
Shitt, kau ini mengganggu ku saja", teriak Liam mendudukkan tubuhnya membuka kacamata hitamnya dan mengangkat wajahnya menatap tajam pramugari yang telah mengusiknya.
"Kau...
Seketika tubuh Liam berdiri dari tempat duduknya. "Raffaella..", ucap Liam tidak percaya.
Saking kagetnya ia menabrak troli yang di atasnya terdapat minuman dan makanan. Spontan Liam menarik tangan Raffaella masuk kedalam kamar yang ada diantara sekat bagian depan pesawat dan bagian belakang.
Sementara teman-temannya pura-pura tidur tidak mendengar perkataan Liam yang sangat terkejut melihat siapa yang ada di depannya.
"Akhirnya mereka bersama juga", bisik Lethicia pada suaminya. Keduanya menahan tawa mereka.
*
"Apa maksudnya ini Raffaella?", tanya Liam menghimpit tubuh gadis itu di belakang pintu. Mereka begitu dekat. Bahkan hembusan nafas Liam bisa di rasakan Raffaella.
"Seperti yang kau lihat, aku berada di pesawat ini juga", jawab Raffaella tersenyum.
"Kau sengaja melakukannya? Apa ini?". Liam menatap pakaian yang di pakai Raffaella.
"Kau sungguh-sungguh memakai pakaian pramugari?", tanya Liam menelisik wajah cantik gadis itu. Gadis yang membuat hatinya galau beberapa hari ini karena penolakannya. Bahkan ia tidak bersemangat pergi ke Valencia menghadiri acara temannya Moreno karena penolakan Raffaella ketika Liam mengajak pergi bersamanya.
"Aku sengaja melakukannya. Aku sengaja menolak ajakan mu Liam. Aku ingin memberi mu kejutan. HM... Aku tidak tahu kenapa kau terlihat tidak ramah ke pada pramugari pesawat Liam. Kau sangat ketus dan ti..
Tangan Liam menarik tengkuk Raffaella.
Liam me*umat bibir Raffaella yang sedang berbicara. Raffaella tidak bisa melanjutkan ucapannya.
Ciuman spontan Liam membuat Raffaella terkejut. Ia berusaha mendorong tubuh Liam, namun nyatanya tenaga laki-laki itu sangat kuat mengungkung tubuh Raffaella.
Liam memperdalam ciumannya meskipun Raffaella tidak membalasnya sama sekali. Raffaella hanya mencengkram kuat lengan Liam. Saat ini Liam mencium bibirnya sangat lembut dan penuh perasaan, Raffaella bisa merasakannya. Akibat buaian itu, tubuh Raffaella gemetaran. Kakinya terasa begitu lemah, seakan tidak kuat menopang tubuhnya sendiri. Raffaella memejamkan kedua matanya terbuai akan sentuhan Liam.
Menit berikutnya, Liam menghentikan ciumannya. "Kau gadis yang nakal Raffaella, kau harus menerima hukuman", ucap Liam dengan suara serak sambil menempelkan keningnya pada kening Raffaella. Jemari tangannya mengusap lembut bibir Raffaella yang terlihat membengkak ulahnya barusan.
Raffaella membuka kedua matanya. Dengan nafas menderu wanita itu mengangkat wajahnya menatap lekat laki-laki yang baru saja menciumnya dengan mesra.
__ADS_1
"Kita harus keluar sekarang. Aku harus mengganti pakaian ketat ini Liam. Aku tersiksa memakainya", Ucap Raffaella meringis menahan sesak.
"Salah sendiri... kenapa juga kau memakainya".
"Lethicia bilang...
Liam mengernyitkan alisnya.
"OH, jadi kalian bersekongkol mempermainkan aku?", seru Liam menatap tajam kedua netra Raffaella.
"Jangan katakan Alvaro terlibat juga", seru Liam lagi sambil menelisik wajah Raffaella.
"Tapi aku puas, kami berhasil membuat mu terkejut kan", cicit Raffaella tersenyum puas.
"Kau ikut dengan ku, sekarang gadis nakal!", perintah Liam menarik tangan Raffaella keluar kamar.
"Tapi aku mau ganti baju..
"Nanti saja, ganti bajunya!", ucap Liam menarik tangan Raffaella keluar menuju tempat duduk Lethicia dan Alvaro yang terlihat sedang tertidur pulas menggunakan kacamata hitam.
Liam melepas paksa kacamata hitam di wajah Alvaro. Ia tahu pasti temannya itu pura-pura tidur.
Lethicia pura-pura menguap sambil merentangkan kedua tangannya, seperti orang baru bangun tidur.
"Kalian berdua ini benar-benar pasangan serasi ya. Tega sekali bersekongkol dengan Raffaella membohongi ku", ucap Liam menatap pasangan suami istri itu bergantian.
Sementara Fernandez dan Carla memasang headset ditelinga mereka, pura-pura sibuk dengan urusannya.
"Bukannya itu bertanda baik Liam, kau tahu perasaan mu yang sebenarnya pada Raffaella begitupun sebaliknya. Sudahlah, resmikan saja hubungan kalian", seru Alvaro.
"Iya tidak Nandez?", teriak Alvaro pada Fernandez yang tidak mendengarnya.
"OH, jadi kalian semua terlibat permainan ini?", ketus Liam menolehkan kepalanya menatap Fernandez yang asyik berbincang dengan Carla.
Liam menghampiri Fernandez yang tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke luar jendela. "Dasar kau pura-pura tidak tahu apa-apa", ketus Liam menarik headset ditelinga sahabatnya itu.
__ADS_1
Fernández terkejut. "Ada apa dude, kenapa kau ini?".
"Halah, jangan pura-pura tidak tahu kalian bersekongkol mempermainkan aku".
"Tega sekali kalian pada teman sendiri. Gara-gara kalian, aku jadi seperti orang bodoh saja", ketus Liam kesal.
"Itu namanya cinta. Katakan saja langsung pada Raffaella bahwa kau mencintainya dan membutuhkannya di samping mu", seru Fernandez mengolok sahabatnya Liam yang menghunuskan tatapan tajam padanya.
"Kau harusnya berterima kasih pada kami, dude. Berkat teman-teman mu akhirnya kau tidak jadi nyamuk selama di kota Valencia yang romantis itu", seru Fernandez.
"Sebaiknya kita bersulang untuk keberhasilan membuat kejutan sahabat kita ini, Varo.
Akhirnya kita semua mengetahui perasaan Liam", seru Fernandez di sambut tawa Alvaro dan yang lainnya.
Pada akhirnya Liam ikut tertawa juga. Ia terlihat grogi. Laki-laki itu mengusap tengkuknya sambil duduk di samping Raffaella yang tersipu malu.
"Ngomong-ngomong...Apa yang kalian lakukan di kamar ku tadi? Jangan katakan kalian melakukannya di kamar ku", ucap Alvaro menggoda Liam dan Raffaella.
...***...
SELALU DI TUNGGU VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA DARI KALIAN 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA