MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
BERCINTA DAN UMPATAN


__ADS_3

"L-lepaskan aku Niko.. J-jangan seperti ini", teriak Tatiana sambil memberontak di bawah kungkungan tubuh atletis Nikolas.


Nikolas menulikan pendengarannya. Perlahan mulutnya menyusuri setiap jengkal tubuh Tatiana. Tatiana tak hanya tinggal diam tubuhnya terus bergerak memberontak.


Sekuat tenaga Tatiana mendorong tubuh Nikolas yang menindihnya. Agar menjauh darinya. Namun...


"Akh, Ahh..


Bibir Tatiana berkhianat. De*ahan lolos dari mulutnya. Saat jemari tangan Nikolas mengusap lembut intinya. Sementara tangan satunya memainkan puncak gundukan kenyal Tatiana.


"A-ku membenci mu Nikolas! A-Ahh..."


Tatiana berusaha mendorong tubuh Nikolas.


"L-lepas kan a-ku brengsek!"


Ciuman hingga sentuhan tangan yang Tatiana rasakan dari Laki-laki yang ia anggap asing. Tapi laki-laki itu telah menjadi suami sah nya. Tatiana teringat akan ancaman ayahnya.


"Kau harus melayani suamimu dengan baik Tatiana! Atau namamu akan daddy cabut sebagai pemilik harta warisan".


Nikolas tidak menggubris permintaan Tatiana tersebut, tindakannya semakin jauh mencium bibir Tatiana bahkan memaksanya membuka mulutnya.


Tatiana tersengal. Pada akhirnya membuka mulutnya. Lidah Nikolas menjelajah semakin dalam. Membuat tubuh Tatiana bergetar hebat. Nikolas merasakan itu, tangannya menyusuri setiap jengkal tubuh Tatiana. Tangannya berhenti di dada kenyal wanita itu. Meremas dan memutar-mutar puncaknya. Membuat Tatiana mengeluarkan suara desisan.


Tatiana terlihat begitu kacau dan stress. Sesaat keluar sumpah serapah, detik berikutnya berganti dengan de*ahan. Begitu terus selanjutnya.


Nafas Nikolas semakin cepat, menuntut lebih jauh. Bibirnya menjelajahi leher istrinya dan tangan kirinya meremas dada, sementara tangan kanan bermain di inti Tatiana. Membuat wanita itu terus menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Nikolas benar-benar melakukan apa yang di ucapkannya tadi. Laki-laki itu mendesak dan menuntut Tatiana. Membuat Tatiana benar-benar terpojok.


"N-niko j-jangan, A-ku mohon hentikan" suara Tatiana terdengar tercekat.


"Sstt L-lepaskan aku Niko! K-kita melakukannya lain kali...Ahh"


Kembali terdengar suara bergetar Tatiana. Lama kelamaan semakin membuat tubuhnya memanas seperti ada bara api yang menyala di tubuhnya.


"Tidak ada yang bisa menghentikan aku, jika aku sudah menginginkannya Tatiana. Kau yang memancing ku selama ini", Ketus Nikolas menatap Tatiana dengan tatapan tajam.


Tangan Tatiana ditariknya untuk merasakan bagian tubuhnya yang sudah mengeras. Membuat tubuh Tatiana semakin gemetaran.


Tatiana semakin terlihat kacau.


Tatiana melototkan kedua matanya dengan mulut terbuka.


"Kau bisa merasakannya, milik ku sudah berdiri. Aku sudah sembuh Tatiana. Aku bisa merasakannya beberapa hari yang lalu. Sekarang aku akan menunjukkan nya padamu Tatiana".

__ADS_1


Nikolas membawa tangannya meremas dada Tatiana, sementara bibirnya menciumi leher jenjang wanita itu


"A-ku membenci mu Nikolas...Akh"


Tatiana berusaha menguasai dirinya dengan kembali melontarkan kata-kata sarkasme pada Nikolas yang semakin mendesaknya.


Namun usahanya gagal, diantara kata-kata kasar itu selalu berakhir dengan mende*ah. Nikolas tersenyum mendengarnya.


"Gadis keras kepala", batinnya.


"Kau tidak bisa membohongi ku, tubuh mu bergetar dan mulut mu menunjukkan sebaliknya, Tatiana. Apa kau menginginkan aku memasuki mu sekarang, hem?", ucap Nikolas membalas ucapan wanita itu beberapa saat yang lalu. Terdengar nada ejekan di kata-kata itu.


Tatiana berusaha menutupi dadanya dengan tangannya, wajahnya memerah. Pikiran dan tubuhnya berkecamuk. Otaknya meminta untuk tidak melanjutkan permainan, sedangkan tubuhnya menerima dan meminta lebih. Hasratnya sudah membuncah di liputi gairah, tetapi Tatiana tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Gengsinya sangat tinggi. Tatiana tidak mau sampai Nikolas mengetahui isi hatinya. Namun mulut nya lagi-lagi berkhianat. Selalu mengeluarkan suara lenguhan dan erangan.


"Ahh, N-niko" suara Tatiana terdengar lemah, nafasnya semakin cepat dan menderu. Sementara kedua tangannya mencengkram seprai berwarna putih bersih. Tatiana berusaha menahan gejolak dalam tubuhnya. Kedua netranya menatap Nikolas dengan pandangan berkabut.


"Ada apa, kenapa kau memanggil ku Tatiana", ucap Nikolas membalas tatapan Tatiana. Tangan nya terus menyusuri dada wanita itu. Dan meremasnya bergantian, memainkan puncak dada yang sudah mengeras. Nikolas mencium dan menggigit dengan lembut puncak yang menantang itu.


Tatiana mengelijang kan tubuhnya yang semakin panas, ini pengalaman pertama untuknya. Sejujurnya Ia belum berpengalaman urusan ranjang. Semua tantangannya yang sering ia lontarkan sebenarnya untuk menutupi jati dirinya yang hanya sebagai wanita tidak tahu apa-apa. Wanita tidak berpengalaman.


Tangan Tatiana tak henti meremas sprei, bahkan ia tidak membalas ciuman-ciuman Nikolas ia hanya memejamkan matanya sambil mengerang.


Sebuah senyuman terlukis di wajah Nikolas. Melihat Tatiana sudah begitu pasrah.


Tatiana mendesis melihat milik Nikolas sudah berdiri dengan sempurna. Entah apa yang ada dalam pikiran Tatiana, ia membawa tangannya menyentuh milik Nikolas. Dan mengusapnya perlahan.


Dengan ragu-ragu Tatiana melanjutkan memegang milik Nikolas. Tindakan Tatiana itu membuat Nikolas menarik ujung bibirnya.


Libido Nikolas semakin naik dan andrenalin nya semakin terpacu untuk melancarkan aksi yang akan menguras tenaganya itu.


Tatiana meronta ketika tangan Nikolas kembali menyelusup di intinya. Tangan berotot itu kembali bermain di inti Tatiana, yang membuat nafas Tatiana semakin menderu.


Sementara bibir Nikolas kembali menyusuri setiap inci tubuh Tatiana . Erangan bergelora sahut menyahut di kamar mewah apartemen tersebut.


Tatiana merasakan basah di intinya, tubuhnya merasakan nikmat yang luar biasa setiap sentuhan di kulit nya.


Tatiana sungguh tak berdaya dan hanya bisa pasrah ketika kejantanan Nikolas menembus miliknya yang belum tersentuh siapapun.


"Aahh..


"S- sakittt..", Tatiana merintih merasakan sakit yang luar biasa saat milik Nikolas berusaha menerobos masuk intinya.


Berapa kali percobaan masih belum berhasil juga.

__ADS_1


"Nik, a-ku tidak tahan rasanya sakit sekali", racau Tatiana memohon agar Nikolas menghentikan permainannya.


"Bukankah kau selalu menantang ku untuk melakukannya selama ini Tatiana? Maka akan aku lakukan sekarang", ucap Nikolas dengan nada tersirat ejekan tepat ditelinga Tatiana.


"Aku membenci mu Nikolas. Sampai kapanpun aku akan terus memben... A-Ahh"


Tatiana menumpahkan sumpah serapahnya, namun jeritan menyayat hati lolos dari mulutnya.


Tatiana menjerit saat merasakan milik Nikolas menerobos masuk ke intinya. Merobek dinding penghalang.


Dengan keras Nikolas membenamkan miliknya pada inti Tatiana.


Tatiana melebarkan kedua matanya, sementara kedua tangannya semakin meremas sprei yang menjadi saksi bisu malam sunyi yang berganti dengan membara.


"A-ku membenci mu Nik...Ahh..


Nikolas semakin menghentakkan miliknya di inti Tatiana. Teriakan, makian hingga cercaan yang di lontarkan Tatiana semakin tak terdengar. Yang keluar dari bibirnya hanya de*agan dan erangan bersahutan silih berganti.


Sakit yang dirasakan Tatiana berangsur menjadi kenikmatan yang tiada tara.


Sekuat tenaga Tatiana menolak menyentuh tubuhnya Nikolas yang bergerak dengan cepat di atas tubuhnya. Namun lagi-lagi tubuh itu berkhianat. Dan membawa tangan Tatiana mencengkram pundak Nikolas. Pada akhirnya Tatiana menikmati buaian yang diberikan Nikolas pada tubuhnya.


Tatiana tidak perduli lagi dengan rasa malu atau penolakan yang dilakukan sebelumnya. Saat ini ia semakin menjerit menikmati permainan mengairahkan di malam gelap yang hanya bercahayakan sinar bulan.


Entah seperti apa rupa Tatiana saat ini ia tak perduli lagi. Wanita itu semakin menjerit saat Nikolas menghentakan miliknya semakin dalam dan keras.


Tatiana merasakan intinya berkedut-kedut, membuat tubuhnya menegang. Sementara menahan hasratnya Tatiana menggigit pundak Nikolas yang terus-menerus bergerak memaju-mundurkan pinggulnya dengan cepat.


Hingga keduanya menjerit dan melenguh panjang. Keduanya terkulai lemah. Tak ada jeritan nama maupun kata cinta, di akhir permainan.


Setelah semua gairah dan hasrat terpuaskan, keduanya terkulai. Tatiana merasakan cairan hangat memenuhi intinya.


Sebelum mencabut miliknya pada inti Tatiana, Nikolas


melihat bercak darah di sprei berwarna putih itu.


"Ucapan mu selama ini tidak sesuai dengan hati mu Tatiana. Kau memang benar-benar wanita pembangkang...!"


...***...


GIMANA NIH KESAN UTK PASANGAN INI? KOMEN DONG😂


*

__ADS_1


PAGI INI DUA BAB DULU YA. MANA CHAPTER NYA PANJANG2 LOH 1350 LEBIH/BAB.


BANTU VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏 SIANG NANTI EMILY UP LAGI 🤗


__ADS_2