
"So sweet ..." ucapku sangat gemas setelah mendengar panjang lebar cerita dari Sora. "Ah, aku tidak menyangka sama sekali kalau kak Ave bisa berubah menjadi seperti itu, Sora! Cinta benar-benar bisa merubah segalanya menjadi versi terbaik dari diri seseorang!" imbuhku dengan bersemangat.
"Hhm ... Aku juga tidak menyangka kak Ave akan memenuhi permintaanku saat itu, Yuko!" sahut Sora dengan bersemangat.
"Selamat ya. Akhirnya kak akhirnya kamu berhasil membuat gunung es itu meleleh! Kamu benar-benar hebat!" godaku dengan tawa kecilku.
Sora ikut tertawa bersamaku. Dia terlihat sangat bahagia kali ini. Wajah cantiknya menjadi lebih bersinar saat ini. Semoga kak Ave bisa selalu menjaga Sora. Dan semoga kak Ave tidak akan pernah mengecewakan Sora.
Aku dan Sora kini memutuskan untuk segera pulang dari Keio Mall karena ini sudah cukup sore. Dan kali ini Sora akan menginap di kontrakanku lagi.
"Akhir-akhir ini kakakku suka sekali telpon dengan kekasihnya sampai larut malam. Aku malas dan bosan mendengarnya setiap hari!" keluh Sora saat kita berjalan di sebuah gank menuju kontrakanku.
Aku sedikit terkekeh mendengar ucapan Sora. Karena dia terlihat begitu lucu dan menggemaskan.
"Tak bisa aku bayangkan bagaimana kak Ave saat bersamamu."
"Memang kenapa?"
"Hhm ... Yah karena aku selalu melihat sosoknya yang sedingin es. Tiba-tiba saja dia bisa menjadi sedikit lebih lembut saat bersamamu." kataku sangat antusias. "Dan lagi, dia sangat perhatian dan peduli denganmu saat kau terluka." imbuhku lagi.
"Hhm ... Iya sih. Dia menjadi sangat manis dan lucu. Aku saja hampir tidak percaya kalau dia adalah pria yang selama ini aku kenal. Pria yang selalu dingin dan terlihat angkuh itu." sahut Sora sedikit terkekeh.
Aku juga sedikit tertawa bersama Sora. Tawa kita mengiringi setiap langkah kita di sepanjang jalan.
"Selamat ya. Semoga ini adalah awal yang baik untuk kalian berdua." kataku ikut berbahagia.
"Hhm ..." sahutnya singkat dengan seulas senyum manisnya.
Namun di ujung jalan kita melihat Ken yang sedang bersama seorang gadis. Bukankah itu Hana? Aku kembali memicingkan mata karena hari sudah sedikit gelap.
__ADS_1
Yeap gadis itu adalah Hana. Tetapi sepertinya mereka sedang tidak dalam percakapan yang baik? Seperti sedang ada sebuah pertikaian.
"Ini sudah malam, kenapa mencariku sampai kesini?" terdengar suara Ken sampai padaku dan Sora.
"Tentu saja! Tiba-tiba saja kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita! Dan itu pun melalui sebuah pesan. Setelah itu ponselmu malah tidak aktif! Apa yang sebenarnya terjadi, Ken?" pertanyaan itu terlontar dari bibir Hana dan terlihat sedikit kesal.
"Ya karena aku memang mau mengakhirinya ..." sahut Ken dengan santai.
"Tapi kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa aku sudah melakukan sebuah kesalahan?"
"Tidak, Hana." ucap Ken menenangkan Hana dengan memegang kedua pundaknya. "Akulah yang salah dalam hal ini. Saat kau menyatakan cinta padaku, aku menerimanya begitu saja tanpa berfikir terlebih dahulu. Dan memang aku sudah berusaha membuka hatiku setelah menerimamu. Namun pada kenyatannya semuanya sia-sia saja. Aku tetap tidak bisa menyukaimu. Bahkan sampai sekarang aku tak bisa melupakannya ... Maaf ..." ucap Ken pelan.
"Maaf? Hah?" ucap Hana sedikit mendengus kesal. "Baiklah jika ini adalah keputusan yang kamu ambil. Terima kasih sudah memberiku hari-hari indah itu walau sekejap." ucap Hana yang terdengar begitu sedih.
"Kau pasti akan menemukan pria yang lebih baik dariku. Yang bisa mencintaimu dengan tulus tanpa memikirkan gadis lain saat sedang bersamamu." ucap Ken berusaha menghibur Hana.
"Baiklah. Aku mengerti!"" sahut Hana dengan cepat. "Semoga kau bisa bahagia dengan gadis itu ..." ucap Hana seperti menahan tangisnya. "Aku pulang dulu." kini Hana berbalik berbalik dan mulai meninggalkan Ken sendirian.
"Sora. Lebih baik kita pergi ..." ajakkku menggandeng Sora karena merasa sangat canggung berada di tempat ini saat ini.
"Biarkan saja, Yuko." sahut Sora pelan namun netranya masih memandang ke arah Ken.
Perlahan Ken mulai berjalan melenggang mendekati kita, entah kenapa wajahnya terlihat begitu sedih menatap Sora. Seperti ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.
Ada apa ini? Apakah akan terjadi sesuatu malam ini? Semoga mereka berdua baik-baik saja.
"Hai ..." sapa Ken dengan seulas senyum tipisnya.
"Hhm ... Hai ..." sahut Sora pelan.
__ADS_1
Sedangkan aku hanya terdiam menyaksikan semua ini. Rasanya pandangan Ken begitu berbeda malam ini. Seperti ada sesuatu yang sedang dia tahan. Tapi apa? Apa ini menyangkut tentang hubungannya bersama Sora sebelum ini?
"Kalian darimana?" tanya Ken berusaha mencairkan suasana. Karena beberapa saat kita bertiga hanya saling berdiam diri.
"Kenapa kau begitu jahat kepada Hana, Ken?" ucap Sora tiba-tiba. "Kalau sejak awal memang tidak suka kenapa memberinya harapan? Kalau seperti ini kau hanya akan terus menyakiti orang! Perasaan seorang gadis itu sangat lembut tapi mudah rapuh!" imbuh Sora dengan sedikit tegas.
"Apa kamu tidak mengerti sama sekali, Sora? Aku menerimanya karena aku sangat hancur saat itu!" ucap Ken sedikit berteriak kepada Sora. Kemudian dia memegang kepalanya yang mungkin sedikit terasa pusing.
"Apa maksudmu?" ucap Sora sedikit penasaran dan mengerutkan wajah cantiknya.
"Aku melihat kau dan kak Ave berciuman saat itu!" ucap Ken sedikit berteriak. "Aku berusaha untuk baik-baik saja. Namun aku tidak bisa ... Semakin aku berusaha untuk baik-baik saja, maka semakin sakit rasanya hati ini." ucap Ken dengan memegang dadanya.
Pandangannya begitu sedih dan terlihat sangat putus asa.
"Ken ..." ucap Sora sedikit bergetar. "Maaf ... Tapi sebaiknya kita tetep berteman saja!" imbuhnya lagi pelan.
"Kenapa, Sora? Apa kau benar-benar tidak pernah menyukaiku?" Ken sedikit menunduk menatap Sora. "Apa kau benar-benar menyukai kak Ave? Katakan padaku jika kamu benar-benar merasa terancam olehnya! Dia tidak boleh memperlakukanmu sesuka hatinya sendiri!" imbuh Ken lagi.
Sora terlihat benar-benar sangat kebingungan saat ini, bahkan dia terlihat seperti sedang mau menangis.
"Katakan dengan jujur padaku, Sora! Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua permainan ini ..." ucap Ken yang kini memegang kedua bahu Sora.
"Maaf, Ken. Aku tidak bisa bersamamu ... Dan ini adalah keputusanku sendiri." kini Sora sudah benar-benar menangis.
"Sora, katakan dengan jujur padaku!" desak Ken lagi.
"Semoga kamu segera menemukan kebahagiaanmu." ucap Sora sedikit terisak lalu melepas tangan Ken dan bergegas pergi melenggang meninggalkan tempat itu.
"Sora!" ucap Ken berteriak.
__ADS_1
Namun Sora tak goyah, dia tetap terus berjalan meninggalkan Ken. Dengan cepat aku segera berlari kecil untuk menyusul Sora. Dan aku segera mengajaknya ke kontrakanku.
...***...