MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
RENCANA HONEYMOON


__ADS_3

VOTE YA 🙏


Langit gelap perlahan berganti dengan warna oranye. Sinar sunrise sudah menunjukkan keindahannya.


Didalam pondok mungil dua insan manusia berpelukan mesra. Alvaro membuka kedua matanya, ia tersenyum melihat Lethicia terlelap tidur di atas perutnya.


Alvaro membawa jemari tangannya menyentuh wajah Lethicia yang begitu cantik. Ia betah berlama-lama menatap pemandangan indah seperti saat ini. Rambut berantakan dan wajah kelelahan akibat percintaan sepanjang malam dan kondisi tubuh tanpa sehelai benangpun menempel. Begitu polos.


Seakan merasakan ada yang menyentuh wajahnya, perlahan kedua netra Lethicia terbuka. Ia tersadar sedang tertidur di atas perut berotot suaminya. "Sayang kau sudah bangun?"


"Sudah sedari tadi, sembari menatap istri ku yang nampak kelelahan", jawab Alvaro sambil mengusap wajah Lethicia.


Lethicia tersenyum, ia menyandarkan dagunya pada dada bidang Alvaro. Sementara jemari tangannya mengusap lembut otot-otot dada Alvaro. "Aku menyukai semua yang ada di tubuh mu, Varo", jawab Lethicia menciumi dada bidang Alvaro sambil membelai tubuh maskulin itu.


"Shitt...jangan salahkan aku jika meniduri mu lagi sayang kau menggoda ku", ucap Alvaro sambil membalikkan tubuhnya mengungkung tubuh Lethicia dibawanya.


Perlahan Alvaro menyapukan lidahnya pada leher hingga dada Lethicia.


"Akh- Varo..."


Suara Lethicia terdengar merintih saat Alvaro menggigit dan menghisap kuat puncak dadanya.


Cuaca dingin membuat keduanya kembali mereguk kenikmatan bercinta di pagi hari.

__ADS_1


*


"Lethicia, nanti malam kita menghadiri undangan sahabat ku Moreno. Ia meresmikan hotel berbintang miliknya yang baru akan di launching malam nanti di Madrid. Kita akan terbang sore nanti ke Madrid", ucap Alvaro saat keduanya berada di mobil setelah kembali dari pondok mungil Lethicia yang berada di pabrik keramik.


Keberadaan di pondok tidak akan pernah terlupakan oleh Lethicia dan Alvaro, begitu banyak kenangan berada di sana.


"Iya Varo. Apakah kita akan menginap di Madrid?".


"Iya, kita akan menginap di hotel Moreno. Maafkan aku belum mengajak mu honeymoon karena pekerjaan ku di perusahaan. Aku masih mempelajari semua tentang perusahaan Montana yang baru aku ambil alih. Setelah pekerjaan ku beras aku janji akan mengajak mu honeymoon. Kau mau kemana, katakan saja. Hector akan mempersiapkan semuanya", ujar Alvaro sambil mengusap punggung tangan Lethicia yang bergelayut mesra di lengannya.


"Aku tidak ingin kemana-mana Varo. Seperti beberapa saat yang lalu sudah membuat ku sangat bahagia. Menghabiskan waktu private berdua dengan mu itu sudah sangat cukup bagiku, sayang. Di tambah lagi malam ini kau mengajak ku ke Madrid, semua itu sudah lebih dari honeymoon", jawab Lethicia.


Alvaro tersenyum mendengar perkataan Lethicia, sangat berbeda dengan wanita yang di kenal Alvaro. Di saat para wanita pasti menginginkan bepergian ketempat-tempat mewah yang glamor, Lethicia justru sebaliknya lebih menyukai tempat terpencil yang jauh dari keramaian untuk menghabiskan waktu bersama nya.


Dengan cepat Lethicia menggelengkan kepalanya. "Varo, aku tidak menyukai acara seperti itu, tidak apa-apa kan. Atau kau malu memiliki istri seperti ku, yang hanya berkutat dengan tanah liat dan enggan datang ke acara-acara glamor seperti kesukaan banyak wanita di luaran sana?", ucap Lethicia menatap lekat wajah tampan Álvaro.


Alvaro tersenyum mendengar perkataan Lethicia. "Tentu saja tidak masalah untuk ku, kau itu unik Lethicia dan sangat mandiri. Sangat sulit menemukan wanita seperti mu di zaman sekarang. Tentu saja aku mendukungmu. Kita memiliki kesamaan, sama-sama menyukai seni keramik yang buat wanita lain itu adalah kegiatan yang sangat membosankan. Tapi akhirnya aku di pertemukan dengan wanita yang sama-sama memiliki kemampuan yang sama dengan ku".


"Kau tahu Lethi, saat mengetahui bahwa kau pengerajin tembikar dan keramik membuat ku langsung jatuh cinta ke pada mu. Bahkan aku sangat iri pada adik ku yang di pertemukan pertama kali dengan mu", ucap Alvaro sambil mengecup lembut pucuk kepala Lethicia yang bersandar pada bahunya.


"Aku juga sangat mengagumi mu Varo. Saat pertama bertemu dengan mu kau membuat ku kesal karena kau pemaksa. Kau menyakiti perasaan ku, mencium ku dengan paksa kau menyakiti ku Varo. Tapi semuanya berubah saat kau menghadiahkan aku vas bunga buatan mua di pabrik ku. Aku mengetahui kau -AM- hati ku benar menyukai mu. Aku jatuh cinta pada mu".


"Saat kau pulang ke Paris aku sangat sedih karena kau lupa dengan janji mu mengubungi ku, malam itu aku menangis karena membayangkan kau menghabiskan waktu mu bersama kekasih mu Giselle. Dan aku tahu aku tidak akan pernah ada di hatimu Varo. Di pertemuan pertama kita kau selalu mengatakan kekasih mu sangat istimewa bagi mu", Ucap Lethicia menatap Alvaro yang terlihat masih fokus mengendarai mobilnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Alvaro", ucap Lethicia sambil mencondongkan tubuhnya mencium wajah Alvaro.


"Aku juga mencintaimu, sayang. Jangan pernah ragukan itu", balas Alvaro memeluk tubuh Lethicia dengan satu tangan nya .


...***...


BAB SELANJUTNYA KITA JALAN2 KE MADRID, NANTIKAN YA KARENA AKAN ADA KEJUTAN DI SANA. APAKAH ITU? 🤗


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA


__ADS_1


__ADS_2