My Little Prince

My Little Prince
Kegugupan


__ADS_3

Aku bernafas lega setelah menyelesaikan kuliah hari ini. Aku segera bergegas mengemasi barang-barangku ke dalam tasku. Harus segera pulang dan segera bersiap deh! Aku harus terlihat rapi malam ini! Aduh ... Pakai baju apa ya nanti malam? Bahkan aku belum mempersiapkannya.


"Yuko ..." tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang menghampiriku. Dan aku segera menoleh ke samping untuk melihat siapa dia.


"Senior Ave?"


Ya, Aku melihat kak Ave yang sudah duduk di sebelahku saat ini. Ada apa ya? Apa dia sedang dia lakukan disini ya? Apa dia sedang mencari Sora?


"Kau sudah mau pulang?" tanya Kak Ave sambil menyandarkam tubuhnya di kursi yang sedang dia duduki.


"I-Iya, Kak ..." ucapku sambil meringis menatapnya. Seperti biasa, dia selalu terlihat dingin dan sedikit menyeramkan. Padahal sebenarnya Kak Ave itu tergolong tampan lho. Hanya saja auranya yang sedikit berbeda ... Sangat dingin.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" ucap Kak Ave karena aku terus menatapnya ngeri.


"Tid-Tidak ada, Kak." kataku cepat-cepat.


Kak Ave tampak celingukan mencari seseorang di ruangan ini. Dan dia terlihat sedikit kebingungan.


"Kakak mencari siapa?" tanyaku memberanikan diri.


"Tidak ada ..." katanya yang masih sedikit celingukan.


Tidak ada? Tapi kak Ave terlihat masih mencari seseorang deh. Dan aku juga ikut melihat kanan, kiri dan belakangku.


"Kau sendirian saja?" tanya kak Ave lagi.


"Iya. Ken dan Jessica aku tidak tau kenapa mereka tidak kuliah hari ini. Sedangkan Sora sedang sakit."


"Sora sakit?" ucap kak Ave yang terlihat sangat terkejut dan segera duduk dengan tegap. Namun seketika dia segera merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin dan cuek kembali.


"Ah sayang sekali dia sedang sakit rupanya!" kata Kak Ave dengan intonasi tinggi. "Padahal banyak sekali tugas dariku yang sedang menantikannya! Dan dia harus segera mengerjakannya"


Kak Ave segera bangkit dan berdiri, "Kalau begitu aku pergi dulu ya, Junior" kak Ave berbalik dan mulai melangkahkan kaki. Dia juga melambaikan tangannya padaku sebelum meninggalkan ruangan kuliah.

__ADS_1


Apa itu semua? Jahat sekali Kak Ave! Dia masih selalu menyuruh-nyuruh Sora! Bahkan saat Sora sedang sakit saja dia masih mencarinya! Benar kata Sora! Dia sangat kejam dan dingin!


Oh, Sudahlah! Forget it! Aku harus segera pulang ke kontrakan. Dan aku harus segera bersiap untuk nanti malam. Aku segera bergegas untuk pulang dengan menaiki bus.


Betapa terkejutnya aku saat melihat Ayah dan Ibuku sudah berada di kontrakanku. Darimana mereka tau kontrakanku? Dan darimana mereka mendapatkan kunci rumah?


"Ayah, Ibu. Darimana kalian tau Yuko tinggal disini?" tanyaku begitu penasan.


"Ibu dan Ayah tau kawasannya saja. Dan saat berada di sekitar sini tadi ibu bertanya-tanya kepada orang. Dan kebetulan sekali kita bertemu dengan seorang pria yang mengenalmu. Dan dia mengantarkan kita ke kontrakanmu." jelas Ibuku.


"Seorang pria?" tanyaku penasaran.


"Yeap. Pria muda yang sangat ramah, tampan dan berkharisma. Dia terlihat sangat dewasa." kata Ibuku lagi.


"Bagaimana ciri-cirinya, Ibu?" tanyaku kepada Ibuku.


Apakah dia Ken? Hhm ... Mungkin saja dia!


"Dia berambut kecoklatan dan memiliki mata biru yang indah ..." ujar Ibuku lagi. "Dan tingginya kira-kira segini ..." Ibuku menganggat tangan kanannya dan menjelaskan tinggi pria tersebut.


"Kau banyak mengenal pria tampan ya setelah ke Tokyo ..." kata Ibu menggodaku. Bahkan dia sedikit menyikut lenganku


"Tidak kok, Bu. Dia adalah senior sekaligus Asisten Dosen di tempat Yuko kuliah. Dan kebetulan senior itu tinggal di daerah sini." jelasku kepada Ibuku.


"Benarkah? Terlihat sangat baik. Andai saja Ibumu ini punya dua anak gadis. Pasti sudah Ibu jadikan menantu juga ..." kata Ibuku lalu tertawa kecil.


"Ibu apa-apaan sih ..." kataku juga sedikit tertawa."Oya bagaimana Ayah dan Ibu bisa masuk ke kontrakan Yuko? Kan nggak punya kunci?" tanyaku sangat penasaran.


"Ibu dan Ayahmu tadi menemui pemilik kontrakanmu dulu. Dan dia yang memberikan kunci cadangannya kepada kita."


"Oh ..."


"Kalian cepatlah bersiap! Dandanan dan make up kalian yang paling lama soalnya!" keluh ayahku yang masih di depan TV.

__ADS_1


Aku dan Ibu saling tertawa sambil melirik ke arah Ayah.


"Yuko mandi dulu ya. Ayah dan Ibu sudah mandi?"


"Sudah. Sana kamu mandi dulu. Nanti Ibu akan mendandanimu deh ..."


"Hai ..." kataku lalu segera bergegas untuk mandi.


Aku segera membersihkan diriku di atas shower yang mengalirkan airnya dengan segar. Namun sebenarnya pikiranku melayang entah kemana. Aku merasa sedikit gugup untuk pertemuan nanti malam. Setelah sekian lama kedua keluarga kita tidak saling bertemu. Dan ini adalah pertemuan kedua keluarga setelah kita menjalin sebuah ikatan.


Membayangkannya saja sudah membuat jantungku selalu berdebar seperti drum. Aku begitu gugup. Padahal ini hanyalah kunjungan biasa. Dan bukan karena sebuah moment tertentu. Bagaimana nanti jika kita akan tunangan atau menikah? Mungkin jantungku akan melompat dari tempatnya.


Oh My!


"Yuko!" tiba-tiba terdengar teriakan Ibuku dari luar kamar mandi. "Kenapa lama sekali, Sayang?"


"Oh ... Iya, Bu. Ini sudah selesai kok!" balasku sedikit berteriak juga dan aku segera menyudahi ritual mandiku.


Aku mengenakan handuk baju dan segera keluar dari kamar mandi. Dengan sangat bersemangat Ibuku segera menarikku ke meja rias.


"Biarkan Yuko berdandan sendiri, Ibu!" kataku lalu merebut pouch make-up ku dari Ibu. Aku tidak mau meng-apply-kan make up yang terlalu mencolok pada wajahku. Aku hanya mau memakai riasa yang natural saja.


"Hhm ... Baiklah." sahut Ibuku lalu duduk.di sebelahku.


Setelah beberapa saat akhirnya aku menyelesaikan riasanku. Lalu Ibu merapikan dan menggulung rambutku. Dan ternyata Ibu juga sudah menyiapkan baju untukku. Dan dia segera memintaku untuk berganti baju.


Aku segera memakai baju yang telah Ibu siapkan tadi. Ternyata Qipao lagi. Kali ini Qipao berwarna dusty pink dan ada kombinasi bunga. Manis sekali. Aku berputar-putar di depan kaca dan melihat diriku yang begitu ceria di dalam cermin.


Sejenak aku melupakan kegugupanku untuk beberapa saat. Kenapa Ibu bisa tau aku sangat menyukai saat memakai Qipao? Ini membuatku terlihat sedikit dewasa dan anggun. Berbeda saat aku berpenampilan seperti sehari-hari saat aku pergi ke kampus maupun hanya sekedar bermain.


"Yuko. Bagaimana bajunya muat?" Ibuku mulai memasuki kamarku menyusulku. Dia membulatkan matanya menatapku lalu tersenyum lebar.


"Cantik sekali anak gadis Ibu!" ucapnya dengan mata berbinar. "Pas dan cocok sekali denganmu, Sayang." lanjutnya lalu berjalan mendekatiku.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum lebar mendengar ucapan Ibu.



__ADS_2