My Little Prince

My Little Prince
The Best Cosplayer


__ADS_3

"Acara selanjutnya adalah pemilihan cosplay terbaik. Akan diambil 3 wanita dan 3 pria ya." kata si MC. "Dan setelah melakukan pengamatan dan penilaian akhirnya sudah kita temukan pemenangnya. Dan kita akan segera mengetahui siapa saja mereka. Tepuk tangan dulu dong!" ucap sang MC lalu memulai bertepuk tangan dan diikuti semua orang yang sedang berada di aula ini.


Seisi aula kembali riuh dengan teriakan dan tepuk tangan para mahasiswa dan mahasiswi.


"Baik. Kita akan panggil pemenang satu persatu ya. Kita mulai dari pemenang cosplay pria ya!" sang MC membuka sebuah kertas yang berisi nama-nama pemenang costum terbaik malam ini.


"Yang pertama adalah Kennichi Matsuyama dari fakultas Sastra. Silakan maju ke panggung!" ucap sang MC bersemangat.


Ken yang yang dipanggil sempat melongo saja karena sedikit terkejut. Dia tak pernah menyangka akan dipilih menjadi pemenang kostum terbaik.


"Ken, cepat maju sana!" Sora mendorong tubuh Ken dengan gemas.


"Wah, Ken hebat!" celutukku.


"Ahaha. Iya ..." Ken segera bangkit dan berjalan menuju panggung.


Memang keren sih costum cosplay Ken hari ini. Dia benar-benar mirip sekali seperti Cloud dalam game Final Fantasy. Semua orang bersorak riuh menyambut Ken.


"Siapa dia? Tampan juga ya ..." celutuk seorang mahasiswi baru.


"Sepertinya memang benar deh Fakultas Sastra memang tempatnya para pangeran deh. Hahahaha ..." sahut mahasiswi baru lainnya.


"Costum pria terbaik kedua adalah Li Zeyan dari Fakultas Sastra! Boleh langsung naik ke panggung ya ..." kata Sang MC bersemangat.


Seorang Pria yang sangat aku kenal mulai berjalan naik ke atas panggung. Dia mengenakan costum Levy dan juga sangat keren sekali. Bahkan darah-darah itu seperti sungguhan saja.



Dan aku juga baru tau nama panjang kak Zen hari ini. Apa dia bukan asli orang Jepang? Namanya terlihat seperti nama orang Cina. Costum kak Zen malam ini sungguh berbeda sekali dengan kepribadian dia. Malam ini dia terlihat sangat dingin dan sedikit menyeramkan menurutku.


"Kak Zen malam ini tampan dan maskulin banget ...!" kata seorang mahasiswi.


"Benar. Yang biasanya terlihat hangat, tapi malam ini terlihat sangat dingin. Keren sekali costum dan make up nya." sahut mahasiswi lainnya.


"Segera saja kita panggil costum pria terbaik kita malam ini yang terakhir. Haku Mizaki dari Fakultas Seni!" kata sang MC bersemangat. "Lho, jangan-jangan ini Haku yang tadi bermain gitar tadi ya?" kata sang MC sedikit kebingungan. "Ahaha ... Dia memborong semuanya!"


"Wah, Haku hebat! Sana cepat naik ke panggung deh!" kataku bersemangat sambil mendorong tubuhnya.


Haku segera naik ke panggung menyusul Ken dan Kak Zen.

__ADS_1


Seisi aula kembali sangat ramai sekali saat ini. Mereka saling bersorak dan bertepuk tangan.


"Wah Fakultas Seni ada yang menang nih ..." celutuk seorang mahasiswa.


"Sebenarnya banyak sekali costum yang bagus dan keren hari ini. Juri sampai kebingungan menentukan pemenang deh." ujar sang MC sambil terkekeh. "Kita lanjutkan untuk 3 costum terbaik wanitanya ya ..." sang MC kembali melihat sebuah kertas yang dia bawa tadi.


"Yang pertama adalah Misha Fujiki dari Fakultas Seni." sang MC bertepuk tangan menyambut kak Misha.


Para mahasiswa bersorak riuh dan bertepuk tangan menyambut kak Misa.


Kak Misha mulai menaiki panggung dengan sangat anggun.


"Costum terbaik wanita kedua adalah Jessica Lee dari Fakultas Sastra." sang MC bertepuk tangan menyambut Jessica.


"Wah, Keren sekali Jessica!" kataku lalu memeluk Jessica girang. Sora juga langsung memeluk Jessica saking senangnya.


"Sana cepat naik ke panggung!" Sora mendorong Jessica dengan bersemangat.


"Hhm!" sahut Jessica yang mengangguk dan tersenyum lebar lalu mulai berjalan dan menaiki panggung.


"Costum terbaik wanita yang ketiga adalah Yona Adaichi dari Fakultas Sastra." kata Sang MC lagi.


"Nah. Kita sudah menemukan best costum malam ini. Bagaimana kalau kita sedikit berbincang dulu ..." kata MC.


"Wah malam ini ada Cloud dan Tiffa dari Final Fantasy ya?" kata sang MC ramah sambil menatap Ken dan Jessica secara bergantian. "Kalian keren sekali! Benar-benar mirip sekali!"


"Benar. Sangat mirip sekali dengan yang asli ..." sahut Knite.


Aku melihat Jessica yang begitu senangnya bisa bertatap langsung dengan para idolanya itu.


"Terima kasih. Ini karena make up ajaib dari temanku, Jessica." sahut Ken sambil menarik tangan Jessica mendekat.


"Wah, Jadi kalian memakai make up sendiri?" tanya Hakken takjub.


Jessica mengangguk dan tersenyum lebar menatap Hakken.


"Kau benar-benar berbakat!" sahut Kumaqiii.


Jessica yang dipuji oleh idolanya terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


Mereka segera memberikan hadiah kepada para pemenang dan mengucapkan selamat. Selanjutnya mereka mulai kembali ke tempat duduk masing-masing.


"Selamat ya Ken, Haku, Jessica ..." ucapku saat mereka sudah datang kembali.


"Kalian benar-benar keren sekali!" sahut Sora.


"Oh My! Baru kali ini aku bertemu langsung dan berinteraksi langsung dengan Hakken, Knite dan Kumaqiii! Senang sekali ..." kata Jessica bahagia.


Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah Jessica yang sedang kegirangan karena telah bertemu langsung dengan idolanya.


Acara selanjutnya adalah bebas. Jadi kita bisa berbaur kemanapun. Bahkan banyak sekali mahasiswa-mahasiswi yang rela mengantri panjang hanya untuk berfoto dan meminta tanda tangan dari Hakken, Kumaqiii dan Knite.


Bahkan ada beberapa juga yang mengajak foto Ken Jessica, dan Haku sehingga mereka juga sedikit sibuk. Sementara aku dan Sora kini hanya menikmati makanan dan minuman kita saja.


"Hai ..." sapa seseorang tiba-tiba.


"Kak Zen?" ucapku sedikit terkejut karena kak Zen tiba-tiba saja datang dan duduk bersamaku dan Sora.


"Oya, Ave sedang menunggu Sora di depan Aula." kata kak Zen.


"Kak Ave menungguku?" tanya Sora sedikit terkejut.


"Hhm. Ada yang ingin dia bicarakan katanya." kata kak Zen menatap Sora.


"Yuko. Temani aku yuk!" Sora segera menarik lenganku meminta aku untuk menemaninya.


"Kenapa harus dengan Yuko?" tanya kak Zen sedikit bingung.


Sora meringis dan tidak menjawab pertanyaan kak Zen.


"Pergilah. Ave tidak akan melukaimu kok ..." kata kak Zen menatap Sora ramah.


"Tapi ..." sergah Sora.


"Ave hanya ingin bertemu denganmu. Kalau kau ajak Yuko. Bisa-bisa dia nanti marah lho ..." ucap kak Zen sedikit serius. Sontak saja Sora segera melepas tanganku. Mungkin dia sedikit ketakutan.


Kak Zen tertawa lepas melihat ekspresi Sora yang sedang ketakutan.


"Kakak bercanda kok.Yuko, temanilah Sora!" ucap kak Zen ramah. Dia menatapku dan sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Baik kak. Kalau begitu kita permisi." ucapku lalu pergi bersama Sora.


__ADS_2