My Little Prince

My Little Prince
Warm Seaside


__ADS_3

Haku mulai menggendongku saat itu. Dan aku masih sedikit tersadar saat itu, hanya saja kepalaku yang terasa sedikit berat dan pusing. Dan bicaraku terkadang sudah mulai ngelantur.


Aku mengalungkan kedua tanganku pada leher Haku saat dia menggendongku.


"Haku. Kita mau kemana?" tanyaku yang sudah sedikit teler.


"Kita akan menginap. Hari sudah gelap. Besok baru kembali ke Shinjuku." sahutnya.


Aku menyandarkan kepalaku di bahu Haku lagi. Aku melihat sebuah dagu yang sangat indah berada tak jauh dari hadapanku. Dan aku mulai memejamkan mataku kembali.


Setelah beberapa saat Haku mulai menurunkanku di atas pembaringan. Lalu dia melepas sendal yang aku pakai tadi. Dan aku mulai membuka mataku lalu perlahan duduk.


"Kau mau mandi dulu, Yuko?"


"Hhm.." Aku mengangguk pelan lalu mencoba bangkit untuk mandi. Tapi ternyata jalanku sudah sempoyongan dan aku hendah terjatuh. Dengan cepat Haku menangkap tubuhku.


Haku segera menggendongku kembali untuk membawaku ke kamar mandi kali ini.


"Aku bisa melakukannya sendiri.." kataku yang sudah sedikit teler. Namun Haku tidak mendengarkanku dan langsung membawaku ke kamar mandi.


"Mandilah dulu. Jika butuh sesuatu panggil saja aku." katanya lalu meninggalkanku di kamar mandi.


Setelah itu aku mulai membersihkan diriku. Hhm.. Aroma sabunnya harum sekali. Tak terasa sudah satu jam aku berendam di kamar mandi hingga akhirnya terdengar suara Haku yang memanggilku dari luar.


"Yuko? Kau baik-baik saja?" terdengar suaranya yang sedikit panik. Ahaha.. Ini gara-gara aku kelamaan berendam.


"Ah, Iya. Aku baik-baik saja. Aku akan segera selesai." kataku lalu menyudahi ritual mandiku. Aku mengambil sebuah handuk baju lalu membalutkannya pada tubuhku.


Setelah beberapa saat aku pun keluar.


"Kenapa lama sekali? Aku kira kau pingsan, Yuko." todong Haku saat aku sudah keluar dari kamar mandi.


"Aku hanya menyukai aroma sabunnya. Jadi aku ingin berendam lebih lama lagi." kataku sambil nyengir kecil. Haku tersenyum menatapku sambil mencubit hidungku gemas.


"Ah, sakitt!" kataku kesakitan. Sementara Haku malah tertawa kecil.


"Istirahatlah dulu. Aku akan mandi sebentar." kata Haku lalu bergegas pergi ke kamar mandi.


"Hhm.."


Aku melepas handuk bajuku lalu memakai pakaian gantiku. Kini aku mengenakkan sebuah T-Shirt dusty pink dan celana pendek santaiku warna denim. Aku melempar tubuhku di atas ranjang. Dan memejamkan mataku beberapa saat, tapi aku tidak tidur.


Setelah beberapa saat Haku sudah datang dengan hanya memakai handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

__ADS_1


Oh My!!


Kenapa dia suka sekali bertelanjang dada seperti itu di hadapanku? Dan lagi ini cuma memakai handuk untuk menutupi tubuh bawahnya saja!! 😣


Aku segera memejamkan mataku dan berpura-pura untuk tidur. Bisa gawat!


"Sayang. Apa kau sudah tidur?" tanya Haku sambil mengambil pakaian gantinya. Aku diam saja dan masih berpura-pura tidur.


"Aku tau kamu belum tidur." Haku sedikit tertawa sambil mulai mengenakan pakaiannya.


Setelah beberapa saat..


"Aku sudah memakai bajuku kok. Kau bisa membuka matamu sekarang." kata Haku sedikit tertawa lalu mendatangiku. Dia duduk di sampingku, sementara aku masih berbaring. Kulihat dia sedang merapikan rambutnya yang sedikit basah dan berantakan.


Ah, bagaimanapun penampilan Haku kenapa selalu terlihat sangat menawan? Bahkan dengan rambutnya yang basah dan berantakan seperti ini malah semakin mengeluarkan pesona.


Aku duduk di sebelahnya dan meringis kecil.


"Kau tau aku tidak tidur ya rupanya."


"Tentu saja aku tau." Haku tertawa kecil dan masih sibuk merapikan rambutnya yang sedikit basah.


"Haku, sejak kapan kau menyukai selancar?" aku menyipitkan mataku menatapnya. Memfokuskan pandanganku karena sebenarnya pandanganku sudah mulai buram.


"Haku. Aku ingin tau lebih banyak tentangmu." kataku pelan.


Haku langsung merubah posisi duduknya untuk berhadapan denganku.


"Katakan saja apa yang ingin kau ketahui tentangku!" katanya lembut.


Tapi tiba-tiba kepalaku terasa sedikit berat dan pusing sehingga tubuhku terhuyung dan Haku langsung menangkapnya ke dalam pelukannya.


"Kau baik-baik saja, Yuko?"


"Aku ingin tahu semua hal yang kau sukai, aku ingin tau hal yang tidak kau sukai, aku ingin tau saat kau memakai tuxedo, aku ingin tau bagaimana wajahmu yang memerah saat mabuk, aku ingin tau apa saja yang kau lalui selama 12 tahun sebelum kita bertemu kembali, aku ingin tau semuanya."


Mendengarku berkata seperti itu Haku semakin memelukku dengan erat.


"Maka kau akan segera mengetahuinya semua, Yuko." Haku membelai pelan rambutku. "Dengan seiring berjalannya waktu, maka kau akan perlahan mengetahui semua itu."


Suaranya begitu rendah dan tipis dan terdengar manis di telingaku di tengah-tengah aroma b*r buah yang harum.


Dan itu melegakan setiap kekhawatiranku dan membuatku merasa sangat tenang.

__ADS_1


Pelukannya seperti laut yang tenang, luas dan menyelimutiku dalam sebuah gelombang yang jauh. Berkobar dalam intensitas, namun indah.


Ah, rasanya aku tak ingin pergi dari pelukannya yang begitu hangat.


Tiba-tiba ponselku berdering. Haku sedikit melepas pelukannya. Lalu aku meraih ponselku. Terlihat nama kak Zen di layar ponselku sedang menghubungiku.


Haku segera meraih ponselku dan melihat nama si pemanggil.


"Kak Zen lagi?" kata Haku yang terlihat sedikit kesal.


"Mungkin saja ada yang penting." kataku hendak mengambil ponselku dari Haku. Tapi dia malah semakin menjauhkannya dariku.


"Jangan diangkat!" Haku meletakkan ponselku di meja. Meskipun dia mengatakannya dengan lembut tetapi dia terlihat sedikit kesal.


Setelah meletakkan ponsel itu dia kembali padaku.


Dia menatapku datar dan agak lama sekali.


"Kenapa dia selalu muncul?" kata Haku pelan dan terlihat sedikit murung.



"Haku. Ini sungguh tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan dia hanya sebatas junior dan senior. Tidak lebih dari itu." kataku pelan.


"Aku selalu berusaha untuk berpikiran seperti itu, Yuko. Tapi saat aku tau kalian sedikit dekat, bahkan kalian sering bertemu sepertinya aku jadi menjadi sedikit takut. Aku takut dia akan mengambilmu dariku."


"Haku. Percayalah padaku! Aku tidak akan pernah mengecewakanmu. Dan aku tak akan pernah meninggalkanmu." aku meraih kedua tangannya dan menggenggamnya. "Dan yang aku mau hanya kamu. Bukan yang lain!"


Perlahan dia mulai tersenyum kembali lalu mencium punggung telapak tanganku. "Terima kasih, Sayang."


"Hhm.." aku tersenyum menatapnya. Aku menatap wajahnya yang sedikit berbayang. Apa ini efek mabuk? Perlahan aku meraba pipi kirinya, tapi wajah serta tubuhnya masih berbayang. Kenapa Haku jadi ada banyak?


Haku meraih tanganku lalu menyibak rambutku dengan lembut. Perlahan kurasakan sesuatu yang sangat lembut seperti kapas menyentuh bibirku. Aku berpegangan pada lengannya yang masih berbalut sebuah T-Shirt.


Lengannya sangat kuat dan hangat kurasakan.


"Haku.."


"Ya.."


"Kepalaku berat sekali.."


"Bukan alasan deh." Haku tertawa kecil lalu mulai mendorong dan menindih tubuhku.

__ADS_1


...***...


__ADS_2