
Perlahan aku membuka bingkisan itu. Hhm ... Harum sekali aromanya. Ternyata menunya adalah bento dengan yakiniku.
Aku mengambil dengan sumpitku dan mulai menyuapi Haku. Beginilah seorang pria. Terkadang bisa menjadi seperti anak kecil saat sedang berada bersama wanitanya. Gemes ...
"Bagaimana? Apa ini enak?" tanyaku sambil mulai mengambil potongan ayam lagi untuk menyuapi Haku.
"Hhm. Lumayan. Tapi masakanmu tetap yang terbaik!" kata Haku dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Apaan sih ..."kataku sedikit malu.
Tok ... Tok ... Tok ...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar.
"Masuk ..." kata Haku.
Tak lama kemudian pintu terbuka, ternyata gadis tadi yang datang. Dia sempat menatapku beberapa sesaat. Lalu kembali berbincang dengan Haku.
"Saya hanya mau mengantar berkas ini, Pak." kata gadis tadi lalu memberikan beberapa file kepada Haku.
"Oh, Oke. Terima kasih, Anzu."
"Sama-sama, Pak. Kalau begitu saya permisi ..." ucap gadis cantik yang bernama Anzu itu lalu bergegas meninggalkan ruangan ini.
__ADS_1
Aku terus menatap gadis itu hingga dia pergi.
"Cantik sekali dia ..." gumamku.
"Apa yang kau katakan, Yuko? Aku tak suka kau memuji wanita di depanku ..."
"Lalu kau ingin aku memuji pria di hadapanmu, Haku?" kini aku menatap Haku sedikit bingung.
"Bukan begitu, Yuko ..." kata Haku sedikit jengkel. "Aku tidak suka kau selalu memuji wanita lain di hadapanku. Karena menurutku kau adalah yang terbaik!" Haku menatapku dengan mata yang terbuka dan tajam, seolah aku telah mengatakan sesuatu yang tak bisa dimaafkan.
"Uhm. Maaf ..." kataku pelan.
"Sebelum bertemu denganmu, tak ada satupun yang bisa memasuki hati ini. Karena tak pernah ada yang mencapai itu sebelumnya. Begitu pula setelah berpisah 12 tahun darimu. Tak ada satupun yang bisa menerobosnya. Selama ini hanya ada satu orang saja yang bisa menerobosnya. Dan orang itu adalah kau, Yuko."
Ah, aku segera mengalihkan pandanganku dan segera membereskan sisa makanan Haku. Ini sedang di kantor! Dan Haku sedang bekerja. Aku tidak boleh terbawa suasana. Aku akan segera pulang saja deh.
"Kenapa diam saja? Apa kau tak percaya padaku?" kini Haku meraih satu tanganku sehingga aku menghentikan aktifitasku.
"Aku sangat percaya padamu, Haku." aku tersenyum menatap wajahnya yang sangat bersinar itu. "Aku akan segera pulang. Kau semangat ya kerjanya!" kataku bersemangat.
Kini Haku malah menarik tanganku yang tadi diraihnya. Kini aku sedikit terlempar padanya. Haku meletakkan tangan kiriku di atas bahunya.
"Kita sudah jarang sekali bertemu. Dan sekarang kau mau pulang begitu saja?" suaranya begitu pelan tapi jernih.
__ADS_1
"Uhm ... Tapi kan kau sedang bekerja, Haku. Dan kita sedang di kantor."
"Baiklah. Aku hanya ingin memelukmu sebentar ..." katanya lalu menarikku dan mengistirahatkannya di dada bidangnya. Aku bisa mendengar suara detak jantungnya yang begitu teratur.
"Terima kasih sudah mengunjungiku hari ini ..." katanya pelan.
"Ehm. Iya ..." kini aku melingkarkan tanganku untuk membalas pelukannya. Pelukan yang begitu hangat dan selalu aku rindukan. Rasanya nyaman sekali ...
"Kau pulang naik apa?"
"Aku akan naik bus."
"Hati-hati ya. Dan segera kabari aku kalau sudah sampai!"
"Hhm ..." kali ini aku melepas pelukannya dan mendongak menatapnya. " Kalau begitu aku pulang ya ..."
Haku mengangguk dan tersenyum manis padaku. Dia juga mengusap pelan kepalaku.
...***...
__ADS_1