
"Menurut aku, Dimitri dan asistennya mengatakan yang sebenarnya, Varo"
"Iya. Aku menangkapnya seperti itu juga", jawab Alvaro sambil menyeruput kopi yang di suguhkan sekertaris Moreno diruang kerja Moreno di hotel berbintang miliknya.
"Apa yang kau rasakan setelah mengetahui semua cerita tentang adikmu Assensio, dude?"
Alvaro menatap lurus ke depan sementara jemari tangannya mengetuk-ngetuk sandaran tangan di sofa. Alvaro menyandarkan punggungnya.
"Sejujurnya aku sangat sedih melihat kondisi Assensio seperti itu. Sebenarnya ia tidak pernah merasakan kasih sayang ku sebagai kakaknya. Kau tahu sendiri bagaimana aku menolak untuk menemui nya selama ini".
"Sekarang, lagi-lagi Assensio harus merasakan kepedihan setelah ia mendapatkan kesadaran seutuhnya nanti. saat melihat Lethicia sudah menjadi istri ku", ucap Alvaro sambil mengusap wajah nya.
"Apa yang di katakan Dimitri ada benarnya Varo, semoga sebelum Assensio sembuh akan ingatannya Istrinya bisa membuatnya benar-benar jatuh cinta kepadanya. Karena aku pernah baca tentang amnesia ini, di saat memori seseorang hilang total namun ada satu hal yang tetap ada yaitu perasaan yang mendalam... Tidak akan pernah hilang dari ingatannya".
"Yang kau ucapkan itu memang benar, tetapi masalahnya Tatiana tidak mencintai Assensio. Kau dengar sendiri kan ayahnya tadi mengatakan demikian", balas Alvaro.
"Iya juga ya..", jawab Moreno sambil menggaruk kepalanya.
"Besok pagi aku akan menemui adikku dan istrinya. Aku akan mengatakan yang sebenarnya".
"HM... Varo, apa kau mencurigai seseorang yang telah mencelakai Assensio?".
"Aku masih mencari tahu kebenarannya. Banyak kemungkinan siapa orangnya. Namun aku dan Lethicia mencurigai seseorang yaitu adik tiri papa ku yang begitu berambisi mengambil alih pimpinan perusahaan Montana. Leonardo tidak menyangka aku akan kembali setelah kepergian ku puluhan tahun akhirnya aku memutuskan kembali ke Barcelona dan memutuskan memimpin perusahaan Montana. Di awal ke kembalinya aku, ia sempat mengancam dengan semua kata-katanya yang sangat ambisius", ucap Alvaro.
"Sebaiknya kau juga harus berhati-hati Varo. Jika seorang penjahat gagal mendapatkan yang diinginkannya, pasti ia akan menancapkan kuku tajamnya ke sekitar mangsanya, memaksa mengambil yang diinginkannya dengan segala cara".
"Kau juga harus mengetatkan penjagaan untuk Istri mu", ucap Moreno sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
"Iya. Aku sudah menambah penjagaan ketat untuk keluarga ku".
*
Malam semakin larut. Jam di dinding terus bergulir, berdetak cepat menunjukkan pukul dua dini hari.
__ADS_1
Ceklek..
Di Apartemen mewah di pusat kota Madrid terlihat seorang wanita muda mengendap-endap membuka handle pintu.
Ia melepaskan heelsnya dan menjijitkan kakinya berjalan perlahan kemudian berlari tanpa bersuara di ruangan yang gelap. Hanya ada pantulan cahaya bulan yang samar-samar menerangi seluruh ruangan itu.
"Kau dari mana Tatiana?"
"Degg..
Suara berat dan terdengar sangat tegas karena menahan emosi yang menguasai dirinya menghentikan langkah wanita itu.
"Nikolas, kamu belum tidur?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan Tatiana, kau dari mana malam-malam begini?", ketus Assensio beranjak dari duduknya mendekati tempat Tatiana yang berdiri terdiam sambil menggenggam sepasang heels di tangannya.
"E..Bukan urusan mu", tegas Tatiana hendak membalikkan tubuhnya. Namun dengan kasar Nikolas menarik dan mencengkram lengan Tatiana.
"A-pa yang kau laku, K-kau menyakiti ku".
"A-pa mau mu, Nikolas. Lepaskan!", ucap Tatiana memberontak sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari laki-laki yang berstatus sebagai suaminya.
"Kau membuat kesabaran ku hilang Tatiana".
Brettt..
Tangan kokoh Nikolas menarik dengan keras kemeja kerja Tatiana. Kemeja itu robek memanjang dengan kancing berhamburan dilantai.
"Nikolas, kau mau apa?", ujar Tatiana sambil menutupi dadanya yang terekspos dihadapan laki-laki itu. Ini yang pertama bagi Tatiana dadanya terlihat langsung seperti itu.
Dua minggu pernikahannya dengan Nikolas. Mereka tidak melakukan apa-apa. Nikolas belum menyentuh tubuhnya sama sekali. Sebelum pernikahan Nikolas mengakui bahwa miliknya masih mengalami masalah. Hal itulah salah satu yang membuat Tatiana menerima Nikolas menjadi suaminya menuruti permintaan ayahnya. Karena Tatiana berpikir, ia tidak harus melakukan hubungan suami-istri dengan Nikolas.
"Syukurlah kalau milikmu belum bisa berdiri, artinya aku tidak harus melayani mu", ucap Tatiana dua minggu yang lalu.
__ADS_1
Selama Nikolas di dekatnya, Tatiana tahu masalah yang di hadapi oleh Nikolas, karena Nikolas lah yang berkata jujur mengatakan kekurangan yang ada pada dirinya. Nikolas bahkan memperlihatkan hasil diagnosa dokter yang menyatakan laki-laki itu mengalami Disfungsi ereksi.
Karena itulah yang menjadikan bahan ejekan Tatiana pada Nikolas. Tatiana selalu mengolok-olok kelemahan Nikolas itu dengan tujuan agar laki-laki itu menolak permintaan ayahnya.
Namun sayangnya taktik Tatiana tidak berlaku bagi Nikolas, laki-laki itu bukannya menjauh tapi malah menerima permintaan ayahnya untuk segera menikahi Tatiana.
"L-lepaskan aku Niko, kau menyakiti ku", ucap Tatiana dengan suara bergetar.
"Akan aku tunjukkan pada mu siapa pemimpinnya. Kau harus tahu posisi mu Tatiana. Ayahmu memintaku menjadi suami sesungguhnya. Bukan hanya melindungi putri nya saja. Dan sekarang aku ingin menunjukkan hasil pengobatan ku selama ini", bisik Nikolas ditelinga Tatiana yang terdiam berdiri dengan tubuh terdesak di dinding dengan tubuh atletis Nikolas menghimpit tubuhnya.
Kedua tangan Nikolas menarik tengkuk Tatiana dan menyatukan bibirnya dengan kasar pada bibir Tatiana yang bergetar dan terasa sangat dingin.
Nikolas memaksakan lidahnya masuk kedalam mulut Tatiana yang tertutup rapat. Tak gentar laki-laki itu semakin menekan mulut Tatiana sambil meremas kuat-kuat dada Tatiana menyelusupkan jemari tangannya kedalam bra wanita itu hingga pertahanan Tatiana jebol juga.
Tatiana merasakan sesak tidak bisa bernafas. "Lepaskan aku brengsek..!", teriak Tatiana dengan suara tertahan karena Nikolas semakin menyerangnya.
"Akan aku tunjukkan pada mu sekarang, Tatiana. Setelah ini aku pastikan kau tidak akan pernah lagi melontarkan kata-kata olokan mu itu pada ku. Aku pastikan kau yang akan selalu mengemis kepada ku. Aku pastikan kau yang akan selalu memohon kepada ku untuk memasuki mu", ucap Nikolas sambil melucuti satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Tatiana.
Kemeja yang sudah tidak tahu lagi bentuknya itu pun sudah teronggok di lantai.
Saat Nikolas lengah, Tatiana mendorong kuat tubuh laki-laki itu hingga melonggarkan kungkungan nya pada tubuh Tatiana.
Tanpa pikir panjang Tatiana berlari sekuat tenaga menuju kamarnya dan dengan cepat hendak mengunci pintunya, namun dengan keras Nikolas mendorong pintu itu hingga Tatiana terhuyung ke belakang.
"Kau wanita pembangkang yang keras kepala. Ayah mu sangat benar mengatakan itu , Tatiana", ketus Nikolas sambil menarik keras tangan Tatiana dan melempar tubuh wanita itu keatas tempat tidur.
"Akan aku tunjukkan sekarang. Aku akan membuat mu memohon kepadaku", ucap Nikolas sambil melepaskan seluruh pakaiannya. Begitupun milik Tatiana hingga tak satu benang pun melekat di tubuh itu.
"L-lepaskan aku Niko.. J-jangan seperti ini...
...***...
APAKAH AKAN BERHASIL WIK WIK WIKK NIKO-TATI? π
__ADS_1
note : Selama Assensio amnesia, author tetap memanggilnya Nikolas, biar ngak bingung bacanya π