
Di DisneySea Tokyo Dermaga Mediteranian (Mediterranean Harbour) juga memiliki 12 wahana yang cukup populer lho.
Ketika kita memasuki DisneySea Tokyo, kita akan merasa berada di kota asing ketimbang sebuah taman bermain yang berarsitektur khusus.
Bangunan-bangunan Portofino mengelilingi pelabuhan ini membuatnya terlihat seperti desa para nelayan, tetapi tidak hanya itu! Mereka ternyata menyembunyikan Hotel MiraCosta, sebuah hotel mewah di dalam taman DisneySea Tokyo.
Dibangun sebagai bagian dari desain eksterior yang mencolok dan luar biasa ini, interior dari Hotel MiraCosta adalah esensi dari kemewahan dan oasis dari peradaban.
Ditambah lagi, sebagai hotel paling populer dari Resort Disney Tokyo, ia menawarkan pengalaman seperti berada dalam dunia gaib dan fantasi yang mencengangkan.
Dari pelabuhan ini, pengunjung dapat menaiki fasilitas transportasi yang disebut dengan Kapal Uap Transit DisneySea (DisneySea Transit Steamer).
Suasananya mengingatkan kita dengan pelabuhan-pelabuhan di Venice, dimana kita juga bisa menemukan gondola venisia di Dermaga Mediteranian, dikemudikan oleh pendayung yang ceria dan riang.
Pada malam hari, muncullah Fantasmic! Sebuah pertunjukan dramatis yang menyenangkan dan menghibur. Pertunjukan ini menggunakan layar air yang besar, sinar laser, lampu-lampu dan api untuk menciptakan pertunjukkan yang spektakuler.
Kita juga dapat menemukan toko-toko dan restoran yang tersebar merata di bagian pusat pelabuhan ini, dan pengunjung dapat memilih tempat yang mereka inginkan mengingat beragamnya pilihan yang ada.
Di sini juga ada Magellan’s, yaitu restoran mewah yang terkenal menyajikan makanan-makanan lezat dengan konsep yang mewah! Salah satu sajian yang paling populer adalah Ristorante di Canaletto yang adalah makanan Italia yang lezat.
Tentu saja aku sekarang juga menikmatinya bersama Jessica dan Ran. Lucu ya penyajiannya?
Disini ada juga Pulau Misterius (Mysterious Island) yang berada di jantung taman, Pulau Misterius ini memiliki sebuah gunung berapi yang menjadi pusat utama dari DisneySea Tokyo. Pulau Misterius ini dibuat berdasarkan sarang Kapten Nemo dari novel Jules Verne yang juga dikenal dengan sebutan Pulau Vulkania pada film 20.000 Leagues Under the Sea.
Jika kita mau mencari pulaunya, lihat saja gunung berapi, Gunung Prometheu, yang gagah. Gunung Prometheu didesain dengan begitu mengesankannya hingga menyerupai gunung berapi aktif.
Pengunjung dapat melihat gunung bererupsi setiap saat, lengkap dengan efek asap yang keluar dari cela yang ada di puncak gunung. Sentuhan gaib Disney seperti ini yang menciptakan kesan dunia fantasi yang menjadi kenyataan.
Meskipun sebagai area terkecil yang ada di taman, pelabuhan ini adalah rumah bagi dua wahana paling favorit di DisneySea Tokyo, yakni Journey to the Center of the Earth dan 20.000 Leagues Under the Sea.
Pengunjung dapat menaiki Terravator di Journey to the Center of the Earth, yaitu wahana berbentuk kendaraan yang menggunakan lampu, suara, panas dan gerak untuk menciptakan pengalaman untuk semua indera kita.
Pemandangan sepanjang perjalanannya begitu nyata, hal inilah yang membuatnya sangat menakjubkan.
20.000 Leagues Under the Sea, di sisi lain adalah sebuah jalur bawah air yang mana pengunjungnya dibawa menyelam menjelajahi kedalaman laut.
Dengan menggunakan remot kontrol yang disediakan, kita bisa mengarahkan cahaya ke arah yang kita mau untuk memecahkan misteri yang menanti di depan.
Tidak lupa kita juga ke Refreshment Station untuk mencoba cemilan yang paling dicari seperti Nautilus Gyoza! Selain itu, Nautilus Galley, juga layak kita datangi untuk cemilan-cemilan lain seperti gyoza, daging turkey, dan bir beku.
Ada juga Laguna Putri Duyung (Mermaid Lagoon).
Kerang laut warna-warni yang berukuran raksasa, karang laut dan kerajaan bawah laut dari rumput laut milik Raja Triton di Laguna Putri Duyung. Jadi ingat film soongebob deh. Ahahaha ...
Dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan yang ada di DisneySea Tokyo, mungkin Laguna Putri Duyung adalah daerah yang paling mencolok dan penuh warna sehingga menarik perhatian pengunjung-pengunjung yang usianya masih belia.
Di dunia bawah laut milik The Little Mermaid ini, kita bisa menemukan wahana yang lebih lembut. Sebagian besar aktivitasnya berada di dalam ruangan, pada saat kita masuk, kita akan melihat dekorasi-dekorasi dan permainan lampu yang didesain sedemikian rupa sehingga membuat pengunjung merasa mereka berada di bawah laut bersama Ariel dan teman-teman lautnya.
Adalah sebuah kebahagiaan mutlak ketika menginjakkan kaki ke dalam The Sleepy Whale Shoppe, yaitu sebuah toko yang berada tepat di dalam mulut sebuah paus raksasa!
__ADS_1
Ironinya, Laguna Putri Duyung adalah dunia bawah laut terbaik untuk tempat berteduh jika sedang turun hujan.
Disini juga ada Pesisir Arab (Arabian Coast), yaitu menara-menara menakjubkan, minaret, kubah-kubah bercorak dan halaman kelok-kelok yang menakjubkan, semuanya ini untuk menciptakan suasana dari dunia Pesisir Arab dari Aladdin dan 1001 Arabian Nights. Pengaruh Timur Tengah dan India dengan indahnya dipresentasikan kepada pengunjung secara rumit namun indah.
Uhh, keren sekali pokoknya!!
Dan salah satu wahana paling diminati di Pesisir Arab ini adalah Sindbad’s Storybook Voyage. Di wahana ini, kita akan diajak untuk mengikuti perjalanan tentang Sindbad dan harimaunya, Chandu.
Sekilas ada unsur dari Pirates of the Caribbean dan dunianya di dalam wahana ini, sangat direkomendasikan!
Hhm ... Disini juga ada Casbah Food Court, yaitu sebuah fasilitas restoran layanan counter di Pesisir Arab, salah satu makanan yang paling populer di kalangan pengunjungnya adalah kari.
Selain makanan, dekorasi restoran ini juga pantas dinikmati. Dengan penggambaran akurat dari pasar di Agrabah, kita akan merasa benar-benar memasuki dunia Aladdin.
Di area Pesisir Arab pula kita dapat menemukan berondong jagung rasa kari. Selain stan cemilan, Sultan’s Oasis adalah tempat terbaik untuk beristirahat dan menikmati kudapan.
Menu mereka yang paling populer adalah Chandu Tail, yakni roti manis dengan isian daging ayam yang nikmat. Kudapan lain seperti bola-bola krim maple, es krim, jus buah, dan masih banyak lagi.
Disini juga ada sungai Delta yang Hilang (Lost River Delta), berlokasi di bagian belakakng DisneySea Tokyo, Sungai Delta yang Hilang adalah sebuah area dengan struktur menonjol berbentuk piramida kuno kaum Aztec.
Terinspirasi dari film Indiana Jones, pelabuhan ini dihiasi dengan tumbuhan-tumbuhan hijau supaya sengaja mirip seperti hutan-hutan di Amerika Tengah lengkap pula dengan tanda-tanda dari ekspedisi arkeolog.
Suasana petualangan yang menegangkan terus terasa selama kita berjalan melewati kota di Sungai Delta yang Hilang yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua dan gubuk-gubuk lapuk.
Jika kita sedang ingin berhemat, maka Yucatan Base Camp Grill adalah restoran dengan harga paling terjangkau di seluruh taman untuk hidangan dengan daging.
Ada lagi Miguel’s El Dorado Cantina. Di sisi lain, adalah sebuah kantin indoor dan outdoor yang menyajikan makanan-makanan yang terinspirasi dari Meksiko. Jika kita mencari cemilan yang cepat dan berporsi lumayan banyak, kita bisa mencoba Yucatan Sausage Roll dari Expeditioin Eats.
Di Sungai Delta yang Hilang, kita bisa menemukan sebuah stasiun untuk menaiki Kapal Uap Transit DisneySea (DisneySea Transit Steamer) untuk menyebrang ke Dermaga Mediteranian. Selain itu, wahana yang paling dicari pengunjung di pelabuhan ini adalah Indiana Jones Adventure dan Raging Spirits.
Berpergian menuju masa depan dan ikut dalam eksplorasi teknologi di Pelabuhan Penemuan atau Port Discovery, tempat paling futuristik di seluruh taman. Meskipun bukanlah sebuah wilayah yang besar, tetapi area ini adalah rumah untuk dua wahana yang tak kalah menarik – Aquatopia dan Nemo & Friends SeaRider. Pelabuhan ini juga memiliki fasilitas kereta api listrik atau DisneySea Electric Railway.
Ada juga wahana Nemo & Friends SeaRider, yaitu wahana paling baru di Pelabuhan Penemuan. Wahana simulator ini membawa pengunjungnya untuk mengecil menjadi seukuran ikan dan membawa mereka mendekat dan personal kepada Nemo, Dory dan teman-teman!
Roti manis, The Donald Ukiwa Bun dari Seaside Snacks yang berada di antara Pelabuhan Penemuan dan Cape Cod adalah kudapan yang wajib dicoba di DisneySea Tokyo. Dengan isian daging udang, roti kukus yang berbentuk seperti pelampung ini benar-benar imut!
Sedangkan area Tepian Laut Amerika ini dibagi menjadi 3 daerah yaitu Kota New York, Dermaga New York, dan Cape Cod. Ketiga daerah ini terinspirasi dari era 1920, pelabuhan ini adalah bagian paling besar dari taman. Di tempat ini pula kita bisa menemukan dua wahana paling populer seantero taman, Toy Story Mania! dan Tower of Terror.
Tower of Terror di DisneySea Tokyo ini dibuat berdasarkan alur cerita nyata. Menaranya yang juga dikenal sebagai Hotel Hightower, kita akan menaiki kendaraan yang akan membawa kita naik lalu kemudian diterjun bebaskan dari ketinggian.
New York Deli adalah hidangan paling populer dikalangan pengunjung karena dekorasinya yang luar biasa dan roti lapis mereka yang terkenal, Mile High Deli Stack.
Di sini pula kita bisa menemukan Little Green Alien Mochi! Jika kita sedang merasa sangat lapar, Sailing Day Buffet adalah pilihan yang tepat. Juga, jangan lupa untuk berkunjung ke Barnacle Bill’s untuk bir dengan rasa-rasa unik.
Mungkin struktur yang paling menangkap perhatian di area Tepian Laut Amerika ini adalah model skala besar dari kapal laut bertenaga uap, S.S. Columbia.
Satu-satunya wahana di dalam kapal itu adalah Turtle Talk. Tidak sedikit juga orang yang menaiki kapal itu untuk melihat pemandangan dari dek teratas!
Kita akan seketika lupa tengah berada di sebuah taman bermain ketika memasuki The Teddy Roosevelt Lounge. Dekorasi kayu gelap, kursi dari kulit dan lampu-lampu indah mengisi ruang santai itu.
Tentu saja, jika kita lelah setelah berjalan seharian, kamu bisa menaiki Big City Vehicles yang akan membawa kamu berkeliling dari Cape Cod sampai ke Dermaga New York.
Di Tepian Laut Amerika, kita juga bisa menemukan stasiun untuk menaiki kereta api listrik Disney Sea Tokyo, begitu pula dengan kapal uap transit DisneySea Tokyo.
Ah ... Lelah juga berkelililing seharian. Padahal kita hanya berkeliling di DisneySea saja. Tapi rasanya kakiku sudah pegal sekali. Sudah cukup. Kini saatnya kita bergegas untuk pulang.
__ADS_1
Aku, Jessica, dan kak Zen berencana naik taxi bersama karena kita searah. Kak Misha pulang bersama kak Sano, karena mereka searah. Sementara Sora pulang bersama kak Ave. Aku ikut senang, akhirnya Sora bisa menemukan seseorang yang tulus padanya. Semoga hubungan mereka bisa berlanjut sampai ke jenjang yang lebih serius juga.
Saat di dalam taxi tiba-tiba saja ponselku berdering dan aku segera mengambil benda pipih itu dari dalam slingbagku lalu mengangkatnya.
"Ya, Hallo ..." sapaku.
"Yuko. Maaf aku pulang terlalu larut. Jadi aku nggak bisa jemput kamu ... Maaf ya. Ini saja baru saja mau pulang." ucap Haku dari seberang.
"Hhmm. Tidak apa-apa kok. Aku juga sudah dalam perjalanan pulang." jawabku datar.
"Hhm. Hati-hati ya. Aku akan menelponmu lagi nanti saat sudah sampai di rumah."
"Hhm ... Okay."
"Bye ..."
"Bye ..."
Setelah mematikan panggilan itu, aku segera menyimpan ponselku kembali di dalam slingbagku.
"Kalian mau makan dulu?" kak Zen tiba-tiba menawari kami untuk makan bersama. "Bagaimana kalau kakak traktir makan malam dulu?"
"Hhm? Tidak perlu repot-repot, Kak!" jawab Jessica cepat-cepat.
"Iya, Kak. Kita bisa makan di kontrakan kok." sahutku.
"Yah ... Kakak makan sendiri deh." sahut kak Zen dengan sedikit cemberut.
"Hhm? Baiklah ... Kalau begitu kita akan menemani kakak." sahutku akhirnya karena nggak tega melihat kak Zen sendirian.
Jessica hanya melirikku sedikit bingung karena tiba-tiba aku berubah pikiran. Aku hanya sedikit meringis menatapnya.
"Wah, serius kalian mau menemani kakak makan?"
"Yeap!" jawabku mantap.
Akhirnya kita mampir ke cafe kecil di dekat daerah kontrakan kita untuk menikmati ramen. Menilmati ramen malam hari memang rasanya sangat luar biasa. Apalagi jika levelnya pedas. Aku suka sekali!
"Jadi kalian tadi pergi ke DisneySea ya?" tanya kak Zen sambil meniup ramennya yang masih sedikit panas.
"Hhm. Aku pergi bersama Jessica dan Ran! Iya kan, Jessy?" kataku lalu melirik Jessica.
"Hhm. Benar sekali, Kak!" Jessica menyauti lalu memakan ramennya kembali.
"Ran?" kak Zen mengerutkan kening berusaha mengingat sesuatu.
"Anak sastra seangkatan kita juga." sahutku menjelaskan.
"Ran yang anaknya berkacamata?"
"Hhm. Benar sekali!" sahut Jessica bersemangat.
Kak Zen hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu mulai memakan ramennya kembali.
Setelah menghabiskan ramen kita, kita segera memutuskan untuk segera pulang. Aku dan Jessica berpisah dengan kak Zen di gang depan. Lalu aku dan Jessica segera kembali ke kontrakan bersama.
Setelah sampai di kontrakan aku segera mandi untuk membersihkan diri, karena rasanya sangat berat dan kotor karena jalan-jalan seharian.
__ADS_1
Huftt ... Lelah sekali hari ini. Selesai mandi aku melempar tubuhku di ranjangku dan malah ketiduran begitu saja.
...***...