
POV Sora
"Aku memilihmu. Dan aku akan memilihmu lagi, lagi dan lagi. Tanpa henti, tanpa ragu. Dalam sekejap, aku akan terus memilihmu." suara kak Ave yang terdengar begitu pelan namun jernih. "I feel like flying in the sky when you look at me. I hope the wind will tell you how much I love you. Itu yang selalu aku rasakan saat itu." kini kak Ave menghempaskan nafas kasarnya ke udara dan dia terlihat sedikit murung.
"Namun caraku mendekatimu rupanya sangatlah salah. Aku tidak tau harus bagaimana untuk mendekatimu saat itu. Dan aku terlalu malu untuk mengakui bahkan mengungkapkannya padamu, Sora. Waktu terus berjalan dan kau semakin membenciku saat itu, dan aku masih bingung harus bagaimana? Karena aku selalu dingin selama ini dan aku sangat tertutup. Bahkan dari keluarga dan sekian teman-temanku, mereka tidak pernah sedikitpun tau menahu tentang isi hatiku yang sebenarnya. Semua masalah yang sedang aku alami bahkan mereka juga tidak tau. Karena memang aku adalah orang yang seperti itu dari dulu." ucapnya sedikit termenung. Tatapannya mengarah lurus ke depan, namun seperti kosong.
Aku masih terdiam dan mendengarkan kak Ave dengan seksama. Memang benar, kak Ave sangat dingin. Tapi aku sungguh tidak menyangka dia juga sangat tertutup bahkan dengan teman-teman dan keluarganya. Pasti sangat berat menyimpan semua masalah hidupnya sendirian. Pasti dia sangat merasa kesepian selama ini. Kak Ave yang malang ...
"Saat itu, meskipun kamu membenciku ... Namun saat kau sedang bersamaku itu sudah lebih dari cukup dan sangat membuatku merasa bahagia. Tentu saja kamu tidak menyadarinya bukan, Sora? Karena aku selalu bisa mengcovernya dengan sikap dinginku dengan sangat baik." ucapnya lagi dengan wajahnya yang sedikit murung. Kini dia menyatukan kedua jemarinya dan saling meremasnya.
Aku dan kak Ave masih duduk bersama di sebuah bangku taman saat ini. Pengunjung masih sesekali berlalu lalang di hadapan kita. Terdengar percakapan dan tawa dari para pengunjung itu. Semuanya terlihat berbahagia.
"Namun saat kau memutuskan untuk mengakhiri semua itu dengan mau membayarnya dengan sejumlah uang. Jujur saja aku sangat merasa takut saat itu. Aku takut tidak akan bisa bertemu dan bersamamu lagi, Sora. Aku sangat takut dan tidak tau harus berbuat apa saat itu, dan aku sampai melakukan hal gila itu padamu." kata kak Ave mengerutkan wajahnya dan terlihat sangat menyesal.
"Maaf, Sora ... Aku sama sekali tidak bermaksud jahat padamu. Aku hanya takut ..." ucapnya begitu pelan. "Dan semua ini ... hanya kamu yang tau semuanya. Karena aku tak pernah terbuka dengan siapapun. Aku tak pernah menceritakannya kepada siapapun." imbuhnya lagi.
Mendengar semua ucapannya membuatku sedikit bersedih, bahkan kini aku merasa mataku sudah berair. Pria yang selama ini selalu terlihat kuat itu ternyata mempunyai sisi lemah, bahkan dia selalu sendirian selama ini.
Perlahan aku meraih salah satu jemarinya dan dia masih menunduk saja.
"Kak ... Terima kasih sudah mempercayaiku dan mau menceritakan semua itu padaku. Mulai sekarang kakak bisa berbagi semuanya denganku. Semua beban, masalah, suka dan duka kakak dan apapun yang sedang kakak alami, aku siap! Katakan semua dan jangan menyimpannya sendirian lagi!" ucapku pelan namun tegas.
"Kakak tidak harus selalu terlihat kuat! Mulai sekarang kakak bisa bersandar padaku juga." imbuhku lagi.
Kak Ave perlahan mulai menatapku. Wajah muramnya kini sedikit dihiasi dengan seulas senyum samar. Lalu dia menggenggam tangan kita dengan tangan yang lainnya.
__ADS_1
"Sora ..." aku melihat mata keemasannya yang kini sedikit berkaca-kaca. Dan sebenarnya aku juga merasakan mataku sedikit berair saat ini. "Terima kasih ..."
Aku tersenyum lebar menatapnya, dan aku bisa menangkap bayanganku di matanya. Suaranya yang terdengar selaras dengan melody cello yang tebal dan begitu berat dari sebuah kedai kopi, terdengar sangat hangat.
Wajahnya kini terlihat begitu hangat dan menawan dengan lampu-lampu yang menerangi Taman ini.
Menara jam dari kejauhan berdentang delapan kali menunjukkan saat ini adalah jam 8 PM. Cincin-cincin itu bergema di udara dengan sangat tebal dan berat.
Perlahan wajah tampan kak Ave mulai mendekatiku. Aku hanya bisa merasakan nafas kak Ave semakin dekat dan dekat, dan sepertinya akan terjadi sesuatu yang lebih malam ini.
Aku merasakan mataku yang sedikit bergetar dan kini bayangan diriku melalui mata keemasannya yang sedang sedikit berkaca-kaca semakin dekat dan terlihat semakin jelas.
Perlahan kak Ave memiringkan wajahnya dan reflek aku memejamkan mataku. Tiba-tiba saja kurasakan sesuatu yang sangat lembut dan hangat mendarat pada bibirku. Dan aku bisa merasakan nafasnya yang begitu hangat dan nyata menyapu daguku.
Aku membelai lengannya yang begitu kuat, dan dadaku sedikit naik turun karena sedikit terengah-engah.
Setelah beberapa saat kak Ave mulai mengakhiri ciuman itu dan kini aku bisa bernafas dengan lega. Namun dia masih menatapku dengan begitu hangatnya.
Hanya beberapa inchi jaraknya dari satu sama lain, dengan nafas kita yang sedikit berbuih serempak, aku dapat mendengar setiap kata yang kak Ave ucapkan dengan keras dan jelas.
"Sebelum bertemu denganmu tidak ada yang pernah bisa memasuki hati ini, karena mereka tidak ada yang pernah mencapainya sebelumnya, Sora. Dan hanya ada seorang gadis yang bisa memasukinya. Dan gadis itu adalah kamu, Sora." ucap kak Ave yang terdengar begitu hangat.
Kini aku selalu menyukai saat menatap sepasang mata keemasannya yang begitu indah dan sangat bersinar itu. Matanya sangat jernih dan memiliki warna yang sangat indah, bergoyang-goyang dengan bulu matanya yang bergetar. Dan kini kak Ave terlihat yang paling lembut dan gentle bagiku saat ini.
Aku hanya membalas ucapannya dengan sebuah senyum lebar. Aku terlalu terharu dan tidak bisa berkata-kata lagi saat ini.
__ADS_1
"Setelah menyelesaikan kuliah, dan mendapat pekerjaan aku akan segera melamarmu!" ucap kak Ave yang mendadak sedikit serius namun terdengar sangat lucu bagiku. Sehingga aku sedikit tertawa saat ini.
"Kenapa tertawa, Sora?"
"Tidak apa-apa, Kak!" sahutku denga seulas senyum.
"Kau mau kan menikah denganku, Sora?" ekspresi kak Ave kini berubah menjadi sangat serius dan menatapku penuh harap.
Aku mengangguk dan tersenyum padanya. Kini sudah aku putuskan salah satu pilihan hidupku. Dan semoga inilah yang terbaik untuk semuanya.
Aku harap semua orang bisa menemukan kebahagiaannya masing-masing. Semoga Ken juga bahagia dengan pilihannya.
...***...
...Assalamualaikum selamat pagi semua ......
...Kali ini Author mau merekomendasikan sebuah novel yang keren abis dari salah satu Author kece nih. Judulnya "Cinta Tulus Mantan Office Girl"....
...Jangan lupa mampir ya ......
...Terima kasih ......
...♡♡♡...
__ADS_1