
"Yuko. Maaf untuk hari ini ..." kata Haku saat sudah sampai di kontrakanku.
Aku tersenyum samar padanya, "Tidak apa-apa kok."
"Kau pasti sedikit kesal padaku karena aku membatalkannya begitu saja. Padahal kau sudah bersiap-siap ... Dan hari ini kau sungguh manis sekali ..." Haku terpana melihat penampilanku hari ini yang sudah sedikit berantakan.
Aku hanya sedikit tersenyum mendengar ucapan Haku. Perasaanku masih kurang baik. Aku masih terus kepikiran dengan kak Zen yang masih belum sadar.
"Aku mau bersamamu malam ini ..." Haku sedikit mendorong tubuhku. Dan tiba-tiba saja dia mengecup pelan keningku.
Kemudian ciumannya menuruni mataku dan berpindah mengecup hidungku seperti capung yang sedang terbang di atas permukaan air.
Dia menatap dalam-dalam mataku dan tepat saat ini satu-satunya yang bisa aku lihat adalah mata Haku yang mendalam. Matanya dipenuhi oleh cahaya lembut yang begitu dalam namun seperti sedang sangat terobsesi. Kemudian dia memiringkan sedikit kepalanya hingga ujung hidungnya menyentuh ujung hidungku dan ciumannya kini berpindah pelan dan mendarat pada bibirku.
Kini bibirnya dan lidahnya mulai berbicara dengan bahasanya. Mereka bermain di dalam mulutku.
Aku lebih banyak diam dan pasrah membiarkan Haku melakukan aksinya yang lainnya.
Perlahan dia mendaratkan kecupan hangatnya pada leherku dan mengisapnya dengan lembut. Lalu dia menuruninya dengan mengecup bahu dan dadaku.
Entah kenapa malam ini Haku terlihat sedikit berbeda dan seperti lebih bersemangat. Seperti tak mau melepaskanku sedikitpun. Dan dia juga melakukannya dengan sedikit tegas. Ada apa dengannya? Apakah dia masih cemburu dengan kak Zen?
Oh, tiba-tiba saja aku kembali teringat dengan kak Zen. Aku teringat dengan kecelakaan itu, dan aku juga teringat dengan dirinya yang saat ini sedang berbaring lemah dan berjuang antara hidup dan matinya. Kak Zen ... Maafkan aku. Tanpa sadar aku sudah meneteskan air mataku kembali saat Haku sedang melakukannya padaku.
"Yuko. Maaf ... Apa masih terasa sakit?" ucap Haku polos dan dia mengusap air mataku perlahan.
__ADS_1
Aku menggeleng perlahan dan mencoba untuk tersenyum padanya. Aku merangkulkan kedua tanganku pada lehernya. Haku yang sedang di atasku sedikit menunduk karena aku sedikit menariknya. Perlahan aku mengecup pelan bibirnya dan dia membalasnya dengan sangat tegas seolah tak mau melewatkan sedikitpun setiap sudup bibir ini.
Aku memejamkan mataku dan air mataku kini kembali merembes keluar lagi di tengah apa yang sedang aku lakukan bersama Haku.
"Berjanjilah. Sampai kapanpun kau akan tetap menjadi milikku!" ucap Haku pelan saat menghentikkan sejenak ciuman itu.
Aku mengangguk pelan dan berusaha untuk tersenyum padanya.
Haku kembali mengucup bibirku lagi dan tangannya masih sibuk bermain-main di atas dadaku. Sesekali dia menuruninya dan bermain-main disana.
"Kenapa begitu indah, Sayang?" ucapnya pelan dan dia mambenamkan kepalanya di sana. Membuatku sedikit kesulitan untuk bernafas.
"Emmhh ... " Aku hanya bisa menggeliat dan menahan rasa geli yang membuatku terbang. "Haku ..." aku memeluknya dan mer*mas rambutnya.
"Sayang. Terima kasih untuk selalu bersamaku ... Dan maaf aku sudah berani melakukan semua ini sampai sejauh ini." ucapnya lalu berbaring di sebelahku.
"Ehmh ..." Haku mendekatkan wajahnya padaku tepat di bahuku, sementara tangannya melingkar memelukku.
Aku bisa merasakan hembusan nafas darinya yang menyapu leherku. Sangat lembut dan hangat. Dan tiba-tiba saja Haku sudah tertidur begitu saja.
Huh, Dasar bayi besarku. Aku sedikit tersenyum menatapnya.
...***...
Hari ini aku bangun kesiangan! Dan aku tidak sempat memasak sesuatu! Oh My!
__ADS_1
Aku segera bangun untuk mandi. Setelah selesai, aku segera membangunkan Haku yang masih terlelap.
"Haku, bangun ... Ini sudah jam 8 am." ucapku sambil merapikan sedikit pakaianku. "Sayang, bangun ..."
"Hhm ..." sahutnya dengan mata yang sedikit terpejam.
"Bangun dan mandilah, Haku! Setelah itu kita makan di bawah." ucapku yang kini sembari menyiapkan pakaian Haku.
"Kau tidak memasak hari ini, Yuko?" kini Haku sudah terduduk dan mengerjapkan matanya. Sesekali dia masih menguap.
"Aku kesiangan. Maaf ya ..." aku membawa pakaian ganti itu dan meletakkan di atas ranjangku.
"Tidak masalah. Kita bisa sarapan di luar nanti ..." ucapnya hangat dan tersenyum padaku. Setelah itu dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sambil menunggunya, aku menyiapkan beberapa buku untuk kuliah hari ini. Aku juga merapikan kamar tidurku setelah itu.
Tak lama kemudian Haku sudah menyelesaikan aktifitasnya. Dan dia segera mengenakan pakaiannya. Kali ini aku membantunya meskipun dia tidak memintanya. Aku membantunya memakaikan coat untuknya. Sementara Haku hanya tersenyum menatapku. Lalu dia memegang kedua pipiku dan mengecup keningku.
"Kita berangkat yuk!" ucapku yang masih mendongak menatapnya.
"Hhm ..." Haku mengangguk dan tersenyum padaku.
Dan kita segera bergegas untuk berangkat. Saat di bawah kita memutuskan untuk mampir di sebuah cafe yang buka 24 jam. Dan kita sarapan dulu disana. Aku juga sudah mengirim pesan untuk Ken dan Jessica agar mereka berangkat duluan saja.
Setelah itu aku dan Haku berpisah. Dia memesankan sebuah taxi untukku berangkat ke kampus. Dan dia juga memesan untuk dirinya untuk pergi ke kantornya.
__ADS_1
...***...