MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
BERJUANG BERSAMA


__ADS_3

"Liam, aku menunggu penjelasan mu. Siapa kau sebenarnya?", tanya Raffaella menatap tajam Liam.


"Seperti yang kau lihat. Orang tua ku salah satu orang terkaya di negara ini. Perusahaan yang mereka miliki menguasai segala sektor. Seperti apartemen ini. Bahkan masih banyak lagi usaha yang dimiliki orang tua ku. LEE JAE nama papa ku. Penthouse ini milik ku yang tidak pernah aku tempati karena aku lebih memilih tinggal di Paris", ucap Liam.


Raffaella menatap Liam.


"Liam kau tahu artinya itu? Orang tua mu tidak akan merestui hubungan kita. Wajar ayah mu menjodohkan di mu dengan wanita pilihannya karena ia ingin melindungi harta kalian".


"Liam...Masih ada waktu untuk mu, jika kau berubah pikiran tentang pernikahan kita. Tidak usah pikirkan perasaan ku, aku tidak apa-apa. Sejujurnya aku merasa tidak enak dengan keluarga mu jika kehadiran ku hanya menambah permusuhan antara kau dan ayah mu. Aku tahu kau mencintai ku, tapi aku tahu juga perasaan mu pasti sangat sedih jika terus-menerus tidak berhubungan baik dengan keluarga mu", ucap Raffaella terlihat begitu tegar. Ia masih berdiri di belakang pintu.


Sementara Liam memijat pelipisnya. Ia berdiri di dekat sofa mewah berwarna putih yang memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


"Aku tahu kau mencintaiku. Aku tidak meragukannya. Tapi aku akan bahagia jika kau bahagia seutuhnya Liam. Kau harus bahagia juga bersama keluarga mu".


Liam menatap Raffaella. "Bagaimana perasaan ku? Aku akan bahagia jika hidup dengan mu, wanita yang aku cintai sepenuh hatiku. Kau memikirkan keluarga ku, tapi tidak memikirkan perasaan kita Raffaella", seru Liam.


"Berhentilah memikirkan perasaan orang lain, sementara perasaan kau tersiksa. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi padamu, Raffaella", tegas Liam.


"Kita tetap melakukan seperti rencana semula, tujuan kita berada di Seoul yaitu menemui orang tua ku. Apapun keputusannya, aku tidak akan meninggalkan mu. Keputusan ku sudah bulat sama seperti kemarin, kita menikah meskipun ayah ku tidak merestui hubungan kita", ucap Liam dengan tegas dan tak terbantahkan.


Liam menyadarkan punggungnya di atas sofa. Di susul Raffaella duduk di sampingnya.


Sesaat kemudian, Liam merebahkan tubuhnya dengan kepala berada di pangkuannya Raffaella. "Aku hanya mencintai mu Raffaella. Hidupku hanya akan bahagia jika bersama mu", ucap Liam sambil memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Raffaella menundukkan wajahnya menatap kekasihnya itu. Ia membawa jemari tangannya mengusap lembut wajah Liam. "Aku tahu, kebahagiaan ku juga ada pada mu, Liam", ucap Raffaella pelan.


Raffaella menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Ia menatap ke depan.


Sejujurnya perasaan Raffaella campur aduk. Yang dikatakan Liam benar adanya. Jika ia mundur sudah dipastikan perasaan ia dan Liam hancur berkeping-keping. Meskipun di sisi lain membawa kebahagiaan bagi orang tua Liam. Jika ia terus melangkah bersama Liam, sudah di pastikan ia bahagia walaupun tidak mendapatkan restu dari orang tua Liam.


Sementara Liam sangat di terima oleh keluarga Raffaella, apa lagi sebelumnya kakak Raffaella sudah di kenalkan pada Liam. Saat Liam mengutarakan niatnya untuk menikahi Raffaella, Arianna dan suaminya sangat senang sekali. Apalagi mereka melihat ke duanya saling mencintai.


"Aku harap keluarga mu merestui kita, Liam. Agar kebahagiaan mu utuh. Menikahi aku dengan restu kedua orang tua mu", ucap Raffaella mengusap wajah tampan kekasihnya yang ada di pangkuannya.


...***...

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE YA 🙏


__ADS_2