
"Cepat pakai pakaianmu, Haku!" ucapku pelan dengan penuh penekanan.
"Aku maunya dipakaiin sma kamu ..." ucapnya dengan nada manja dan ucapannya membuatku sedikit membulatkan mataku sempurna.
"Haku, jangan main-main deh! Atau kita akan terlambat pergi ke kampus." kataku berusaha menghindarinya dan hendak pergi meninggalkannya. Tapi dengan cepat dia menghalangiku dan itu membuatku menabrak tubuhnya.
Dugghh ...
Aduh, kening dan hidungku telah menabrak tubuh Haku dengan sedikit keras. Sakit juga ... Aku memegangi keningku tadi karena sedikit terasa sakit.
Oh My!
Aku baru sadar, Kini wajahku mulai memanas melihat pemandangan yang berada tepat di hadapanku. Hanya beberapa inchi saja jaraknya dari pemandangan itu. Aku melihat sebuah dada bidang sang begitu atletis. Secepat mungkin aku berbalik dan membelakanginya.
Tapi dia malah memelukku dari belakang dan mendaratkan dagunya pada bahuku.
Oh My!
Haku! Apa yang sedang kau lakukan?!
"Cepat, Yuko! Atau kita akan terlambat!" bisiknya pelan tepat di dekat telingaku. Suaranya seperti sedang menggelitiki telingaku saja. "Suatu saat kau akan menjadi istriku. Dan kau akan melakukannya setiap hari. Kenapa tidak mencobanya dulu sekarang?" katanya dengan suara menggodaku.
"Baiklah ..." kataku pasrah. "Tapi pakai dulu celanamu!" kataku dengan wajah yang sudah sangat memanas.
"Well, Oke ..." Haku segera melepas pelukannya dan segera melakukan sesuatu di belakangku. Dan beberapa saat ...
__ADS_1
"Oke, Sudah!" katanya.
Lalu aku berbalik dan segera mengambil pakaian itu kembali.
Aku mulai memakaikan kemeja untuknya tanpa menatap wajahnya sedikitpun. Tapi aku bisa merasakan dia yang selalu tersenyum menatapku. Dia merentangkan tangannya dan aku mulai memakaikan kemeja itu pelan-pelan.
Sebenarnya aku masih sedikit nervous. Sudah aku bilang aku belum terbiasa dengan pemandangan yang seperti ini. Tapi Haku malah selalu menggodaku. Hiks ...
Kemudian aku mulai mengancingkannya satu persatu kancing kemeja Haku dengan pelan dan hati-hati. Aku hanya fokus melakukan itu tanpa menatap wajahnya.
"Wah, rasanya jadi pingin cepet-cepet nikah saja deh. Setiap hari akan mendapatkan yang seperti ini ..." kata Haku menggodaku dengan tawa kecilnya.
Kini aku mengancingkan bagian paling atas dan aku mulai menatapnya.
"Haku-ku kenapa jadi manja sekali akhir-akhir ini?" godaku sedikit tersenyum padanya. Tingkat kegugupanku kini telah sedikit berkurang setelah dia memakai kemejanya.
"Sea Paradise yang di Yokohama itu?" tanyaku sedikit menaikkan kedua alisku.
"Iya. Kau mau? Sudah lama sekali aku ingin pergi ke sana!" ucapnya sedikit antusias.
"Boleh! Kita pergi berdua saja atau bersama yang lainnya juga?"
"Sora, Ken dan Jessica maksud kamu?"
"Yeap!" aku mengangguk.
__ADS_1
"Boleh juga kita pergi rame-rame!"
"Asyik! Aku akan memberitahu mereka nanti!" kataku bersemangat.
"Hhm, Oke!"
"Sarapan dulu yuk! Aku sudah memasak sesuatu!"
"Kau masak apa hari ini, Yuko?"
"Onigiri dan sushi. Yuk!" kataku lalu menarik tangan Haku bersemangat.
"Sepertinya enak sekali ..."
Aku tersenyum lebar mendengar ucapannya. Yeap, Akhir-akhir ini aku sering sekali belajar memasak juga saat di kontrakan sendirian. Karena suatu saat aku benar-benar akan menjadi seorang istri. Jadi aku harus belajar juga dari sekarang.
Haku mulai menikmati sarapannya dengan sangat bersemangat.
"Bagaimana? Enak tidak?" tanyaku penasaran.
"Onigiri terenak yang pernah aku makan!" jawabnya dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Ish ... Jangan bohong deh!" kataku sedikit mengerucutkan bibirku.
"Serius. Karena kau pasti membuatnya dengan cinta ..." candanya.
__ADS_1
"Apaan sih ..." ucapku sedikit malu.
...***...