My Little Prince

My Little Prince
Night Firework


__ADS_3

Tiba-tiba hatiku terasa sedikit sakit setelah mendengar ucapan Haku. Aku sudah menunggunya disini, tetapi dia tidak datang. Tanpa sadar aku sudah sangat murung saja. Tapi aku tidak boleh egois. Haku sedang di rumah sakit bersama yang lainnya.


"Yuko, Maaf."


"Daijoubu, Haku." ucapku pelan.


"Atau, aku akan kesana sekarang saja. Kamu pulanglah dulu ... Aku akan segera kesana." kata Haku cepat-cepat. Mungkin dia takut aku akan marah padanya.


"Tidak, Haku. Aku akan pulang saja. Dan kau harus tetap disana. Aku baik-baik saja kok. Saat ini mereka sedang membutuhkanmu." ucapku berusaha untuk tetap ceria.


"Tidak, Yuko! Kau pasti akan sangat kecewa padaku. Aku akan segera datang. Dan kita akan makan malam bersama."


"Tidak, Haku. Aku tidak marah dan tidak kecewa. Kau harus tetap disana. Kita bisa melakukannya lain kali."


"Baiklah. Kalau begitu segera pulanglah, Yuko. Hari sudah mulai gelap. Aku khawatir jika sesuatu terjadi padamu." kata Haku pelan.


"Hhm, Baiklah. Aku akan pulang. Bye ..."

__ADS_1


"Bye ..."


Aku mematikan panggilan itu dan masih duduk di halte untuk beberapa saat. Aku mulai memandangi langit yang mulai terlihat gelap. Seperti hatiku saat ini yang tiba-tiba terasa redup saja. Padahal sebelumnya sangat bersinar dan bersemangat sekali.


Ah! Jangan berpikiran yang macam-macam, Yuko! Bersikaplah dewasa sedikit saja! Mengertilah sedikit dengan keadaan Haku! Jangan seperti anak kecil!


Aku bangkit dari dudukku dan memutuskan untuk segera kembali ke kontrakanku. Aku berjalan pelan menyusuri pinggiran jalan itu. Angin malam yang berhembus terasa sedikit dingin. Setiap langkah kakiku terasa sedikit berat. Huft ...


"Yuko ..."


Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang memanggil namaku. Aku segera menoleh ke arah suara yang ternyata sudah di hadapanku. Dia tersenyum sangat manis dan menatapku terus. Mata itu, mata yang seperti Okavango Blue Diamond terus menatapku dari kejauhan.


Dia masih tersenyum lalu mulai berjalan mendekatiku.


"Yuko. Kau habis darimana? Tidak seperti biasanya ..."


Aku segera melihat diriku sendiri dan aku melihat rambutku yang sedikit bergelombang malam ini. Aku baru sadar, aku baru saja didandani oleh Jessica habis-habisan.

__ADS_1


"Tidak, Kak. Tadinya ada acara makan malam tapi ternyata tidak jadi. Jadinya aku mau pulang lagi ..." kataku pelan.


"Kalau begitu makan malam sama kakak saja yuk!"


"Ah ... Tidak perlu repot-repot, Kak. Aku akan segera pulang saja!"


"Tidak repot kok. Kebetulan kakak juga belum makan kok. Kita cari cafe di sekitar sini saja. Yuk!" ajak kak Zen yang sedikit menunduk memandangku. Dia terlihat sangat ceria sekali hari ini. Apa dia sedang dalam keadaan hati yang baik saat ini?


Tak lama kemudian ada beberapa kembang api yang meluncur ke langit. Aku dan kak Zen reflek menatap ke arah langit. Tanpa sadar aku sedikit tersenyum menatap kembang api itu. Langit malam yang gelap kini telah dihiasi oleh beberapa kembang api yang sangat cantik dan memukau.


"Kau suka melihat kembang api?" tanya Kak Zen yang sedikit menatapku dari samping. Dia juga sedikit menyunggingkan sebuah senyuman hangat.


"Iya, Kak. Aku selalu menyukai festival kembang api." kataku pelan dan masih terus menatap kembang api itu. "Mereka hanya beberapa, tapi dalam sekejap bisa menghiasi langit malam yang begitu gelap." aku tersenyum menatap kembang api itu.


"Mau melihatnya lebih dekat?" tanya kak Zen pelan.


Kini aku mulai menatap kak Zen. "Bolehkah?"

__ADS_1


"Ayok ..." kak Zen menarik tanganku dan menggiriringku untuk pergi ke suatu tempat yang tak jauh dari situ.



__ADS_2