MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Luka Hati Samuel


__ADS_3

Sementara itu sang pengantin pria justru menghabiskan malam pernikahannya dengan menyetir mobil mengelilingi segenap penjuru kota Surabaya. Malam telah larut. Jalanan lancar sekali. Lampu-lampu malam menerangi jalan raya dengan indahnya. Membuat hati Samuel terluka.


Seharusnya ini malam pertamaku dengan Aileen Benyamin! protesnya dalam hati. Dia sudah resmi menjadi istriku. Pendamping hidupku yang sah. Tapi...tapi.... Aaarggghhh....


Laki-laki itu memukul kepalanya sendiri. Dirinya merasa bodoh sekali telah membiarkan pria lain mereguk madu istrinya di malam pengantinnya. Tapi...apa yang dapat kulakukan? batinnya tak berdaya. Orang itu mengenal Aileen lebih dulu dan berhasil merebut hatinya. Dan kalaupun aku yang sekarang bersama istriku, belum tentu dia akan lebih bahagia. Selain tidak mencintaiku, Aileen juga akan mengetahui kenyataan bahwa...bahwa aku tak sanggup menunaikan kewajiban memberi nafkah batin padanya!


Kepala Samuel menjadi pusing sekali. Dia lalu mengeraskan volume audio mobilnya agar pikirannya tak melayang kemana-mana. “Sudahlah, Samuel Manasye!” serunya pada diri sendiri. “Kamu harus berjiwa besar. Biarkan saja orang lain yang memberikan kepuasan pada istrimu kalau kamu memang tak mampu melakukannya! Yang penting impianmu membahagiakan kedua orang tuamu terwujud.”


Demikianlah pengantin pria yang malang itu mengemudikan mobilnya tak tentu arah dalam pekatnya malam. Demi memberi istrinya kesempatan mereguk kebahagiaan yang tak dapat diberikan olehnya sebagai suami.


***


Empat jam kemudian Samuel sudah muncul lagi di lobi hotel. Sengaja dia kembali satu jam lebih lambat dari yang dikatakannya pada James tadi. Ia tak mau berpapasan dengan kekasih istrinya itu di lobi. Samuel tak sanggup menyaksikan ekspresi kepuasan orang itu karena telah melewatkan malam yang indah bersama Aileen.


Setelah mengambil kembali kunci akses penthouse di meja resepsionis, Samuel berjalan menuju ke lift. Hatinya terasa berat sekali. Ingin sekali rasanya dia tak kembali ke hotel ini lagi. Suami mana yang sanggup menemui istrinya setelah dia bersenang-senang dengan pria lain?


Dan akhirnya pewaris tunggal trah Manasye itu menyadari betapa besar cintanya kepada Aileen Benyamin. Ia sungguh ingin membahagiakan wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Walaupun harus mengorbankan martabatnya sendiri.

__ADS_1


Sesampainya di dalam penthouse, dilihatnya lampu ruangan masih menyala dengan terang-benderang. Dia melangkah ke arah sofa tempatnya tadi tertidur. Dilihatnya lantai di bawah sofa tersebut agak basah. Hatinya tercekat seketika. Jangan-jangan....


Secepat kilat laki-laki yang tengah patah hati itu melangkah cepat menuju teras. Dibukanya pintu keluar yang terbuat dari kaca. Samuel mendesah kecewa. Lantai teras di sekeliling jacuzzi basah. Jelas sekali tadi ada orang yang berendam di kolam mini dengan semburan air hangat itu.


Hati Samuel terasa panas. Bayangan Aileen yang tengah bercumbu mesra dengan James di dalam jacuzzi membuat perasaannya porak-poranda. Kedua tangannya mengepal kuat sekali. Menandakan betapa dirinya tengah dilanda api cemburu yang teramat sangat.


Ya Tuhan, apa aku sanggup menjalani perkawinan sandiwara ini selama dua tahun? batinnya nelangsa. Baru beberapa jam saja istriku bersenang-senang dengan kekasihnya, tapi perasaanku sudah hancur-lebur seperti ini. Lantas bagaimana aku menjalani hari-hari selanjutnya bersama Aileen?! James pasti akan sering datang mengunjunginya di rumah yang kami berdua tempati. Dan…haizzz…tak susah untuk ditebak apa saja yang akan dilakukan orang itu kala berduaan dengan kekasihnya di dalam rumah yang sepi!


Kemudian Samuel teringat akan istrinya. Dimana Aileen sekarang? Apakah dia sudah tertidur pulas saking puasnya bermesraan dengan pria yang dicintainya? pikirnya cemburu buta.


Dengan perasaan tak karuan ditinggalkannya tempat yang menjadi saksi bisu kemesraan wanita yang dicintainya dengan pria lain. Samuel memutuskan untuk melihat keadaan Aileen daripada membayangkan yang tidak-tidak tentang perbuatan istrinya itu dengan James saat dirinya tidak ada.


“Bodoh sekali kamu, Samuel Manasye!” tegurnya pada dirinya sendiri. “Tentu saja mereka memilih melakukannya di kamar yang sudah dihias dengan indah. Yaitu kamar pengantin!”


Dengan napas yang memburu, laki-laki itu melangkah cepat menaiki tangga menuju lantai dua. Sesampainya di depan kamar pengantin, dia berhenti sejenak. Tangannya telah terulur untuk membuka kenop pintu kamar, namun hatinya masih ragu-ragu untuk memasuki kamar tersebut.


Apa aku harus mengetuk pintu dulu, ya? tanyanya dalam hati. Perasaannya galau sekali. Antara ingin langsung masuk ke dalam kamar itu atau mengetuk pintu dulu untuk menunjukkan sikap yang sopan.

__ADS_1


Ah, cueklah, batinnya memutuskan. Toh, ini kamar tidur pengantin. Aku berhak keluar-masuk tanpa izin siapapun.


Perlahan diputarnya kenop pintu tersebut. Pintu di depannya terbuka. Dada Samuel berdebar-debar tak karuan. Suasana di dalam kamar tampak remang-remang. Sebagian besar lampu ruangan sudah dipadamkan. Hanya lampu-lampu downlight di sudut-sudut ruangan saja yang masih menyala.


Laki-laki itu melangkah masuk. Didekatinya perlahan tempat tidur yang dihias dengan aneka bunga dan balon romantis itu. Tampak sesosok tubuh berbaring telentang di atas ranjang. Selimut tebal berwarna peach menutupinya hingga ke pangkal leher.


Aileen Benyamin, batin Samuel sendu. Kamu cantik sekali dalam posisi tidur begini. Bagaikan putri salju yang tidur pulas di dalam peti kaca. Bedanya, sang putri menantikan kehadiran seorang pangeran untuk membangunkannya dari tidur yang panjang. Sedangkan kamu sekarang tersenyum bahagia karena telah menghabiskan malam yang indah bersama pangeran tampanmu....


Samuel mendesah. Hatinya sedih sekali. Dari raut wajah istrinya yang tidur sambil tersenyum, dia langsung tahu bahwa wanita ini tadi menikmati kebersamaan yang indah dengan sang  kekasih.


Tanpa sadar pria itu menundukkan wajahnya. Dikecupnya perlahan kening sang istri. Wanita itu menggeliat pelan. Samuel terkejut. Dia langsung bergerak menjauh. Dikiranya Aileen terbangun. Namun rupanya istrinya itu hanya bergerak menyamping dan masih tidur nyenyak.


Aku harus membiasakan diri menyaksikan kebahagiaan di wajah Aileen setiap kali dia habis bertemu James, putus pria itu dalam hati. Bagaimanapun juga akulah yang sebenarnya merupakan penghalang bagi mereka berdua. Jadi aku tidak boleh membuat hubungan mereka menjadi lebih sulit lagi. Sadarlah, Samuel Manasye. Kamu tidak ditakdirkan menjadi pria pujaan hati Aileen Benyamin. Kalian terlambat bertemu. Dirimu sudah tak sempurna sebagai seorang laki-laki....


Samuel menelan ludahnya getir. Dipandanginya wajah Aileen sampai puas. Setelah itu dia berbalik dan melangkah meninggalkan kamar itu. Ditutupnya pintu perlahan-lahan. Setelah menghembuskan napas panjang, laki-laki itu melangkah gontai ke ujung tangga. Dituruninya anak tangga satu per satu hingga sampailah dia di lantai bawah kembali.


Dirinya akan tidur di kamar satunya. Berbaring seorang diri. Berusaha terlelap ke alam mimpi untuk bertemu dengan wanita pujaan hatinya.

__ADS_1


Diputuskannya untuk menjalani dua tahun sandiwara perkawinannya dengan cara sepenuh hati  membahagiakan Aileen Benyamin. Karena setelah itu, dirinya takkan lagi menjalani pernikahan dengan perempuan manapun....


***


__ADS_2