
Game kedua untuk hari ini akan segera dimulai.
Kak Zen dan kak Misha membagikan kepada setiap peserta masing-masing sebuah balon dan seutas tali ( kira-kira sepanjang 2 jengkal.).
Kita disuruh meniup balon masing-masing. Lalu mengikatkan balon tersebut di kaki kiri kita masing-masing.
Seluruh peserta disuruh berdiri di tengah lapangan bola basket.
Kak Zen menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah memecahkan balon orang lain sebanyak mungkin dengan cara menginjak balon-balon tersebut. Yang bertahan dan bisa mempertahankan balon di kaki kirinya tetap utuh maka dia pemenangnya.
Kak Zen mulai memberi aba-aba untuk memulai game ini.
Prittttttt...
Kak Zen meniup peluitnya.
Dan kita semua saling berlomba untuk memecahkan balon lawan. Suasana sangat riuh sekali.
Seseorang menyenggolku dan membuatku hampir terjatuh saat itu. Tapi Haku segera menangkapku. Kita saling bertatapan beberapa saat, dan ini membuat mereka memanfatkan kesempatan ini. Mereka memecahkan balon yang terikat di kakiku dan kaki Haku.
Phew. Kita kalah deh.
Jadi pemenang kali ini adalah seorang cowok bernama Ryu. Dan dia mendapat hadiah voucher makan gratis di kantin kampus selama 1 bulan.
"Sekarang kita akan beristirahat dulu. Dan harus berkumpul disini 1 jam lagi ya.Tidak boleh terlambat atau kalian akan dihukum." kata kak Zen.
"Hai, wakarimashita!" sahut junior kompak.
"Mau ke kantin bareng?" Sora tiba-tiba datang menghampiriku.
"Ah. Oke." sahutku. Aku melihat ke arah Haku dan dia sedang asyik mengobrol dengan temannya. Jadi aku memutuskan ke kantin bersama Sora.
Aku dan Sora segera bergegas hendak menuju ke kantin kampus.
"Hei, Yuko!" tiba-tiba seseorang menahan tanganku.
"Ya.." aku berbalik dan menoleh ke arahnya.
Ternyata Haku.
"Kau mau meninggalkanku begitu saja?" katanya sedikit kesal. Sora menatapku dan Haku secara bergantian.
"Bukan begitu. Tapi tadi kau sedang asyik mengobrol dengan temanmu. Jadi aku tak ingin mengganggumu."
"Hhm.. Baiklah. Kau hati-hati ya. Aku akan menyusul nanti. Aku akan menemui kak Zen untuk meminta selebaran pemilihan jurusan fakultas itu lagi." kata Haku.
"Hhm.." aku mengangguk dan tersenyum padanya. Lalu aku bergegas mengajak Sora pergi ke kantin.
"Kalian saling mengenal?" tanya Sora saat kita berjalan menuju kantin.
"Iya, Sora. Aku dan Haku sudah dari kecil saling mengenal." sahutku sambil tersenyum kepada Sora.
"Wah.. Sudah lama sekali ya."
"Hhm. Kau mau minum apa? Biar aku pesan sekalian." kataku saat sudah sampai di kantin.
__ADS_1
"Aku mau jus apel saja." sahutnya.
"Oke. Tunggu disini ya." kataku lalu bergegas pergi membeli minuman. Beberapa saat aku kembali menghampiri Sora yang duduk sendirian di pojok kantin.
"Maaf agak lama. Soalnya antriannya panjang." kataku lalu duduk disebelahnya sambil memberikan sebotol jus apel padanya.
"It's okay. Thanks ya, Yuko." sahutnya lalu meminum jusnya.
"Yeap. Sora, kau tau jawabanmu saat di dalam permainan tadi sangat keren. Aku benar-benar sangat takjub." kataku bersemangat.
Sora yang mendengar ucapanku tertawa kecil. Terlihat gigi kelinci dan lesung pipinya yang sangat dalam. Manis sekali dia.
"Semua orang pasti juga akan memilih hal yang sama kok."sahutnya. "Tampan itu bukan jaminan kebahagiaan kok. Malahan kebahagiaan biasanya tumbuh dalam kesederhanaan."
"Wow! Kau benar-benar sangat keren deh, Sora. Padahal kau sangat cantik dan manis. Maaf aku pernah salah sangka. Aku sempat mengira kau orangnya sombong.Tapi ternyata aku salah. Kau bahkan sangat baik." kataku takjub dan memandanginya antusias.
"Ah kau bisa saja, Yuko. Kau juga cantik dan manis kok. Imut banget malahan..Aku gemes sekali saat melihat ada cewek seimut kamu." Sora mencubit kedua pipiku dengan gemas.
"Sora..!! Tapi pipi ini bukan adonan kue tau..!!" candaku.
"Ahahaha.. Maaf deh." Sora kembali melepas cubitannya.
"Hai..!" sapa Haku yang tiba-tiba datang bersama temannya.
"Hai juga, Haku." sahut Sora.
"Kalian juga masih mengingatku kan?" tanya seorang cowok yang datang bersama Haku.
"Kau kan si cowok narsis tadi." sahut Sora seenaknya.
"Baiklah Ken-sama yang narsis." canda Sora.
"Sora..!!" kata Ken sedikit kesal.
Aku dan Haku tertawa kecil melihat mereka. Ah, Aku jadi merindukan Kanna, Mayu, dan Kiro. Mereka sedang apa ya?
"Kudengar permainan selanjutnya akan lebih seru lho." kata Ken sambil menyantap okonomiyakinya.
"Benarkah? Memang apa gamenya?" tanya Sora.
"Kudengar sedikit dari pembicaraan para senior tadi katanya game kapal pecah." bisik Ken.
"Kapal pecah?" tanyaku.
Permainan yang hanya dengan selembar kertas yang awalnya berukuran besar. Lalu kita berdiri di atasnya. Dan semua kelompok harus bisa berdiri di dalam kertas itu. Babak demi babak, kertas itu akan dilipat dan semakin kecil. Tetapi kita semua sekelompok harus bisa berdiri di atas kertas itu. Yang terjatuh, maka teamnya gugur.
Game itukah?
"Yeap." sahut Ken masih sibuk melahap makanannya.
Setelah beberapa saat, kita kembali berkumpul di lapangan basket. Ada beberapa orang yang telat, dan mereka mendapatkan hukuman squat jump 10 kali.
Ah untung saja kita tidak terlambat datang.
Phew.
__ADS_1
Bisa dapat hukuman juga kalau saja tadi terlambat.
"Bagaimama? Kalian sudah siap untuk game selanjutnya?" tanya kak Misha ramah.
"Sudah dong kak." sahut junior semangat.
"Baik. Karena dalam kelompok ini ada 35 orang. Maka buatlah kelompok kecil dengan masing-masing 7 orang." kata kak Misha.
"Kak.." seseorang menunjukkan tangan.
"Ya...?"
"Untuk pembagian kelompok kecilnya, bagaimana cara kita menentukannya? Kita yang memilih sendiri atau ditentukan dari undian?" tanya seorang cowok tadi.
"Kalian bisa menentukan dan memilih sendiri." sahut Kak Zen sambil menatap kita juniornya secara bergantian.
Sontak saja mereka langsung ramai dan heboh mencari kelompok sendiri-sendiri.
"Haku, kau mau bergabung dengan kita?" tanya seorang cewek yang tiba-tiba datang menghampiri Haku. "Aku sudah punya 5 anggota. Kita kekurangan 1 orang lagi."
Haku terdiam lalu melirikku, Sora, dan Ken yang sedang terdiam menatap mereka.
Wah, ternyata Haku memang setenar itukah? Bagaimana kehidupan dia saat di bangku SMP dan SMUnya dulu ya? Pasti juga dia sangat terkenal saat itu... Bahkan dia pernah berkata padaku kalau dia sering mendapat surat pernyataan cinta bahkan ajakan berkencan.
Tak sadar aku sudah cemberut saja.
"Maaf, tapi aku sudah punya kelompok. Dan kita masih mendapat 4 orang. Jadi kita masih membutuhkan 3 orang lagi." sahut Haku ramah.
"Benarkah..? Kalau begitu bolehkah aku bergabung dengan kelompok kalian saja?" tanya cewek itu lagi antusias.
"Tapi bagaimana dengan anggotamu? Apa tidak apa-apa kau pindah team?" tanya Haku ramah.
"Ah.. Itu bukan masalah besar kok." sahut cewek tadi lalu tiba-tiba saja dia menggandeng Haku.
"Boleh kan?"
Haku sempat melirikku saat itu lalu dia berusaha melepas tangan cewek itu dengan sopan.
"Maaf, tapi disini Yuko adalah ketua team kita. Jadi Yuko-lah yang akan memutuskannya." kata Haku lalu melirikku.
"Ha..? Aku?" aku menuding diriku sendiri tak percaya. "Tapi sejak kapan aku menjadi Ketuanya?"
Ken dan Sora terdiam sedikit bingung dengan suasana ini.
"Sejak sekarang." sahut Haku lalu tersenyum manis padaku.
Cewek itu langsung berjalan mendekatiku lalu memeluk lenganku.
"Yuko. Aku boleh bergabung dengan kalian kan?" tanyanya padaku.
"Ah.. Oh.. Tentu saja." kataku sedikit bingung.
"Baik. Kita masih butuh 2 orang lagi." kata Sora.
"Serahkan padaku. Aku akan mencarinya." sahut Ken lalu bergegas pergi meninggalkan kita.
__ADS_1
Tak lama, dia sudah datang lagi dengan seorang cewek dan seorang cowok.