My Little Prince

My Little Prince
Kesiangan


__ADS_3

Hari ini aku bangun kesiangan! Dan aku tidak sempat memasak sesuatu! Oh My!


Aku segera bangun untuk mandi. Setelah selesai, aku segera membangunkan Haku yang masih terlelap.


"Haku, bangun ... Ini sudah jam 8 am." ucapku sambil merapikan sedikit pakaianku. "Sayang, bangun ..."


"Hhm ..." sahutnya dengan mata yang sedikit terpejam.


"Bangun dan mandilah, Haku! Setelah itu kita makan di bawah." ucapku yang kini sembari menyiapkan pakaian Haku.


"Kau tidak memasak hari ini, Yuko?" kini Haku sudah terduduk dan mengerjapkan matanya. Sesekali dia masih menguap.


"Aku kesiangan. Maaf ya ..." aku membawa pakaian ganti itu dan meletakkan di atas ranjangku.


"Tidak masalah. Kita bisa sarapan di luar nanti ..." ucapnya hangat dan tersenyum padaku. Setelah itu dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sambil menunggunya, aku menyiapkan beberapa buku untuk kuliah hari ini. Aku juga merapikan kamar tidurku setelah itu.


Tak lama kemudian Haku sudah menyelesaikan aktifitasnya. Dan dia segera mengenakan pakaiannya. Kali ini aku membantunya meskipun dia tidak memintanya. Aku membantunya memakaikan coat untuknya. Sementara Haku hanya tersenyum menatapku. Lalu dia memegang kedua pipiku dan mengecup keningku.


"Kita berangkat yuk!" ucapku yang masih mendongak menatapnya.


"Hhm ..." Haku mengangguk dan tersenyum padaku.


Dan kita segera bergegas untuk berangkat. Saat di bawah kita memutuskan untuk mampir di sebuah cafe yang buka 24 jam. Dan kita sarapan dulu disana. Aku juga sudah mengirim pesan untuk Ken dan Jessica agar mereka berangkat duluan saja.


Setelah itu aku dan Haku berpisah. Dia memesankan sebuah taxi untukku berangkat ke kampus. Dan dia juga memesan untuk dirinya untuk pergi ke kantornya.


...***...


"Kau akan langsung ke rumah sakit, Yuko?" tanya Sora saat kita sudah menyelesaikan kuliah hari ini.


"Iya. Mulai sekarang aku akan menemani kak Zen setelah selesai kuliah." ucapku sambil menatap Sora.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Haku? Apa dia tidak akan cemburu?"


Aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum menatap Sora.


"Dia mengijinkanku kok." ucapku lalu menggendong tasku.


"Syukurlah kalau Haku mengerti. Aku sempat khawatir sekali. Posisimu saat ini sungguh rumit sekali..." Sora menatapku serius kali ini.


"Hhm ... Benar."


"Maaf aku tidak bisa menemanimu ya. Kakak menyuruhku pulang cepat. Dan kita harus pergi ke suatu tempat." kata Sora dengan muka ditekuk.


"Daijoubu, Sora." aku mencubit pipinya gemas.


"Untung saja kak Ave tidak menghubungiku sama sekali hari ini ..."


"Karena dia sedang menjaga kak Zen. Dan sepertinya dia juga cuti kuliah beberapa hari ini nanti ..." ucapku. Ya, aku tau dari Jessica kalau kak Ave sedang cuti kuliah.


"Syukurlah. Aku sedikit lega ..." ucap Sora yang sedikit tersenyum.


"Baru juga diomongin ..." ucapnya dengan wajah memelas sambil memperlihatkan nama si pemanggil kepadaku. Disitu terlihat kontak Pangeran Ave Yang Dingin sedang menelponnya.


Aku hanya terdiam tak bisa berkomentar apa-apa. Kemudian Sora mulai mengangkatnya. Dan aku mendekatkan diri untuk mendengar percakapan mereka.


"Hallo ..." sapa Sora pelan.


"Uhm, Hallo ... Sora."


"Ya, Ini aku ..."


"Kuliah hari ini sudah selesai?"


"Sudah. Baru saja."

__ADS_1


"Maaf, sepertinya akhir-akhir ini aku tidak bisa datang ke kampus. Aku sedang cuti. Jadi kau bisa langsung pulang tanpa menungguku."


"Oke, Kak. Tidak masalah kok!" sahut Sora yang kini menjadi sumringah.


"Hari ini kau mau kemana?"


"Ken mengajakku ke theater!" jawab Sora asal.


Aku sempat sedikit kaget mendengar ucapan Sora. Bukannya tadi bilang jika dia akan pergi bersama kakaknya? Hhm ...


"Tidak boleh!" ucap kak Ave cepat-cepat.


"Kenapa? Bukannya tidak ada perjanjian kakak bisa melarangku pergi dengan siapa saja?" ucap Sora.


"Pokoknya tidak boleh!" ucap kak Ave kekeh.


"Oke. Oke. Lagian aku bercanda kok! Hari ini aku akan pergi bersama kakak ke Shibuya."


"Kau berani mengerjaiku? Awas saja! Aku akan menghukummu saat kita bertemu nanti!" ucap kak Ave yang terdengar sedikit kesal.


"Ah ... Maaf kak. Aku hanya bercanda!" kata Sora cepat-cepat.


"Tidak! Aku akan tetap menghukummu nanti! Sekarang pulanglah! Aku akan menghubungimu lagi nanti!"


"Baik ..." ucap Sora memelas lalu mematikan panggilan itu.


"Lihatlah betapa kejamnya kak Ave!" Sora meletakkan kepalanya di atas meja dan wajahnya terlihat sangat kesal.


"Maaf, Sora. Bahkan aku belum sempat meminta tolong kepada kak Zen soal ini ..." ucapku sedikit sedih karena mengingat kak Zen yang sedang koma.


Dengan cepat Sora duduk kembali.


"Tidak apa-apa kok." sahutnya lalu tersenyum manis padaku. "Ya udah yuk!" Sora bangkit dan berdiri. Lalu aku dan dia segera pergi ke halte bersama.

__ADS_1


...***...


__ADS_2