
Tok tokk tokk
Audri dan Moreno menghentikan pergumulan panas mereka di dalam mobil sport berwarna hitam milik Moreno.
"Shittt...
"Bagaimana ini Reno? Polisi", Ucap Audri panik sambil menoleh ke kaca di sebelah kiri.
Terlihat dua orang polisi mengintip dengan wajah menempel di kaca. Namun keduanya mengangkat bahunya sambil melebarkan kedua tangannya.
"Tenanglah, mereka tidak bisa melihat kita, kaca mobilku tidak bisa tembus pandang dari luar. Kita lanjutkan lagi", ucap Moreno tidak menghiraukan polisi yang masih mengetuk kaca mobil sementara polisi yang satunya terlihat sedang menelpon.
"Yang benar saja Moreno saat genting begini kau masih mau melanjutkannya", ketus Audri sambil mendudukkan tubuhnya dan mengancingkan dress nya namun di cegah Moreno.
"Jangan kau tutup! Aku belum puas latihan Audri", seru Moreno menahan tangan Audri untuk tidak melanjutkan mengancingkan dress nya.
"Oh my God Moreno, apa kau gila? Lihat itu, polisi memanggil mobil derek. Mobil ini akan di derek mereka Reno. Aku tidak mau", ucap Audri panik sambil pindah duduknya dari atas tubuh Moreno ketempat duduk di sebelahnya.
"Ahh shitt, mengganggu ku saja. Lagi tanggung begini, mereka malah mengusikku", ketus Moreno menyandarkan kepalanya sesaat, mengatur nafasnya. Menenangkan kondisi tubuhnya yang di diliputi hasrat yang membara beberapa saat yang lalu.
"Kau harus turun Reno. Lihatlah mobil derek nya sudah siap mengangkut mobil ini", ujar Audri dengan panik. Ia merapikan rambutnya dan membetulkan dress nya.
"Tenanglah lah", balas Moreno sambil membuka kaca mobilnya.
"Ada apa kalian mengganggu ku saja?", ketus Moreno menegur petugas yang berdiri disamping mobilnya.
Seorang petugas yang sedang berdiri disamping mobilnya terlihat kaget. Sementara temannya sedang berbincang dengan petugas derek yang akan segera mengangkut mobil Morena.
"Oh maaf tuan. Kami hanya menjalankan tugas patroli tuan. Sementara tuan parkir di tempat yang salah", ucap petugas menunjuk rambu di larang parkir. Ia juga menundukkan kepalanya melihat kondisi di dalam mobil Moreno. Terlihat Audri yang sedang memalingkan wajahnya ke sebelah kanan. Audri sangat malu jika sampai harus di interogasi polisi.
"Lantas aku harus bagaimana?", Tanya Moreno.
__ADS_1
"Bisakah tuan memperlihatkan surat mengemudi dan kartu tanda penduduk tuan? Ini untuk catatan saja", ucap petugas dengan ramah. Karena ia tahu dengan melihat mobil Moreno saja sudah dipastikan pemilik nya bukanlah orang sembarangan.
Moreno memberikan surat-surat yang di minta petugas. Petugas itu segera meneliti keterangan satu persatu. Sementara petugas satunya sudah berada di dekat temannya itu.
"Moreno Anteras? Apa kah anda pemilik perusahaan Anteras tuan?", tanya petugas dengan hormat.
"Hm ...", jawab Moreno singkat dan tak berminat.
"Oh kalau begitu silahkan lanjutkan pekerjaan tuan yang tertunda karena saya. Saya tidak mau panjang urusannya nanti. Kami tidak mau berurusan dengan atasan nantinya", Ucap salah satu petugas kembalikan surat-surat milik Moreno.
"Silahkan tuan, maaf sudah mengganggu anda. Selamat malam", ucap petugas meninggalkan Moreno dan menjauh dari mobilnya.
"Uhhh, membuat mood ku hilang saja", gerutu Moreno kesal.
Sementara Audri tidak tahan mendengar umpatan Moreno yang sangat kesal. Tawa Audri pun pecah. Gadis itu tertawa sejadi-jadinya sambil menekan perutnya karena merasa konyol dan lucu melihat kekasihnya marah-marah. Apalagi mengingat kondisi mereka berdua sesaat kaca mobil di ketuk petugas. Hampir saja keduanya terlena dalam buaian.
Pada akhirnya Moreno pun tidak bisa menahan tawanya.
"Audri... sepertinya kita harus segara melangsungkan pernikahan. Jika lama-lama kita pacaran aku tidak janji bisa menahan diri ku pada mu", ucap Moreno menatap Audri yang sudah terdiam dari tawanya.
"Tapi kita harus mempersiapkan semuanya Reno, masih banyak yang harus kita bahas. Buatku pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral dan di lakukan hanya satu kali dalam hidup, Aku tidak menginginkan kegagalan dalam berumah tangga".
"Dan aku menginginkan setelah menikah tetap menetap di Barcelona, karena kota itu sudah menyatu dengan ku Reno. Di Barcelona aku memulai mengembangkan diri ku dalam berkarir".
"No problem, itu bukan masalah yang berat. Sepulang kita di perjalanan ini aku sudah mulai berkantor di kota Barcelona. Kita bisa bertemu setiap saat", ucap Moreno.
"Aku ingin segera menikah dengan mu Audri. Aku benar-benar mencintaimu".
Audri tersenyum mendengarnya. "Aku tahu. Tapi boleh kah aku memikirkannya terlebih dahulu Reno?".
"Kau butuh beberapa lama memiliki jawabannya? Kenapa tidak menjawabnya sekarang saja? HM...atau kita lanjutkan lagi yang tertunda tadi. Kita latihan lagi", ucap Moreno dengan wajah konyolnya menatap Audri yang melebarkan matanya.
__ADS_1
"Moreno kau jangan macam-macam dengan ku", Ketus Audri.
"Aku akan memberikan tubuh ku seutuhnya di saat kita sudah sah menjadi suami istri itu tidak bisa di tawar lagi", Ucap Audri.
"Ya itu bagian bawah tubuh mu, tapi tidak bagian atasnya aku akan menjamahnya dari sekarang", ucap Moreno menarik tengkuk Audri dan me*umatnya dengan lembut.
"Sstt.. Audri berdesis.
"Reno, kau belum menceritakan tentang Alice pada ku. HM.. Sebenarnya aku melihat kalian di toilet tadi. Aku melihat dan mendengar semuanya. Apakah ia cinta pertama mu Reno? Kenapa kau melewatkan cerita kalian dan menutupinya dari ku Reno?.
Moreno menghentikan ciumannya. Perlahan ia menjauhkan wajahnya dari Audri. "Karena cerita itu tidak menarik. Membuat ku muak mengungkit cerita masa lalu ku dengan nya. Saat hati ku sedang berminat untuk membahasnya pasti akan aku ceritakan semuanya pada mu", ucap Moreno sambil mengusap lembut wajah Audri.
"Aku mengerti Moreno", balas Audri sambil memeluk tubuh kekasihnya itu.
...***...
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1