My Little Prince

My Little Prince
Sea Paradise


__ADS_3

Akhir pekan yang ditunggu kini telah tiba. Aku dan Haku hari ini akan pergi ke Sea Paradise yang berada di Yokohama. Kita menaiki kereta api untuk menuju ke Stasiun Yokohama. Lalu dari Yokohama berganti kereta api Kyeiku main Line menuju ke Stasiun Kanazawa-Hakkei sekitar 20 menit. Lalu kita menaiki kereta Kanazawa Seaside Line dan turun di station Hakkeijima dan memakan perjalanan kira-kira 7 menit.


Dan akhirnya sampailah kita di Sea Paradise. Sebenarnya perjalanan tidak banyak memakan banyak waktu, hanya saja kita sering berganti kereta api.


Yokohama Hakeijima Sea Paradise adalah taman hiburan yang terletak di Kanazawa-ku, sebuah pulau kecil di lepas pantai Yokohama. Untuk dapat menuju ke sini aku dan Haku menaiki kereta api sekitar 30 menit dari pusat kota Yokohama.


Hakkeijima Sea Paradise menjadi salah satu taman hiburan yang paling banyak dikunjungi di Jepang dengan daya tarik utama yaitu akuarium air laut yang megah. Yokohama Hakkeijima Sea Paradise memiliki daya tarik aquarium, mall, hotel, pelabuhan, dan juga permainan-permainan lainnya. Begitu banyaknya atraksi yang disediakan membuat kita tidak cukup mengunjunginya sekali! Sungguh keren sekali!


Kita juga bisa melihat pemandangan laut yang teduh, berbelanja di toko-toko atau makan di restoran yang tersedia. Tempat yang sangat cocok untuk berlibur dan beristirahat dari kesibukan.


Ada lebih dari 500 spesies ikan dengan total 100.000 koleksi dalam satu akuarium yang megah. Percayalah! Ini adalah seperti berada di salah satu akuarium terbesar di Jepang. Menikmati akuarium setinggi tiga lantai dengan ribuan ikan air tropis dan segar membuat kita seakan-akan berada di bawah air.


Aqua Resorts terdiri dari Aqua Museum, Dolphin Fantasy dan Fureai Lagoon. Aqua Museum adalah akuarium konvensional di mana pengunjung dapat melihat singa laut, lumba-lumba, singa laut, anjing laut, beruang kutub, hiu paus, kura-kura raksasa, berang-berang laut dan banyak makhluk laut lainnya. Ada juga pertunjukan khas yang menghibur para pengunjung dengan aksi hewan yang menggemaskan.


Terletak di bangunan terpisah di sebelah Museum Aqua, Dolphin Fantasy memiliki kolam renang berbentuk lengkungan besar. Pengunjung dapat berjalan melalui terowongan yang mengelilingi kolam renang tersebut sambil melihat lumba-lumba, ikan pari dan ikan lainnya. Kita juga dapat berenang di kolam renang di sekitar mereka.


The Fureai Lagoon adalah kompleks akuarium lain di mana pengunjung dapat berinteraksi dan menyentuh beberapa hewan laut. Kita juga dapat masuk ke dalam akuarium, kemudian memberi makan atau berenang bersama hewan laut.



Sugoi! Ini benar-benar sangat keren dan menakjubkan! Dan ini adalah pertama kali aku dan Haku datang kesini. Ikan-ikan berenang di seluruh tempat yang bernuansa kebiruan ini. Dan aku seperti sedang berada dalam dunianya saja.


Aku mengamati ikan-ikan yang sedang berenang di dalam sana. Lalu aku melihat seekor ikan badut seperti ikan yang di Finding Nemo sedang berenang di sisiku.

__ADS_1


"Haku! Lihat, ada ikan Nemo!" ucapku kegirangan sambil memegang kaca akuariuam itu.


Haku tersenyum lebar dan sedikit mengeluarkan suara dan segera mendekat disampingku. Dia menunjuk ikan biru yang ada di sampingnya.


"Lalu yang ini adalah ikan Dory." katanya menyeimbangkan leluconnya bersamaku. Dan aku tertawa kecil melihatnya.


Lalu kita saling bertatapan dan mata kita berbinar satu sama lain. Ikan badut itu mulai menggerakkan siripnya seolah-olah geli dan malu menyaksikan kita.


Aku meletakkan kedua tanganku di kaca dan tersenyum lebar menatap ikan-ikan itu.


"Aku sangat iri dengan mereka. Hidup mereka terlihat begitu sederhana." gumamku yang masih menatap ikan-ikan itu. Kehidupan yang sederhana, indah, nyaman, tenang, bahkan sudah terjamin semuanya disini.


"Hhm ... Dimanapun ada sebuah kehidupan. Pasti juga akan ada komplikasi." sahut Haku yang masih berdiri disampingku memandangi ikan-ikan kecil itu.


Sesaat aku memiringkan wajahku dan menatap wajah tenangnya yang sedang tersenyum samar menatap ke dalam akuarium. Meskipun dia sedang tersenyum namun rasanya kata-katanya terdengar sedikit menyedihkan.


"Mengapa kamu berfikiran seperti itu, Yuko?" ucap Haku pelan dan sedikit memiringkan kepalanya menatapku. "Lihatlah ... Tidak peduli seberapa besar akuarium dan tangki disini bahkan terlihat begitu realistis semua dekorasinya. Tapi ini masih seperti penjara untuk mereka jika dibandingkan dengan lautan luas." lanjutnya dengan wajanya yang sedikit murung.


"Jika itu adalah aku ... Disegel di dalam dan dilihat dan ditonton oleh manusia. Maka aku akan membencinya!" ucapnya pelan. "Pemahaman dan simpati adalah tidak sama. Dan tidak akan ada yang bisa benar-benar bermoral. Mereka hanya melakukan yang terbaik, dan mereka bisa." lanjutnya lagi masih dengan ekspresi murung.


"Hhm ... Kau benar, Haku." aku mengangguk pelan dan masih menatap Haku dari samping. Matanya tampak menunjukkan sedikit rasa iba, tapi tiba-tiba menghilang seketika. Lalu dia kembali tersenyum hangat lalu menyandarkan salah satu lengannya di atas bahuku.


"Mari kita pergi dan periksa zona berikutnya di depan." ajaknya dengan senyuman khasnya.

__ADS_1


"Hhm ..." sahutku tersenyum lebar.


Haku menggenggam jemariku dan mulai menggiringku di zona berikutnya, dimana ukuran ikan-ikannya sedikit lebih besar.


Salah satu ikan itu terpisah dari ikan lain dan. Giginya terlihat sangat tajam seperti pisau. Ikan itu berwarna hitam dan ada corak putihnya. Aku menatap ikan itu dengan sedikit tatapan takut.


"Ikan apa itu, Haku?" tanyaku yang masih mengawasi ikan yang sedang berenang dibalik tangki itu.


"Itu adalah Paus Orca. Pembunuh yang sangat kejam. Dia ditempatkan sendirian karena jika ditempatkan bersama ikan yang lainnya, maka ikan yang lain hanya akan menjadi mangsanya saja." ucap Haku sambil menatap ikan Orca itu dengan tatapan serius namun terasa hangat.


"Paus Orca berada di puncak rantai makanan di lautan dunia." lanjut Haku dengan ekspresi yang masih sama.


"Puncak rantai makanan di lautan dunia?" ucapku sedikit membulatkan mataku menatap ikan Paus Orca yang sedang berenang di sampingku. Entah mengapa bulu kudukku seketika menjadi merinding. Dan aku spontan memeluk lengan Haku. Tak bisa aku bayangkan jika tangki-tangki ini tiba-tiba pecah dan hancur. Oh My!


Melihat tingkahku Haku melirikku dan sedikit tersenyum geli. "Kaca-kaca ini cukup tebal dan sangat aman. Jadi, jangan takut ..."


"Eh ..." ucapku sambil sedikit nyengir karena malu.


"Sangat jarang melihat Orca, karena mereka tinggal di laut gelap. Laut gelap adalah tempat tinggal semua predator sengit." ucap Haku kembali menjelaskan padaku.


"Hhm ... Kau banyak mengetahuinya ya ..." aku menatap Haku kagum.


"Hanya sedikit saja kok." sahutnya pelan. Lalu kita berdua terdiam memandangi Orca itu.

__ADS_1




__ADS_2