MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MORNING KISS


__ADS_3

Lethicia mengerjapkan kedua matanya dan menggeliatkan tubuhnya perlahan. Meraba-raba tempat tidur di sebelahnya, namun tidak menemukan apapun.


"Kau mencari siapa di sana sayang?".


"Ahh aku keduluan lagi bangun tidur oleh mu. Kau membuat ku bertanya-tanya sayang, bagaimana caranya bisa bangun tidur selalu tepat waktu padahal aku selalu tidur duluan dari mu", ucap Lethicia sambil bangkit dan duduk ditepi tempat tidur. Ia mengusap wajah bantalnya dan merapikan rambutnya dengan tangan.


"Caranya sangat gampang", jawab Alvaro mendekati istrinya. "Kau cukup membantu ku. Bercinta tiap malam dengan istri ku dan memandangi wajahnya saat ia terlelap tidur", Jawab Alvaro sambil mencium lembut bibir Lethicia. sementara tangannya mengusap perut istrinya itu yang sudah nampak membesar.


"Itu tidak menjawab pertanyaan ku", jawab Lethicia singkat.


"Varo kau selalu saja tidak mengeringkan rambut mu sehabis mandi. Lihatlah masih menetes membasahi ku", protes Lethicia.


"Aku sengaja, biar kau saja yang mengeringkannya", bisik Alvaro di telinga Lethicia.


Lethicia tersenyum mendengar jawaban Alvaro. "Ayo aku bantu mengeringkan rambut mu. Aku juga harus menyiapkan pakaian kerja mu", ujar Lethicia beranjak dari tempat tidur menarik tangan Alvaro ke walk in closet.


Alvaro duduk seperti anak-anak yang patuh pada mamanya. Ia duduk di kursi sementara Lethicia mengambil handuk lain di dalam lemari.


Alvaro menatap istrinya, ia tersenyum melihat perubahan tubuh Lethicia yang sudah terlihat semakin berisi di usia kehamilannya bulan ke keempat dan memasuki bulan kelima.


Lethicia menggosokkan handuk bersih keatas kepala Alvaro hingga kering dan tidak ada air sisa mandi yang menetes lagi.


"Sudah. Gantilah pakaian mu aku sudah menyiapkannya", ucap Lethicia. Ia hendak membalikkan badannya namun di cegah oleh Alvaro.


Alvaro menarik pinggang Lethicia dan mendudukkan nya di pangkuannya. "Kau sangat seksi sayang dan menggoda ku. Aku menyukai perubahan tubuh mu setelah hamil, terutama bagian ini", ucap Alvaro meremas dada Lethicia yang semakin menantang sementara bibirnya me*umat bibir Lethicia.


"Varo, kita harus bersiap ke kantor sekarang. Lihatlah aku belum membersihkan tubuh ku", ucap Lethicia.


Sebenarnya sentuhan Alvaro membuat tubuh Lethicia menginginkan nya juga, namun Lethicia harus pergi pagi hari ke galeri nya. Karena banyaknya orderan keramik yang berdatangan dari luar Barcelona. Sementara Audri masih izin karena berada di Prancis.


"Hanya sebentar saja sayang, aku bisa melakukannya dengan cepat", bisik Alvaro dengan suara serak. Lethicia tahu suaminya itu sudah diliputi gairah yang membuncah dalam dirinya.


Kalau sudah seperti ini Lethicia pasti akan memberikannya untuk laki-laki yang sangat di cintainya itu.

__ADS_1


Lethicia membalas ciuman panas Alvaro. Lidah keduanya saling membelit. Hingga ruangan itu terasa panas dan sesak. Lethicia merubah posisi duduk tubuhnya menghadap Alvaro yang memangku nya.


Sementara Lethicia membalas ciuman Alvaro. Alvaro menurunkan lingerie berbahan satin dengan tali spaghetti milik Lethicia hingga merosot ke bawah. Tubuh Lethicia bagian atas sontak polos, menempel pada dada bidang Alvaro.


Tok tokk tokk


"Varo ada yang mengetuk pintu, sayang. Lihatlah".


"Lethicia, biarkan saja. Aku sudah tidak tahan sayang", jawab Alvaro mencengkram kedua dada Lethicia yang ada tepat di depan wajahnya. Bergantian mengulum puncaknya.


Tok tokk tokk


"Sayang bukalah pintu, mungkin itu penting. Aku akan mandi dulu. Aku janji nanti kita lanjutkan lagi", ucap Lethicia membujuk suaminya. Lethicia berdiri menaikkan lagi tali lingerie nya.


Sementara Alvaro mengatur nafasnya. menghirup dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam.


"Shitt...siapa yang berani mengganggu pagi-pagi begini", umpat Alvaro sambil memakai bathrobe ketubuhnya. Ia membuka pintu kamar. Terlihat pelayan di sana.


"Maaf tuan, tuan Montana meminta anda menemui nya sekarang".


"Baik tuan.


Alvaro memakai pakaian kerjanya yang sudah di siapkan Lethicia beberapa saat yang lalu. Setelah selesai bersiap ia duduk di sofa menunggu istrinya. Seperti biasa Alvaro pasti bersama Lethicia turun ke bawah.


Tak lama berselang Lethicia sudah selesai membersihkan tubuhnya. "Sayang siapa tadi yang mengetuk pintu?", tanya Lethicia dari ruangan wardrobe. Ia melihat Alvaro duduk di sofa sambil melihat layar iPad-nya.


"Pelayan menyampaikan, papa memintaku menemuinya sebelum pergi kekantor", jawab Alvaro tanpa mengalihkan perhatiannya pada iPad.


"Kenapa kau belum menemui nya Varo? Siapa tahu ada hal penting yang akan papa katakan. Kenapa kau malah duduk di situ?"


"Seperti biasanya, aku akan turun bersama mu", jawab Alvaro di belakang Lethicia yang sedang memasang bra berwarna biru menutupi dadanya.


Varo menaruh rambut Lethicia ke depan. Ia memasangkan pengait bra Lethicia. Sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya itu.

__ADS_1


"Sayang hentikan. Papa menunggu mu, aku tidak mau kau kebablasan nanti", ujar Lethicia mengingatkan Alvaro. Ia mengambil dress hamil berwarna krem berbahan katun lembut dan nyaman ditubuh.


"Iya aku tahu. Tapi aku akan menagih janji mu. Kau tidak lupa kan?", ucap Alvaro sambil memasang resliting dress Lethicia.


"Apa?", tanya Lethicia membalikkan tubuhnya menghadap Alvaro.


"Kau akan menyelesaikan yang tadi tertunda".


"Ya ampun Varo, apa karena hal itu kau belum menemui papa. Apa karena itu kau menungguku?", seru Lethicia melebarkan kedua matanya dan berkacak pinggang.


"Iya. Mengingatkan mu. Nanti siang sopir akan menjemputmu ke kantor ku. Tidak ada bantahan, kau mengerti Lethicia!".


"Sekarang ayo kita temui papa", ucap Alvaro menggenggam erat jemari tangan Lethicia. Lethicia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.


...***...


TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA KAKAK2 ❤️


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2