah bagi kita berdua. Malam pertama sebagai suami-istri yang sesungguhnya!


***


__ADS_2