My Little Prince

My Little Prince
Fakultas Sastra


__ADS_3

Hari ini kita berkumpul dengan fakultas jurusan masing-masing. Dan lagi-lagi kita dibuat kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 25-30 orang.


Ternyata Sora dah Ken juga mengambil jurusan Sastra. Ah.. Senangnya ada yang aku kenal deh. Aku dan Sora berpelukan bahagia saat mengetahui kita satu fakultas dan bahkan satu kelompok lagi.


Penentuan kelompok kali ini adalah dengan menggunakan kertas undian. Dan aku mendapat kelompok nomor 7. Begitu juga Sora. Bahagianya aku.


"Yuko. Ini seperti mimpi saja bisa satu falkultas denganmu." kata Sora riang seperti anak kecil. Aku tertawa kecil melihatnya. Benar-benar sangat menggemaskan.


"Aku bahagia sekali, Sora!" balasku berjingkrak seperti anak kecil juga.


"Hello, Nona. Kita bertemu lagi." sahut seorang pria yang tiba-tiba datang menghampiri kita.


Aku dan Sora segera menoleh ke arah suara. Ternyata Ken. Wah.. Ken juga satu kelompok denganku? Berarti ada dua orang yang aku kenal deh. Senangnya. Aku sempat khawatir tadi pagi jika tak ada yang aku kenal.


"Si narsis juga ada ya?" sahut Sora kegirangan.


"Jangan panggil aku seperti itu, Sora!" kata Ken sedikit kesal.


"Habis aku lebih mengingatmu dengan sebutan itu." Sora terkekeh membuat Ken sedikit manyun.


"Baik. Sekarang berkumpul dengan kelompok masing-masing ya." kata salah satu Senior di Fakultas Sastra.


Aku, Sora, dan Ken segera berkumpul dengan kelompok 7. Kita diminta duduk melingkar oleh senior.


"Ohayoo mina-san. Sebelum kita mulai acara hari ini, bagaimana kalau kita saling berkenalan dulu?" kata senior itu yang ternyata adalah kak Zen. " Ada yang sudah kenal dengan kakak nggak disini?"


Sora mengangkat tangannya. Begitu juga Ken. Kak Zen langsung menatap kita bertiga. Ya.. Kita bertiga.. Karena aku dihimpit antara mereka berdua.


"Ternyata ada yang sudah tau ya." kata Kak tersenyum manis. " Tapi biar bagaimanapun masih banyak yang belum kenal dengan kakak. Jadi kakak akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama kakak adalah Zen. Kakak fakultas sastra semester 5. Ada yang mau ditanyakan?"


"Kakak tinggal dimana?" tanya seorang pria.


"Kakak tinggal di daerah Shinjuku." jawab kak Zen ramah.


Kak Zen tersenyum samar sambil menatap kita semua. " Jika ada yang tidak dimengerti dan mau ditanyakan jangan segan-segan untuk bertanya langsung pada kami ya." katanya ramah.

__ADS_1


"Ada yang mau ditanyakan lagi?" tanya kak Zen.


"Apa hobi kak Zen?" tanya seorang gadis.


"Hobiku adalah membaca. Dan salah satu buku favorit kakak adalah adalah 1984 karangan George Orwell." kata kak Zen ramah.


"Bukanya itu buku yang membosankan ya, Kak?" celutuk seorang pria.


"Tidak. Menurut kakak itu sama sekali tidak membosankan. Buku 1984 karangan George Orwell ini merupakan suatu satiran terhadap ideologi komunisme yang menguasi hampir seluruh negara semasa itu. George Orwell menceritakan apa efek samping yang terjadi kalau suatu negara menerapkan ideologi komunisme. Kamu akan bergidik sewaktu membaca buku ini, bagaimana suatu kebebasan menjadi punah dan segala tatanan sosial telah diatur oleh orang partai yang selalu memantau masyarakatnya. Kamu akan banyak tau setelah membaca buku sastra fenomenal yang satu ini." kata kak Zen menjelaskan.


"Wah!" gadis-gadis seakan dibuat takjub dengan kak Zen.


"Baiklah. Yang disebelah kakak ini namanya kak Ave. Dia fakultas sastra semester 5 juga." kata kak Zen memperkenalkan kak Ave.


"Hallo..!" sapa kak Ave tak kalah ramah. Hanya saja auranya sedikit berbeda dari kak Zen. Dia terlihat sedikit lebih dingin. "Nama kakak Ave. Dan hobi kakak adalah menonton film."


"Ada pertanyaan untuk kak Ave?" tanya kak Zen sambil menatap kita semua bergantian.


"Rekomendasi film yang bagus apa kak?" tanya seorang gadis.


"Whoa..!" para gadis kini borsorak takjub.


"Aku akan mencoba menontonnya nanti kak." sahut salah satu gadis.


"Baiklah. Sekarang giliran kalian yang memperkenalkan diri ya. Sebutkan nama, hobi, dan alasan kalian memilih fakultas sastra." kata kak Zen. "Ada yang mau duluan?"


Ken segera mengangkat tangannya lalu dia berdiri untuk memperkenalkan diri.


Wah.. Si Ken punya nyali yang besar juga ya ternyata. Tidak seperti nyaliku yang sangat ciut. Sangat nervous waktu itu karena mendapat giliran pertama.


"Baiklah. Perkenalkan dirimu!" kata kak Zen ramah.


"Hallo semua. Perkenalkan namaku Kennichi Matsuyama. Kalian bisa memanggilku Ken. Hobiku adalah membaca komik dan bermain game. Alasan aku memilih fakultas sastra adalah karena aku ingin belajar lebih tentang ilmu bahasa semacam linguistik, sintaksis, fonologi dan sebagainya. Terima kasih." kata Ken lalu membungkukkan badannya dan kembali duduk.


Wah.. Ken juga mempunyai alasan yang sangat keren.

__ADS_1


"Baik. Selanjutnya yang disebelah Ken. Perkenalkan dirimu!" sahut kak Zen menatapku. Jadi sekarang giliranku ya. Aku segera berdiri untuk memperkenalkan diri. Untungnya aku sudah mempersiapkan diri, jadi tidak seperti waktu itu.


"Hallo semua. Perkenalkan Namaku Yuko Matzuo. Hobiku adalah menulis novel. Alasan aku memilih fakultas sastra adalah ingin menjadi seorang ahli sastra. Kalau anak teknik menganalisa bangunan, anak komputer menganalisa program, anak kedokteran menganalisa tubuh manusia. Maka, anak sastra menganalisa karya sastra, puisi, novel, cerpen, lirik lagu hingga film. Terima kasih." aku membungkukkan badan dan segera duduk.


"Kau keren sekali, Yuko." sahut Ken sambil menyikut lenganku.


"Ahaha. Alasanmu juga sangat keren, Ken." balasku.


"Oke. Selanjutnya..!" kata kak Ave.


Sora yang disebelahku segera berdiri untuk memperkenalkan dirinya.


"Hallo. Namaku Sora Amane. Hobiku adalah bermain piano dan membaca. Alasanku memilih fakultas sastra adalah aku ingin menjadi seorang copywriter profesional. Terima kasih." Sora mulai duduk kembali.


"Alasan yang keren, Sora." aku mengacungi dua jempol sambil tersenyum padanya.


"Alasanmu juga sangat keren, Yuko." Sora tersenyum manis padaku.


"Oke. Selanjutnya!" kata kak Ave.


Seseorang yang duduk disebelah Sora kini berdiri.


"Hallo. Namaku Jessica Lee. Aku berasal dari Seoul. Hobiku adalah mendengarkan music dan membaca. Alasan memilih fakultas sastra karena aku ingin lebih banyak mengenal karya sastra.


Dengan masuk ke jurusan sastra maka aku akan lebih banyak mengenal karya sastra dan gaya kepenulisannya. Terima kasih." kata Jessica lalu kembali duduk.


Wah.. Alasan yang tak kalah keren. Ternyata anak sastra sungguh keren dan menyenangkan. Aku tak salah memilih fakultas ini deh.


"Well. Selanjutnya silakan!" kata kak Ave.


"Namaku Robin Watanabe. Hobiku membaca komik. Alasanku memilih fakultas sastra adalah karena aku menyukai proses perkuliahan yang santai."


"Huu..!!" sorak yang lainnya.


Ahaha.. Ternyata ada juga yang mempunyai alasan seperti itu ya.

__ADS_1



__ADS_2