
Sayang kita harus masuk dulu", ujar Raffaella menyadarkan suaminya yang sudah tidak sabaran lagi.
"Ahh shitt...kenapa pintunya tidak bisa dibuka begini", ucap Liam kesal.
Raffaella tersenyum melihat tingkah suaminya yang nampak kesal sekali. Raffaella membuka pintu perlahan. "Tuh kan terbuka, kau harus sabar. Sebaiknya kita membersihkan tubuh dulu..
"Ahh nanti saja aku sudah tidak bisa menunggu lagi, Raffaella. Aku sudah menunggu begitu lama untuk malam ini", seru Liam kembali menyatukan bibirnya pada bibir Raffaella. Sementara tangannya membuka resleting gaun pengantin yang di pakai Raffaella. Gaun cantik berwarna putih dengan tambahan kain tile di kedua sisi bahunya. Terlihat sangat cantik di tubuh Raffaella.
Tubuh Raffaella gemetaran membayangkan apa yang akan terjadi padanya beberapa saat berikutnya.
"Wait.. Wait", ucap Raffaella tiba-tiba.
"Ada yang harus aku katakan pada mu, Liam", Ucap Raffaella setengah berbisik.
Liam menghentikan aktivitas tangannya. Ia menjauhkan wajahnya dan menatap lekat wajah cantik Raffaella yang terlihat sangat pucat. "Ada apa sayang, apa kau sakit?", tanya Liam.
"T-idak.Tapi aku t-akut Liam", ucap Raffaella terdengar sangat gugup.
"Ada apa Raffaella, kau terlihat pucat", tanya Liam sedikit panik melihat keadaan istrinya.
Raffaella melangkahkan kakinya menuju kamar mereka yang bernuansa gold dan biru. Raffaella duduk di tepi tempat tidur, sambil menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya saling meremas.
__ADS_1
Sementara Liam berdiri di hadapannya sambil memasukkan kedua tangan pada saku celananya. Menatap istrinya yang nampak gelisah.
"Aku.. A-ku masih virgin, Liam. Kata teman-teman ku tadi bercinta yang pertama kalinya itu sangat menyakitkan. Aku sangat gugup dan takut", ucap Raffaella tertunduk.
"Aku belum berpengalaman sama sekali di usia ku sekarang", ucapnya dengan suara lirih.
Liam menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Tangannya mengangkat dagu istrinya yang tertunduk. Perlahan Raffaella menatap Liam dengan mata beningnya. "Apa masalah ini yang kalian bahas tadi, hem?", tanya Liam menatap lekat wajah cantik Raffaella.
Raffaella menganggukkan kepalanya.
"Apa karena ini juga kau tidak mau tidur dengan siapapun sebelum pernikahan, sayang?", tanya Liam sangat lembut.
Raffaella memejamkan matanya dan kembali menganggukkan kepalanya pelan.
Liam kembali mengangkat dagu Raffaella dan membungkukkan tubuhnya me*umat lembut bibir istrinya itu. Sementara Liam semakin memperdalam ciumannya Raffaella merasakan tubuhnya seketika memanas.
Liam menarik lembut jemari tangan Raffaella untuk berdiri dari tempat tidur. Tanpa melepaskan tautan bibirnya, jemari-jemari tangan Liam melepaskan satu persatu aksesoris di rambut Raffaella. Tak lupa ia melepaskan anting-anting. kristal berbalut berlian yang di kenakan istrinya. Anting-anting pemberian Liam beberapa waktu yang lalu.
Rambut hitam Raffaella terurai dengan indah. Sementara perlahan Liam kembali membuka resleting gaun pengantin istrinya. Ketika gaun itu lepas dan teronggok diantara kaki Raffaella.
Sesaat Raffaella merasakan hawa dingin menyelusup ke tubuhnya terasa sampai tulangnya. Tapi itu hanya sesaat saja. Ketika Liam semakin memperdalam ciumannya bergantian menghisap bibir atas dan bawah istrinya, tubuh Raffaella seketika berganti panas seperti dialiri listrik tegangan tinggi. Liam semakin memperdalam ciumannya. Raffaella membalas ciuman itu tak kalah liarnya. Sementara jemari-jemari tangan Raffaella melepaskan tuxedo suaminya dan melepaskan dasi kupu-kupu yang melingkar di lehernya.
__ADS_1
"Akh..", suara de*ahan lolos dari bibir Raffaella.
Raffaella membuka satu persatu kancing kemeja putih suaminya.
Untuk Liam ia sudah pernah melihat Raffaella seksi hanya menggunakan pakaian tidur tipis dan minim saat mereka tidur di kamar yang sama di Valencia. Namun untuk mendetail seperti sekarang ia belum pernah melihatnya.
Jemari tangan Liam membuka pengait bra berwarna putih yang menutupi dada Raffaella. Perlahan Liam melepaskan bra dan melemparkannya ke sembarang arah. Kini tubuh atas istrinya sudah polos, tak ada lagi satu helai benang pun menempel di tubuh bagian atas Raffaella. Hanya bagian intinya yang masih tertutup panties berwarna putih senada dengan bra yang baru saja di lepaskan Liam.
"Sayang..", Ucap Liam perlahan merebahkan tubuh istrinya ketempat tidur. Sementara tubuh Liam baru bagian atasnya saja yang terbuka. Tubuh bagian bawah masih tertutup celana panjang berwarna hitam.
Untuk yang pertama kalinya Liam mengusap lembut gundukan kenyal Raffaella dan meremasnya perlahan.
"Akh ..", tubuh Raffaella bergetar hebat. Raffaella memejamkan matanya ketika merasakan bibir basah Liam bermain-main di puncaknya. Berlanjut menghisap dan menggigit perlahan dada Raffaella dan meninggalkan tanda merah di sekitar puncak berwarna merah muda itu.
"Ahh, sayang...perih", terdengar suara rintihan Raffaella.
Liam kembali me*umat bibir ranum Raffaella, perlahan beralih ke leher jenjang Raffaella. "Aku akan memberikan kenikmatan pada mu malam ini, Raffaella. Kau akan merasakan menjadi wanita seutuhnya yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidup mu", bisik Liam dengan suara serak di telinga istrinya.
...***...
JIKA MAU LANJUT LAGI, HARUS AKTIF YA. KOMEN DAN LIKE!!!
__ADS_1
JANGAN SILENT READER 😴