My Little Prince

My Little Prince
Bertemu Ken Kembali


__ADS_3

Musim gugur hari ini terasa sedikit dingin untukku, sehingga aku mengenakan pakaian yang sedikit tebal dan berlapis untuk pergi ke kampus.


Pagi ini Haku juga mengantarku untuk pergi ke kampus. Setelah itu Haku segera pergi ke Mizaki Corporation untuk bekerja.


Aku menyusuri jalan utama kampus Todai, melenggang dengan santai dan menikmati udara pagi ini yang masih terasa begitu sejuk dan segar.


Suasana hatiku hari ini terasa begitu baik, dan itu karena aku baru saja bertemu dengan Haku. Bahkan aku bersamanya semalaman.


Senyumku merekah menemaniku di setiap langkah kakiku. Membayangkan setiap senyuman dan sentuhannya. Aku benar-benar sudah gila karena Haku. Hanya ada dia di mataku ... Dulu, sekarang bahkan selamanya. Aku hanya melihat dia. Tak akan ada yang bisa menggantikan dia di dalam hatiku.


"Yuko!" Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang memanggilku dari arah belakang.


Aku menghentikkan langkah kakiku dan berbalik untuk melihat siapa yang telah memanggilku.


Aku melihat seorang pria berkacamata dan berambut hitam lurus. Dia adalah Ran, dan dia sedang berjalan cepat ke arahku. Tumben dia kuliah pagi? Bukankah dia selalu kuliah sore selama ini?


"Hai, Ran!" Sapaku dengan ramah saat dia sudah berdiri di hadapanku.


"Uhm ... Iya. Hai, Yuko" Ren menyauti dengan nafas sedikit tersenggal. Dia terlihat baru selesai melakukan maraton saja.


"Tumben sekali kau kuliah pagi, Ran?" Tanyaku sedikit penasaran.


"Karena kau tidak membalas pesanku. Jadi aku memutuskan untuk kuliah pagi saja. Hehe ..." sahutnya disertai tawa kecil.


"Mm?? Apa hubungannya ya?" tanyaku sedikit kebingungan.


"Iya. Kan aku mengajakmu untuk bertemu setelah kamu pulang kuliah karena kita tidak kuliah bersamaan. Tapi kau tidak membalas pesanku semalam. Jadi aku memutuskan untuk kuliah pagi " jelas Ran padaku.


"Oh maaf. Semalam aku tidak sempat membalas pesanmu ..."


"Tidak apa-apa kok. Oh iya aku mau balikin earphone kamu. Thanks ya ..." ucapnya sambil memberikan sebuah bingkisan kecil padaku.


"Sama-sama ..." balasku dengan ramah.


"Ke kelas bareng yuk!" ajak Ran dengan bersemangat.


"Hhm ... Iya ..."


Akhirnya aku dan Ran bersama-sama menuju ke kelas. Tak sengaja kita bertemu dengan Ken. Wah ... Selama ini aku sudah lama sekali tidak berjumpa dengannya. Bahkan saat di kontrakan aku juga jarang sekali bertemu dengan Ken.

__ADS_1


"Hai, Ken!" sapaku dengan bersemangat.


"Eh ... Hai, Yuko." sahutnya dengan senyum lebar. "Hai, Ran ... Tumben kamu kuliah pagi?" imbuhnya yang sedang menatap Ran dengan bingung.


"Iya, aku ada perlu bertemu Yuko. Jadinya kuliah pagi." sahut Ran dengan polos.


Ken memicingkan mata menatapku dan Ran secara bergantian.


"Maksudnya, Ran kuliah pagi karena mau mengembalikan sesuatu kepadaku ..." jelasku kepada Ken agar dia tidak salah paham.


"Oh, Begitu ya ..." Ken mengangguk-angguk pelan tanda dia paham.


"Kau sendiri kenapa tumben kuliah pagi lagi?" tanya Ran kepada Ken.


"Nanti sore aku ada acara. Jadi hari ini aku mengambil kuliah pagi." jelas Ken dengan nada bicara seperti biasanya.


Kalau dilihat-lihat, mungkin Ken sudah baik-baik saja saat ini. Aku sangat berharap seperti itu. Karena dia dia juga baik, dan pantas mendapatkan kebahagiaan. Sekalipun tidak bersama Sora.


"Ya sudah ke kelas yuk!" ajak Ken lagi.


Namun belum sempat kita beranjak, kini dari arah parkiran datang Sora bersama kak Ave. Aduh ....Baru juga melihat Ken bisa tersenyum kembali, sekarang malah bertemu dengan Sora dan kak Ave. Bagaimana ini ya?


"Kenapa kita terburu-buru seperti ini, Yuko?" tanya Ran kebingungan.


"Tidak apa-apa kok. Hehe ..." sahutku nyengir.


Kini kita sudah berada di depan sebuah ruangan besar yang di dalamnya sudah berderet kursi yang begitu banyak.


Kita mulai berjalan memasuki ruangan itu untuk mencari tempat duduk. Ya ... Kita akan duduk bersama. Tapi nanti bagaimana jika Sora datang? Apakah semua akan baik-baik saja?


"Ehm. Ran, Ken ... Aku ada keperluan sebentar. Aku akan keluar dulu!" pamitku kepada mereka. Sebenarnya aku hanya ingin menemui Sora dan mengajaknya duduk di tempat lain saja sih.


"Hhm. Okee." sahut Ken dan Ran dengan kompak.


Aku segera melenggang dan meninggalkan kelas. Kini aku mulai mencari Sora. Aku menyusuri koridor yang telah aku lalui tadi. Dan akhirnya aku menemukan Sora. Kali ini dia sedang berjalan sendirian ke arahku.


"Pagi, Yuko!" sapa Sora dengan wajah berseri.


"Pagi, Sora!" balasku dengan senyum lebar menatapnya.

__ADS_1


"Tumben kamu menungguku disini?" tanya Sora lalu berjalan beriringan bersamaku.


"Hhm. Iya. Hanya ingin bersama menuju kelas saja kok!" sahutku dengan asal.


"Kau sungguh menggemaskan!" Sora tertawa kecil dan mencubit pelan pipi kiriku.


"Sora! Pipiku bukan adonan kue tau!" sungutku sedikit cemberut meliriknya.


"Ah iya ... Maaf deh ..." sahutnya nyengir lalu melepas cubitannya. "Yuko ... Tau tidak, kak Ave memberiku hadiah ..."


"Hadiah? Apa itu?" tanyaku begitu penasaran.


Sora tersenyum manis lalu mengulurkan tangan kirinya. Sebuah gelang cantik dan menawan berwarna silver melingkar dengan manis pada pergelangan tangan kiri Sora. Gelang dengan design simple dan ada liontin menyerupai kupu-kupu. Sangat manis dan cantik.


Pilihan yang bagus kak Ave! Dan lihatlah betapa Sora menyukainya! Aku tersenyum lebar menatap Sora. Yah, aku sangat bahagia melihatnya bahagia.


"Sangat cocok untukmu, Sora." komentarku dengan jujur. "Begitu simple, tapi manis dan cantik sekali. Sama seperti dirimu." imbuhku dengan begitu tulus.


"Terima kasih, Yuko!" sahut Sora dengan nada manja lalu memelukku dengan gemas. "Pulang kuliah ikut aku yuk!" imbuhnya setelah melepas pelukannya.


"Ikut kemana ya? Kalau pergi bersama kak Ave juga, lebih baik aku tidak ikut deh."


"Tidak kok! Hanya kita berdua yang akan pergi. Aku juga ingin memberikan sesuatu untuk kak Ave! Kau bantu aku pilihkan hadiahnya nanti ya, Yuko!" ucap Sora dengan bersemangat.


"Hhm. Okey!" sahutku bersemangat.


"Eh, tapi kau beneran sudah sembuh kan?"


"Sudah kok ..."


"Hhm ... Iya lah. Semalam sudah dijagain Pangeran Haku ..." ucap Sora dengan tawa kecil menggodaku.


"Bukan kok. Tapi ini semua karena kamu yang sudah merawatku kemarin. Terima kasih ya, Sora! Aku tidak tau lagi, bagaimana jika seandainya saat itu kamu tidak ada."


"Sudah berapa kali kau mengucap terima kasih padaku, Yuko? Sudahlah ... Jangan seperti itu lagi ya!"


"Hhm. Oke deh!


Langkah kaki kita perlahan membawa kita pada sebuah ruang kuliah yang sudah sedikit ramai oleh mahasiswa dan mahasiswi. Mereka duduk saling bergerombol dengan teman satu server masing-masing.

__ADS_1



__ADS_2