MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MEMINTA RESTU


__ADS_3

Seoul, Korea


Langit sudah berubah menjadi warna jingga, menandakan beberapa waktu lagi akan gelap.


Raffaella menelisik penampilannya di depan cermin di kamar Liam. Ia memakai dress berwarna merah untuk bertemu dengan orang tua Liam.


Raffaella menambah anting-anting dan memoles wajahnya dengan make-up tipis saja. Ia tidak tahu bagaimana sosok orang tua Liam sebenarnya. Beberapa saat yang lalu Raffaella mencari informasi di internet, namun tak banyak yang bisa di ambil dari sana. Kemungkinan informasi tentang keluarga Lee Jae sengaja di tutup, jadi tidak sembarang orang mengetahui tentang diri mereka.


Ceklek


Terlihat Liam membuka handle pintu, ia masih memakai pakaian santai dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Raffaella melihatnya dari pantulan cermin. "Liam kita jadi atau tidak menemui orang tua mu?", tanya Raffaella.


"Iya sebentar lagi aku berganti pakaian", jawab Liam tidak bersemangat.


Huhhh... Raffaella menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Gadis itu menghampiri Liam dan duduk ditepi tempat tidur.


"Aku akan mengikuti semua keputusan mu, Liam. Sama halnya aku ikut ajakan mu ke negara ini. Penerbangan dua belas jam bukan lah sebentar, rasanya sia-sia sekali jika kita hanya tidur di kamar ini", ujar Raffaella sambil mengusap lembut dada kekasihnya itu yang terlentang di sampingnya.


"Aku akan bangun jika kau mencium ku, Raffaella", ujar Liam.


"Aku sudah berdandan, pulang dari rumah orang tua mu saja nanti aku mencium mu", jawab Raffaella hendak beranjak.


"Sekarang Raffaella, anggaplah vitamin sebelum kita menemui orang tua ku", ucap Liam tersenyum menggoda Raffaella.

__ADS_1


"Baiklah", ucap Raffaella sambil mencium wajah Liam dengan hidungnya.


"Kau ini, apa yang kau lakukan itu hem. Seperti mencium anak kecil saja", seru Liam sambil menarik tengkuk Raffaella. Ia menyatukan bibirnya pada bibir Raffaella. Liam memperdalam ciumannya cukup lama dan panjang. Membuat nafas Raffaella tersengal-sengal.


"Liam kau membuat riasan wajah ku berantakan. Kau ini keterlaluan sekali", cicit Raffaella kesal.


"Salah sendiri kenapa kau berdandan cantik seperti itu. Kau menggoda ku", ucap Liam sambil tertawa jahil dan beranjak dari tempat tidur menuju walk in closet.


Raffaella menggerutu kesal. "Liam keterlaluan sekali, padahal dandanan ku sudah rapi. Uhh...awas saja nanti ku balas juga", gumam Raffaella sambil membersihkan wajahnya kemudian merias ulang wajahnya kembali.


*


"Apa masih lama sampainya Liam?", tanya Raffaella ketika ia merasakan sudah cukup lama beranda di mobil yang di kendarai sopir Liam.


"Sebentar lagi", jawab Liam.


"Tapi kau membuatku nampak buruk, kau merusak dandanan ku dan dress ku terlihat kusut sekarang liam", protes Raffaella cemberut.


Liam tersenyum mendengar protes Raffaella.


"Kita sudah sampai. Raffaella melihat sekitar, terlihat mansion-mansion mewah berdiri di sekitar jalan yang di lalui. Mobil berhenti di depan mansion yang terlihat paling megah di kompleks itu.


Liam terlihat diam, sorot mata tajamnya menatap sekitar mansion orang tuanya. Tampak mobil berjejer di depan rumahnya.


"Ada apa ini, Kim? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?", ketus Liam mengeratkan rahangnya.

__ADS_1


"S-aya tidak tahu tuan Liam", jawab sopir bernama Kim nampak ketakutan.


"Sepertinya rumah orang tua mu ada acara Liam, ramai sekali mobilnya. Sepertinya bukan waktu yang tepat kita datang kemari menemui mereka", ucap Raffaella.


"Kita akan segera tahu. Jangan pergi dari ku apapun yang terjadi nanti. Kau harus tetap bersama ku. Kau dengar aku Raffaella?", ucap Liam dengan tegas dan serius. Tidak ada gurauan sedikit pun dari kata-katanya.


Seketika tubuh Raffaella bergidik. Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya sementara Liam mengeratkan genggaman tangannya pada jemari kekasihnya.


"Kau siap sekarang? Kita turun!", ucap Liam.


Liam menggenggam erat jemari Raffaella. Sebelum masuk ia meminta enam orang bodyguard yang berada di mobil berbeda untuk ikut bersama mereka masuk kedalam. Saat semua hendak masuk, keamanan mansion Lee Jae mencegah pengawal Liam ikut masuk kedalam.


Melihat itu semua membuat Liam naik pitam. "Siapa kalian yang melarang orang-orang ku masuk hah?", hardik Liam dengan suara meninggi.


Orang-orang keamanan mansion itu nampak terdiam dan tertunduk, tak berani membantah perkataan Liam. Tubuh mereka kalah jauh dengan perawakan bodyguard Álvaro yang di bawa Liam yang memiliki tubuh tinggi tegap berwajah latin España.


Raffaella hanya bisa terdiam menyaksikan semuanya.


Sesaat kemudian, Liam dan Raffaella melangkahkan kakinya menuju mansion. Di ikuti bodyguard nya.


"Selamat malam tuan Liam. Selamat datang kembali di Seoul", ucap laki-laki bermata sipit dan parlente menyambut kedatangan Liam. Ia terlihat ramah dan hormat kepada Liam.


"Hem..Ada acara apa ramai-ramai di mansion ini?", tanya Liam menatap tajam laki-laki yang ada di hadapannya.


"Silahkan masuk tuan, ayah tuan sudah menunggu di dalam. Tuan akan segera mengetahuinya..

__ADS_1


...***...


ADA APA YA KIRA-KIRA? PENASARAN NGAK?


__ADS_2