
Aku duduk di lantai lalu menggunakan ranjangku untuk meja. Aku bertopang dagu dan terus memandangi wajah imut dan tampannya.
Beberapa saat dia mulai membuka matanya perlahan.
Lalu dia melirikku yang sedang duduk di hadapannya.
"Apa yang sedang kau lihat, Yuko?" tanyanya sedikit tertawa. Manis sekali.
"Maaf.." kataku segera mengalihkan pandanganku. Mungkin wajahku sudah kembali memerah saat ini.
Haku meraih salah satu tanganku dan menariknya hingga kini aku berbaring berhadapan dengannya.
"Yuko. Bagaimana kalau kita ke pantainya nanti sore aja? Kita akan melihat sunset deh nanti. Aku ngantuk banget nih."
"Oh iya. Kita bisa berangkat nanti sore saja kok. Kamu beristirahatlah dulu, Haku." aku mencoba bangun dan berniat meninggalkan dan membiarkan Haku untuk beristirahat terlebih dulu.
"Tapi kau temani aku ya!" Haku kembali menarik tanganku dan membuatku berbaring di sampingnya.
"Ehm. Baiklah." ucapku pelan.
Dia melingkarkan salah satu tangannya untuk memeluk tubuhku. Tak butuh waktu lama, dia sudah tertidur saja.
Perlahan aku mulai bangun dengan pelan sekali agar Haku tak terbangun.
Aku membersihkan dan merapikan kontrakanku yang sedikit berantakan.
Setelah selesai aku menghidupkan laptopku untuk mencoba melihat dan mencari tahu tentang cosplay.
Wah ternyata mereka benar-benar sangat keren sekali ya. Benar-benar bukan seperti manusia, tetapi lebih mirip seperti boneka saja. Yah, boneka yang hidup. Kira-kira aku cocok tidak ya memakai costum seperti mereka? Ah, rasanya kurang percaya diri deh.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada sebuah pesan dari Sora.
📱Sora :Yuko, kau sedang apa? Apa kau pulang dengan selamat kemarin malam, Yuko? Sora
📱 Me : Aku sedang diam di rumah saja. Aku kemarin pulang dengan selamat kok. Bagaimana denganmu, Sora? ^_^ Karena aku sungguh tak ingat dengan kejadian semalam.
📱Sora : Ya. Aku pulang dengan selamat. Kata teman kosku ada seorang pria yang mengantarku. Pasti dia adalah Ken. ^_^ Aku bahkan belum mengucapkan terima kasih kepadanya.
📱Me : Syukurlah kalau kau pulang dengan selamat, Sora. Aku benar-benar kapok mabuk
📱Sora : Hehe. Sekali-kali tidak masalah bukan?
__ADS_1
📱Me : Well. Oh iya bukannya kau bilang mau menjemput kakakmu di bandara, Sora?
📱Sora : Tidak jadi. Gara-gara mabuk aku jadi bangun kesiangan. Kakakku naik taxy sendirian deh ke kontrakanku. Kakakku marah-marah padaku.
📱Me : Uhh. Kasihan Sora-ku kena marah. Peluk dan cium dari jauh.
📱Sora : Thanks, Yuko. Kau memang yang terbaik. Hari ini kau mau kemana?
📱Me : Aku dan Haku akan ke pantai hari ini. Kau mau ikut?
📱Sora : Wah sepertinya seru ya. Jadi pingin juga. Aku akan coba ajak kakakku deh nanti.
📱Me : Hihi. Oke, Sora.
"Lagi chat sama siapa sih? Kok senyum-senyum sendiri?" tiba-tiba saja Haku sudah datang dan ikut duduk di sebelahku. Dia merebut ponselku dan melihat-lihat ponselku.
"Ah, itu Sora. Kamu sudah bangun, Haku? Bagaimana tidurmu?"
"Hhm. Lumayan." sahutnya yang masih mengutak-atik ponselku. Dia membuka gallery foto dan melihat-lihatnya.
"Bagaimana acara di Canal Cafe semalam, Haku?" tanyaku penuh minat.
"Hmm. Mereka bermain beberapa game semalam." sahut Haku tanpa menatapku sama sekali.
"Game apa itu?" tanyaku antusias.
"Oh ya? Lalu kau pilih apa saat mereka menyuruh memilih salah satu dari pilihan itu, Haku?" kini aku bertopang dagu menatapnya.
"Tentu aku pilih Truth dong. Aku tidak mau menerima tantangan aneh dari mereka." kini Haku menatapku dan tersenyum manis.
"Lalu apa yang mereka tanyakan padamu?"
Tiba-tiba saja Haku tertawa kecil.
"Apa kau sedang mengintrogasiku, Yuko?" dia tertawa kecil membuat matanya semakin sipit.
"Aku hanya penasaran." kataku yang masih antusias.
"Ehm.." Haku terlihat seperti sedang mengingat sesuatu. "Jadi semalam mereka menanyakan berapa kali aku pacaran, dan kapan ciuman pertamaku terjadi."
Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku tak percaya. "Lalu kau jawab apa, Haku?"
"Aku jujur dong. Aku baru sekali pacaran dan ciuman pertamaku terjadi dua tahun yang lalu." Haku melirikku dan tersenyum manis. "Bersamamu."
Aku semakin membulatkan mataku mendengar jawaban Haku. "Kau bilang kepada mereka begitu, Haku?"
__ADS_1
"Hhm.." Haku mengangguk menatapku. "Bahkan aku dikira berbohong. Mereka tidak percaya dengan jawabanku. Mereka pikir aku sudah paling tidak beberapa kali pacaran. Dan mereka tidak percaya kalau ciuman pertamaku terjadi saat aku SMU. Aku disuruh meminum b*r itu deh." sahut Haku santai.
"Wah. Mereka keterlaluan sekali." kataku sedikit cemberut.
Haku tertawa kecil melihat ekspresiku. "Sudah sore nih. Siap-siap dulu sana!"
"Oh sudah kok. Kita tinggal berangkat saja."
"Baiklah. Hari ini kita akan melihat sunset terindah." Haku mengalungkan kedua tangannya melingkar ke leherku dan menempelkan keningnya padaku.
Dan tiba-tiba.. "Cup!" ciuman singkat itu terjadi.
Kita tertawa kecil bersama.
Setelah itu kita bergegas untuk berangkat. Kita menaiki sebuah kereta lalu menaiki sebuah taxi untuk menuju ke pantai itu.
"Kita mau ke pantai mana Haku?" tanyaku saat di dalam taxi.
"Kita akan ke pantai Enoshima." sahut Haku. "Enoshima merupakan pantai yang sangat dicintai oleh banyak orang di daerah Tokyo dan Kanagawa. Terlihat dari Kamakura, Enoshima berjarak sekitar 80 menit dari Shinjuku. Pantai ini dikenal dengan banyaknya para pengunjung yang berenang dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya atau bermain permainan-permainan dengan teman di atas pasir. Tempat ini juga terkenal untuk kembang api musim panasnya dan pemandangan yang menakjubkan dari gunung Fuji." kata Haku menjelaskan padaku.
Aku menatap Haku kagum dan antusias. Sehingga dia menjadi sedikit bingung.
"Ada yang apa, Yuko? Kenapa melihatku seperti itu?"
"Caramu menjelaskan sesuatu sangat keren sekali, Haku. Bahkan saat itu aku mengira kau benar-benar adalah seorang Tour Guide." kataku kagum.
"Ahahaha. Kau berlebihan, Yuko." Haku menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum samar.
"Aku serius tau!!" sahutku. Saat aku menatap Haku, aku melihat pemandangan di belakangnya yang sangat indah.
" Wah. Cantik sekali.." kataku takjub.
Haku segera berbalik dan ikut menatap pemandangan di belakangnya.
"Bahkan kita juga bisa melihat Gunung Fuji." aku tersenyum lebar menatapnya.
Haku ikut melihat pemandangan itu, sesekali menatapku dan tersenyum.
"Indah sekali. " ucapku.
"Kau benar. Indah sekali.." kata Haku yang masih menatapku terus dan tersenyum. Kini aku menatapnya dan tersenyum bahagia menatapnya.
Setelah beberapa saat akhirnya kita sudah sampai di bibir pantai Enoshima.
__ADS_1
Aku segera turun dan berlari ke arah pantai. Rasanya senang sekali hari ini. Sudah lama sekali aku tidak pergi ke pantai. Pantai ini sungguh indah, airnya juga sangat jernih. Hamparan pasir yang luas ini, sangat menakjubkan. Pasir putih dan air hijau zambrud benar-benar pemandangan yang tak boleh dilewatkan. Dan pemandangan laut yang membentang indah menuju cakrawala ini sungguh menakjubkan.