MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
WEEKEND


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


*


Sinar matahari pagi menerobos masuk lewat kaca jendela kamar. Lethicia mengerjapkan kedua matanya dan mengeliatkan tubuhnya perlahan. Tubuh polos yang tak tertutup sehelai benang pun dan rambut kusut masai membuat Lethicia terlihat begitu kacau.


Lethicia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya. Tidak terlihat lagi Alvaro di sebelahnya.


"Aku kesiangan bangun tidur. Sudah pukul delapan. Tubuh ku berasa mau remuk saja".


Semalaman Varo benar-benar melakukan yang ia katakan setelah mereka habis bercinta panas di bathtub di lanjutkan lagi di tempat tidur.


Huhhh. Sebaiknya aku berendam sebentar setelahnya sarapan pagi. Perut ku terasa lapar sekali", ucap Lethicia malas-malasan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi yang ada di walk in closet.


"Ah Varo benar-benar. Tubuhku merah semua begini", gumam Lethicia sambil menelisik tubuhnya di depan cermin besar yang ada di ruang wardrobe. Tubuh putih mulus itu penuh cap tanda kepemilikan.


Lethicia masuk ke kamar mandi dan menikmati ritual redam yang dapat menghilangkan rasa penat tubuh setelah tenaga habis terkuras baik karena kesibukan bekerja atau pun aktivitas lainnya yang mengakibatkan kelelahan.


Setelah beberapa saat berendam, Lethicia merasakan tubuhnya begitu segar. Ia memilih dress berbahan lembut dengan motif floral bunga-bunga kecil dan menyapukan vitamin bibir menambah penampilan Lethicia terlihat lebih segar.


"Kemana Varo, apa ia di ruang kerja? Sepertinya tidak mungkin karena hari ini hari libur", batin Lethicia sambil beranjak melangkahkan kaki turun kelantai bawah.


"Selamat pagi nona", sapa pelayan dengan hormat.


"Pagi. Apa kau melihat suamiku ?", tanya Lethicia.

__ADS_1


"Tuan Alvaro masih joging di sekitar mansion nona. Tuan bilang jika nona mau sarapan duluan silahkan tidak usah menunggu tuan Alvaro".


"Oke, aku makan sekarang saja. Bibi Sofia membuat apa pagi ini, perutku benar-benar lapar", ujar Lethicia menuju ruang makan.


"Baik nona".


Lethicia langsung mengambil makanan dalam porsi besar, sudah beberapa hari ini ia selalu saja kelapangan apalagi sehabis bercinta dengan Alvaro, suaminya itu selalu saja membuat Lethicia kelelahan.


"Kau sudah bangun, hem", suara Alvaro sudah di belakang telinga Lethicia. Alvaro menyibakkan rambut Istrinya ke samping dan mengecup lembut leher Lethicia.


"Varo, kau berkeringat bersihkan dulu tubuh mu", cicit Lethicia sambil memukul lengan Alvaro.


"Karena istri ku sangat cantik pagi ini, aku tidak bisa menahan diri untuk menciumnya", seloroh Alvaro sambil meminum susu low fat yang sudah tersaji.


"Aku dan Héctor sehabis joging. Aku harus menjaga stamina tubuh ku, agar bisa membuat Istri ku berteriak seperti semalam", goda Alvaro pada Lethicia yang melebarkan kedua dua matanya.


"Tubuh ku juga penuh tanda merah, hm.. lihatlah ini leher ku merah semua", protes Lethicia lagi.


"Itu tanda kepemilikan sayang", jawab Alvaro dengan enteng nya dan tidak merasa bersalah sama sekali. Ia malah duduk di sebelah Lethicia, tidak perduli dengan komplain istrinya yang memintanya membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Alvaro malah memilih sarapan bersama istrinya.


"Lethicia kata mu kau mau ke pabrik keramik hari ini, siang ini aku akan mengantarmu ke sana. Aku akan membimbing mu membuat keramik yang bernilai jual tinggi seperti karya-karya ku yang terkenal".


Lethicia yang sedang makan seakan tak percaya mendengar perkataan Alvaro.


"Benarkah sayang kau akan mengajari ku? Ah aku mau sekali Varo. Hm...kan hari ini hari Sabtu, bagaimana kalau kita menghabiskan waktu di pondok yang ada pabrik itu", ucap Lethicia bersemangat.

__ADS_1


"Sepertinya menarik, iya...aku setuju dengan ide mu, malam ini kita bermalam di pondok mu itu", ucap Alvaro tersenyum melihat Lethicia makan banyak sekali. "Ternyata aku benar-benar membuat mu kelaparan, Lethi".


"Setelah sarapan aku mandi dan bekerja sebentar di ruang kerja. Ada yang aku dan Héctor kerjakan. Kau bersiaplah setelahnya kita berangkat menuju pabrik mu".


"Iya Varo, aku dan bibi Sofia akan membuat cemilan untuk kita makan di sana".


"Bawa sebotol wine terbaik, suruh pelayan mengambil di wine cellar (ruang penyimpanan wine). Aku ingin kita menghabiskan malam romantis di sana", Ujar Alvaro mengecup puncuk kepala Lethicia sesaat setelah sarapan pagi.


"Iya", jawab Lethicia.


Setelah Alvaro naik kelantai atas, Lethicia ke pantry. Ia dan Sofia akan membuat berbagai cemilan yang lezat untuk di bawa Lethicia saat menghabiskan malam sambil menyaksikan ribuan bintang yang menyelimuti langit di malam hari bersama suaminya Alvaro.


...***...


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2