
Audri menelisik tubuhnya di depan cermin berukuran besar di kamar hotel mewah tempat ia dan suaminya menginap. Audri melebarkan kedua matanya melihat tanda-tanda merah memenuhi tubuh bagian depan.
Dua hari pernikahan benar-benar membuat Audri berubah. Hari-harinya di isi dengan bercinta dengan Moreno. Bahkan yang menginginkan itu bukan suaminya saja namun Audri tak sungkan memulainya.
Sentuhan Moreno membuat Audri ketagihan berhubungan intim dengan suaminya itu.
Rencananya siang ini keduanya akan terbang menuju kota kelahiran Audri. Prepare resepsi pernikahan ia dan Moreno yang akan di adakan di kota Valencia. Untuk resepsi kali ini, Moreno memilih tema klasik dengan diadakannya pertunjukan matador dimana seorang torrero akan beradu dengan banteng liar. Kemudian dilanjutkan dengan outdoor party.
Audri menatap suaminya yang tidur tertelungkup sambil memeluk bantal dengan tubuh polosnya. Otot-otot tubuh Moreno tercetak begitu sempurna. Tubuh yang selalu digilai Audri semenjak pernikahan mereka.
Ting tong..
Audri keluar kamar dan membuka pintu, ia tahu pasti itu sarapan yang di pesannya. Audri menaruh makanan dan minuman yang tertata di bed tray di atas tempat tidur. Ia masih memakai bathrobe berwarna putih menutupi tubuhnya setelah mandi tadi.
Audri mengusap lembut punggung Moreno dan mengecupnya. "Sayang ayo bangun. Perutku sudah sangat lapar", ucap Audri di telinga suaminya.
Moreno tak bergeming sedikitpun. "Sayang ayo bangun", ucap Audri mengulangi ucapannya sambil mengusap lembut rambut suaminya.
"HM.."
Moreno mengerjap-ngerjapkan matanya. Tangannya melingkar ke pinggang Audri.
"Sayang, perutku lapar sekali. Aku sudah memesan sarapan kita. Ayo bangun".
"Aku akan bangun kalau kau memberikan ciuman selamat pagi untuk suami mu", ucap Moreno sambil membalikkan tubuhnya terlentang. Ia masih terlihat bermalas-malasan untuk bangkit dari tempat tidur.
__ADS_1
Audri menuruti permintaan suaminya, mencium lembut kening, kedua mata dan bibir Moreno. Hal yang tidak akan di sia-sia laki-laki itu kala Audri menyentuhnya.
Moreno menekan tengkuk Audri sementara ia membalas dengan liar ciuman istrinya. "Hm...kau sangat harum sayang, aku menyukai aroma mu", ucap Moreno mengurai ciumannya. Ia mendudukkan tubuhnya. Begitupun Audri yang masih mengatur nafasnya.
"Kau makan saja duluan kalau perut mu sudah kelaparan sementara aku mandi", ucap Moreno sambil mengusap lembut wajah istrinya.
"Aku akan menunggu saja. Bukankah sepasang suami-istri sebaiknya makan bersama, hm", jawab Audri tersenyum manja sambil memeluk lengan Moreno.
"Aku setuju dengan mu sayang. Aku mandi sekarang dan kita sarapan bersama setelah itu kita bersiap ke bandara", ujar Moreno berdiri.
"Iya sayang, bersihkanlah tubuh mu".
*
Terlihat Zanetta-Zanetti berlarian menghambur kepelukan Liam yang baru saja turun dari mobilnya.
Dengan hangat Liam memeluk kedua tubuh mungil itu ke pahanya. Sementara terlihat Raffaella berdiri didepan rumah dengan tangan bersedekap didadanya, tersenyum melihat kedua ponakan kesayangannya sangat senang melihat siapa yang datang ke rumah mereka.
"Wait...Paman membawakan sesuatu untuk kalian", ucap Liam sambil membuka pintu mobil bagian belakang.
Terlihat dua buah boneka dan dua paper bag berwarna merah. "Satu untuk Zanetta dan satunya lagi untuk Zanetti", ucap Liam menyerahkan bingkisan yang dibawanya.
Zanetta-Zanetti bersorak kegirangan menerima boneka yang bentuk dan warnanya sama persis.
Raffaella menghampiri ketiganya. "Sayang...bilang apa sama paman Liam?".
__ADS_1
"Terimakasih paman Liam", ucap Zanetta Zanetti kompak sambil melebarkan kedua tangan mereka hendak memeluk leher Liam. Liam mengerti ia menundukkan kepalanya. Keduanya memeluk leher Liam dan memberikan ciuman sayang untuk laki-laki yang di panggilnya paman itu.
"Aah kalian anak-anak yang manis sekali. Paman senang sekali bertemu kalian Zanetta-Zanetti", ucap Liam melingkarkan tangannya pada tubuh keduanya.
Melihat pemandangan di depannya, membuat hati Raffaella menghangat. Ia tidak pernah menyangka Liam begitu menyukai anak kecil. Sangat berbanding terbalik dengan pertemuan pertama mereka. Raffaella sempat membenci sosok Liam yang di nilainya sangat menyebalkan.
"Zanetta Zanetti..ayo masuk sekarang", ujar Raffaella pada kedua keponakannya yang sangat senang memeluk boneka yang diberikan oleh Liam.
"Iya bibi, bye paman Liam", ucap Zanetta Zanetti berbarengan
"Bye...sayang", jawab Liam sambil menatap lekat Raffaella yang sang sangat cantik hari ini. Gadis itu terlihat lebih feminim dengan dress ketat selutut, sangat pas di tubuhnya yang tergolong tinggi.
"Kau sangat cantik Raffaella", Ucap Liam membuka pembicaraan pada Raffaella.
Raffaella tersenyum mendengarnya. "Terimakasih Liam. Apa kita pergi sekarang?".
"Iya...kalau kau tidak keberatan", jawab Liam.
Raffaella menganggukkan kepalanya. "Ayo masuk dulu, aku mengambil tas ku dan berpamitan pada kakak ku. Setelah itu baru kita pergi", Ucap Raffaella tersenyum hangat.
Liam menganggukkan kepalanya dan mengikuti Raffaella masuk kedalam rumah.
...***...
JANGAN LUPA VOTE YA 🙏
__ADS_1