
Penandatanganan kontrak kerjasama antara Alvaro dan Tatiana baru saja selesai di laksanakan. Keduanya terlihat bersalaman.
"Semoga kerja sama ini bisa saling menguntungkan bagi perusahaan kita tuan Alvaro", ucap Tatiana tersenyum di kala berjabat tangan setelah penandatanganan kontrak.
"Tentu saja. Aku pastikan perusahaan anda akan mendapatkan keuntungan melalui kerjasama sama ini", jawab Alvaro meyakinkan.
Tatiana tersenyum mendengarnya. Wanita cantik itu tak henti menatap Alvaro dengan tatapan kagumnya.
"Apakah anda single tuan Alvaro Montana?", tanya Tatiana dengan suara lembut saat tangan masih di posisi saling berjabatan karena banyaknya kamera yang menyorot kearah mereka.
"Tentu saja tidak. Aku sudah memiliki istri yang sangat cantik. Saat ini sedang mengandung anak pertama kami", jawab Alvaro dengan tegas.
"Wah, kalau begitu selamat untuk tuan. Beruntung sekali istri anda, memiliki laki-laki yang punya segala-galanya di usia muda seperti tuan Alvaro. Jika ada kesempatan saya sangat ingin berkenalan dengan istri tuan".
"Justru aku yang beruntung memilikinya", jawab Alvaro melepaskan tangannya dari genggaman jemari halus lembut Tatiana.
Di akhir acara di akhiri dengan bersulang yang disambut dengan tepuk tangan orang-orang perwakilan perusahaan Montana dan orang-orang perwakilan perusahaan Dacutti yang berada di ruang pertemuan tersebut.
Tatiana terlihat masih ingin mengobrol dengan Alvaro yang terkesan sangat dingin setelah penandatanganan kontrak kerjasama yang baru saja selesai. "Apakah saya bisa meminta kontak anda tuan Alvaro? Mungkin ada hal mendesak soal bisnis kita yang akan saya diskusikan dengan anda secara pribadi", Ujar Tatiana sambil menyesap wine dari gelas yang digenggamnya.
Netra hazel milik Tatiana tak henti menatap sosok Alvaro. Laki-laki tampan bertubuh tinggi atletis dengan tatapan tajam itu begitu mengagumkan dengan setelan blazer formal kantor berwarna hitam Slim fit yang sangat pas di tubuhnya.
"Anda bisa meminta kontak asisten ku Hector. Semua urusan pekerjaan bisa langsung dibicarakan dengan Hector", tegas Alvaro sambil menaruh gelas yang berisi wine di tangannya ke atas meja di dekat mereka.
Tatiana menganggukkan kepalanya, terlihat wanita itu meneguk wine yang tersisa di gelasnya hingga tandas. "Ternyata dia laki-laki idaman yang sangat sulit", batin Tatiana.
__ADS_1
"Maaf mengganggu".
Tiba-tiba Nikolas berdiri di diantara Tatiana dan Alvaro. Terlihat laki-laki itu membisikkan sesuatu ke telinga Tatiana. "Kamu tidak boleh minum terlalu banyak Tatiana, aku tidak mau kau merusak semuanya", bisik Nikolas ditelinga gadis itu sambil mengambil gelas yang masih di genggaman tangan Tatiana.
Alvaro sekilas menangkap sesuatu diantara keduanya.
"Permisi nona Tatiana, tuan Nikolas... Perkenalkan saya Hector asisten tuan Alvaro Montana. Sebagai bentuk syukur sudah terjalinnya kerjasama antara perusahaan Montana dan perusahaan Dacutti maka malam ini tuan Alvaro mengajak nona dan rombongan untuk hadir di jamuan makan malam yang diadakan di Royal Hotel malam ini".
Terlihat senyuman di wajah Tatiana, namun tidak dengan Nikolas. Laki-laki itu memasang wajah tidak suka.
"Oh de.. (Ucapan Tatiana dipotong Nikolas)
"Maaf tuan, kami tidak bisa menghadiri jamuan makan malam karena malam ini sudah ada jadwal lain dengan rekan bisnis nona Tatiana. Sementara besok pagi-pagi sekali kami sudah harus terbang kembali ke Madrid", ucap Nikolas dengan tegas menyela ucapan Tatiana.
"Wah sayang sekali nona Tatiana, padahal aku akan memperkenalkan mu dengan istri ku Lethicia", jawab Alvaro sambil tersenyum ramah.
"Saya pastikan akan datang pada jamuan makan malam yang anda adakan tuan Alvaro. Tentu saja saya senang bisa berkenalan dengan istri tuan. Sekarang kami permisi. Sampai jumpa nanti malam", ucap Tatiana tersenyum sesaat. Namun dibalik senyuman yang di perlihatkannya tersimpan sejuta misteri.
Alvaro dan orangnya mengantar Tatiana dan rombongan hingga ke depan pintu lift.
Sesaat pintu lift tertutup Alvaro dan Hector langsung menuju ruang kerja Alvaro.
"Bagaimana apa kau sudah mendapatkan yang aku perintahkan kepada mu, Hector?"
"Iya tuan, saya sudah mendapatkan apa yang tuan butuhkan", jawab Hector.
__ADS_1
"Good. Sekarang putar kembali rekaman CCTV di pertemukan tadi. Kita lihat apa kita akan mendapatkan sesuatu.
Hingga rekaman CCTV berakhir, yang di perhatikan Alvaro hanya gesture tubuh Nikolas. Beberapa kali ia terlihat menelpon dan yang paling tampak perubahan saat mendengar nama Lethicia. Raut wajah laki-laki itu berubah seketika.
"Alright...sudah cukup. Sekarang siapkan mobil, aku akan pulang memberitahu istri ku tentang jamuan makan malam. Kau urus pekerjaan ku di sisa hari ini", perintah Alvaro.
"Baik tuan..
...***...
KIRIM VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA