
Aku segera mandi dan membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi ke acara perayaan penerimaan mahasiswa baru di Maidreamin Shibuya Cafe.
Hari ini aku memakai sebuah T-Shirt Putih dan memakai sweater cream lengan pendekku. Dan aku memutuskan memakai bawahan rok dan memakai sepatu booth putih sebetis.
Aku memakai riasan tipis dan segera merapikan rambutku. " Hhm.. Ternyata rambutku sudah agak panjang ya.." kataku kepada diriku sendiri.
Sebelum berangkat aku menyempatkan diri mengambil beberapa self camera terlebih dahulu di kamar. Aku memakai headphone kesayanganku untuk berfoto.
Saking asyiknya berfoto aku jadi kelupaan waktu deh.
Hingga seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku segera menyamber slingbagku dan bergegas membuka pintu. Ternyata Jessica sudah datang menghampiriku.
" Hai, Jessica!" sapaku padanya. Jessica terlihat sangat manis dan anggun saat rambut blondenya yang dia curly sore ini. Dia mengenakan sebuah dress selutut berwarna baby blue dan memakai sweater tipis warna putih. Manis sekali.
" Hai. Berangkat yuk!" ajaknya sambil melempar senyum padaku.
" Yuk!"
Kita segera bergegas untuk turun. Dan ternyata Ken sudah menunggu di bawah.
" Kau lama sekali, Yuko?" todong Ken saat di bawah.
" Maaf. Tadi aku ketiduran."
" Ahaha.. Aku hanya bercanda kok." Ken tertawa kecil lalu melirik Jessica lalu melirikku bingung.
" Ini Jessica anak sastra juga. Kau ingat dia, Ken? Dan ternyata dia tinggal disini juga." kataku menjelaskan.
" Oh begitu. Yaudah kita berangkat yuk. Aku sudah memesan taxi online. Takutnya kita akan terlambat..." kata Ken.
" Oh. Baiklah. Maaf ya, Ken. Itu gara-gara aku." kataku.
" Tidak apa-apa kok." kata Ken sambil mengutak-atik ponselnya.
Tak lama taxi yang dipesan datang dan kita segera menuju ke Maiddremin Shibuya Cafe.
Kita bertiga memasuki cafe itu dan ternyata Sora sudah datang lebih dulu.
" Hai.. Disini...!!" teriak Sora sambil melambaikan tangannya kepada kita. Kita bertiga segera menghampirinya. Setiap meja hanya akan bisa dipakai untuk kira-kira 10 orang. Dan di meja kita masih ada beberapa kursi yang kosong.
" Kalian kok lama datangnya?" tanya Sora.
" Maaf. Aku ketiduran tadi, Sora" kataku sambil meringis.
" Maaf ya. Semua gara-gara aku." kata Jessica tiba-tiba. "Gara-gara Yuko yang bantuin aku beresin kamarku pasti jadi kecapekan dan ketiduran." sahut Jessica dengan wajah menyesal.
__ADS_1
" Ah.. Tidak, Jessica. Bukan begitu kok..!! Aku memang sering ketiduran kok." kataku cepat-cepat.
" Kau tinggal disana juga, Jessy?" tanya Sora menatap Jessica.
" Iya. Aku baru sebulan tinggal disana."
" Wah. Kenapa selama ini aku tak pernah melihatmu ya?" kata Ken.
" Karena aku sering pulang ke rumah sepupuku sih. Hehe.."
" Pantas saja." sahut Ken.
" Hello, Junior..!" tiba-tiba saja datang kak Ave dan ke 5 temannya. Kak Ave langsung duduk di sebuah kursi. Lalu meletakkan ranselnya di kursi kosong sebelahku. Diikuti para senior lainnya yang segera duduk di kursi kosong lainnya.
" Uhm.. Hai juga kak.." balas Jessica dan Ken bersamaan. Sementara aku dan Sora sedikit terkejut dengan kedatangan kak Ave dan teman-temannya.
" Kursi-kursi ini masih kosong kan ya? Dan belum bertuan?" tanya kak Ave sambil menatap kita secara bergantian.
" Iya, Kak. Semua belum bertuan kok. Kakak bisa memakainya." sahut Ken ramah.
" Well. Okay." kak Ave tersenyum misterius menatapku dan Sora.
"Ada apa ini? Apa dia sedang merencanakan sesuatu? Kenapa senyumannya sangat dingin dan menakutkan?" bisik Sora kepadaku.
" Tidak sopan membicarakan orang seperti itu, Sora." kak Ave tersenyum dingin menatap Sora.
Sedangkan aku hanya tersenyum kikuk.
" Kenapa kita harus duduk bersama mereka, Ave? Yona dan yang lainnya kan sedang menunggu kita di meja depan." kata seorang senior yang bernama kak Keisuke.
" Hhm.. Sepertinya bersama mereka akan lebih menyenangkan." sahut kak Ave sambil meminum sebuah jus yang ada di meja.
" Haha. Bagaimana kalau Yona marah?" tanya senior lainnya yang bernama kak Sano.
" Sebodo..!" sahut kak Ave cuek.
" Oya dimana Zen? Apa dia tidak datang hari ini?" tanya senior lainnya lagi yang bernama Sena.
" Dia akan sedikit terlambat." sahut kak Ave. "Palingan sebentar lagi juga datang." kak Ave sambil menatap ke arah pintu masuk cafe. "Nah itu dia..!"
Kita semua segera melihat ke arah pintu. Dan terlihat kak Zen yang baru datang.
" Hoi, Zen! Sini..!!" teriak Kak Sano sambil melambaikan tangannya kepada kak Zen. Dan kak Zen segera menghampiri meja kita.
" Maaf aku sedikit terlambat." kata kak Zen ramah. Lalu menatap apa ada kursi yang kosong. "Ah.. Karena sudah penuh, maka aku akan duduk bersama yang lainnya ya." kata kak Zen yang hendak pergi meninggalkan meja kita.
__ADS_1
" Zen. Ini masih kosong kok. Aku mengambilnya untukkmu." kak Ave segera mengambil ranselnya dari kursi kosong di sebelahku.
" Oh.. Baiklah kalau begitu." kak Zen tersenyum manis lalu duduk di sebelahku.
" Hai, Yuko. Kau sudah baikan?" sapanya padaku.
" Uhm.. I... Iya, Kak." sahutku sedikit kikuk.
" Syukurlah." katanya sambil tersenyum manis. Lalau dia kembali sibuk mengobrol bersama teman-temannya.
" Ken, kau sudah dapatkan costum cosplay untuk kita?" tanya Sora kepada Ken.
" Aku baru menemukan beberapa. Tapi aku akan mencari dan memilihnya lagi terlebih dahulu." sahut Ken.
" Jangan yang terbuka dan sexy ya..!!" ancam Sora.
" Oke. Atau kau mau coba cosplay sebagai pria saja?" kata Ken sambil tertawa kecil.
" Enak aja..!! Gak mau..!!" kata Sora sambil menonjok lengan Ken.
" Jangan salah ya, Sora. Banyak kok para gadis yang berdandan dan cosplay karakter pria. Dan mereka sungguh sangat keren dan tampan." sahut Jessica antusias.
" Tapi aku tidak mau deh Jessica." kata Sora memelas.
" Untuk make up bagaiman nih?" tanya Ken.
" Jangan khawatir. Kita sudah mendapatkannya." aku berkata sambil tersenyum lebar menatap mereka.
" Serius, Yuko? Darimana kau mendapatkannya?" tanya Sora antusias.
" Jessica yang akan merias kita." kataku sambil menatap Jessica penuh binar.
" Jessica?" tanya Ken dan Sora bersamaan.
" Hhm. Dia sangat pandai merias. Dan dia dulu adalah seorang cosplayer. Dan riasannya sangat cantik dan keren sekali. Aku sudah melihatnya...." kataku antusias.
" Yuko jangan berlebihan. Aku jadi malu." sahut Jessica pelan.
Ken dan Sora langsung membulatkan mata menatap Jessica.
" Kenapa aku sampai tak menyadari telah mempunyai tetangga bertangan ajaib sepertimu, Jessica?" ucap Ken asal.
" Ken. Jangan berlebihan!" ucap Jessica sedikit malu.
" Yata. Kita sudah menemukan solusinya. Tinggal Ken saja yang bertugas mencari costum itu deh." kata Sora berbinar.
__ADS_1
Sesekali aku melihat kak Zen yang duduk di sampingku. Dia masih asyik mengobrol bersama senior lainnya.