My Little Prince

My Little Prince
Keio Mall Bersama Haku


__ADS_3

"Sekarang kita mau pergi kemana, Yuko?" pertanyaan dari Haku kini memecah keheningan suasana saat di dalam mobil.


"Apa kau benar mau mengantarku?" ucapku pelan sambil meliriknya yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Yeap. Seperti yang sudah aku katakan padamu. Aku akan mengantarmu kemanapun kau mau ..."


"Baiklah. Aku sedang ingin pergi ke mall."


"Hanya mall?" ucapya dengan nada jenaka dan tersenyum mengangtat kedua alis tegasnya.


"Hhm ... Aku ingin membeli sesuatu."


"Baiklah ... Kita akan ke mall sekarang." ucapnya dengan senyum lebar menatapku. Dan aku hanya membalas dengan senyuman saja.


Jujur saja aku masih sedikit sedih teringat dengan perbincangan Anzu dan Yuri tadi. Dan aku juga sedikit cemburu kepada Anzu. Akhir pekan lalu mereka bahkan juga bekerja bersama dan pergi ke sebuah cafe bersama.


"Yuko Ada apa? Kau terlihat begitu murung?" pertanyaan Haku kini membuyarkan kembali anganku.


"Aku tidak apa-apa ..." ucapku begitu pelan dan masih menatap lurus ke depan.


Beberapa saat suasana menjadi kembali hening, tiba-tiba saja aku merasakan salah satu tangan Haku yang menggenggem jemari kiriku. Hingga membuatku menunduk menatap kedua tangan yang sedang bergenggaman itu.


Dan aku sedikit tersenyum haru menatapnya. Tangan yang selama ini selalu ada untukku. Tangan yang begitu hangat saat menggenggamku namun kini entah kenapa terasa sedikit dingin. Apa Haku sedang kedinginan? Dia bahkan tidak memakai coat saat ini, karena coat Haku dia pakaikan padaku tadi. Haku ...


"Haku ... Tanganmu begitu dingin ..."


"Aku tidak apa-apa. Sekarang katakan padaku apapun itu ... Bukankah kita sudah saling berjanji akan berbagi semua?"


"Haku ..."


"Hhm ... Katakan saja padaku, Yuko." ucapnya begitu lembut.


"Tidak ada ... Aku percaya padamu kok." ucapku yang masih menunduk dan tersenyum menatap sepasang tangan yang saling bergenggaman itu.


Haku tiba-tiba saja membuang nafas kasar ke udara, "Itu berarti memang ada sesuatu kan? Katakan padaku ada apa, Yuko?"


Kini Haku mulai memarkir mobilnya di basement Keio Mall, dan kita masih di dalam mobil karena Haku sedang menunggu jawaban dariku.


Kini Haku menatapku lebih dalam, dan aku tidak bisa untuk berbohong kepadanya.


Wajahku tiba-tiba menjadi sedikit muram, "Pekan lalu setelah pulang dari Hotel kau pergi kemana, Haku?" tanyaku akhirnya.


Haku terdiam dan terlihat sedang berusaha mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Setelah pulang dari pertemuan di Hotel aku ke Cafe sebentar ..." jawab Haku dengan santai.


"Bersama Anzu?" todongku langsung.


"Hhm ... Iya. Ada dia juga sih. Ada apa?" tanya Haku masih santai.


"Bahkan kau sempat mengambilkan foto untuknya?!" ucapku sedikit tak percaya.


"Mengambil foto?" tanya Haku sedikit mengkerutkan keningnya. Lalu tiba-tiba saja Haku tertawa kecil.


Ada apa? Apa yang lucu dari semua ini?


"Kau pasti mengira aku hanya pergi berdua dengannya bukan?" tanya Haku dengan kekehan kecilnya.


Aku hanya mengangguk dan sedikit cemberut menatapnya.


"Kita pergi bersama orang-orang yang makan malam bersama kita tadi kok. Jadi bukan hanya aku dan Anzu." ucap Haku yang tersenyum gemas menatapku. "Dan yang mengambil foto Anzu bukan aku, Yuko." imbuhnya lagi.


"Uhm ... Benarkah? Maaf aku sudah berfikiran yang bukan-bukan." ucapku sedikit meringis karena malu.


"Tidak apa-apa kok." sahutnya dengan ramah. "Kita masuk sekarang?"


"Hhm ... Iya ..."


Akhirnya aku dan Haku mulai memasuki Keio Mall. Saat ini masih jam 8 Pm. Dan suasana Mall masih ramai karena ini adalah akhir pekan.


"Iya ..." sahutku dengan tersenyum lebar menatapnya.


Aku segera mengajaknya untuk pergi ke toko aksesoris. Dan aku mulai memilih dan melihat-lihat beberapa barang. Aku mengambil sebuah syall berwarna soft lilac lalu mencobanya dengan melilitkannya pada leherku.


"Haku, Bagaimana dengan syall ini?" tanyaku meminta pendapat dari Haku.


"Manis ..." sahutnya dengan seulas senyum dan gayanya yang memasukkan salah satu tangannya pada saku celananya.


Aku segera melepas syall itu dan kini mencoba warna lainnya, warna caramel.


"Bagaimana dengan yang ini?" tanyaku lagi kepada Haku.


"Manis ..." sahut Haku lagi masih dengan senyum dan gaya yang sama.


Aku tertawa kecil mendengar pendapatnya kali ini, "Kenapa semuanya kamu bilang manis, Haku?"


"Uhm ... Mereka memang sangat manis. Dan apapun yang kau pakai akan terlihat sangat manis padamu." ucap Haku dengan matanya yang seperti sedang tersenyum menatapku. Begitu jujur.

__ADS_1


Dan tentu saja tatapan hangatnya dan ucapannya yang begitu lembut membuatku sedikit merona dan berdebar. Dan aku segera mengalihkan pandanganku dan melepas syall itu.


"Kalau begitu aku akan membeli keduanya!" ucapku sedikit kikuk.


Aku membawanya ke kasir namun tiba-tiba aku melihat sebuah hand gloves hitam yang terlihat begitu lembut. Lalu aku mengambilnya dan kembali menemui Haku.


"Haku ... Coba pakailah!" ucapku sambil menyodorkan sepasang hand glove itu padanya. "Tanganku begitu dingin hari ini ..."


Haku menerimanya lalu memakainya tanpa banyak protes.


"Bagaimana? Hangat?" tanyaku bersemangat menatap sepasang mata bening itu.


"Hangat sekali!" sahutnya sambil tersenyum dan menatap hand glove yang masih terpasang manis pada tangannya.


"Baiklah. Biarkan aku membayarnya dulu ..."


Sebelum aku menyelesaikkan ucapanku, Haku malah menarikku ke dalam pelukannya yang masih mengenakan sarung tangan. Dia mendorong tubuhnya dengan lembut dan mendaratkan dagunya yang indah di atas kepalaku begitu saja. Dan kini aku bisa mencium aroma tubuhnya yang begitu harum. Aroma khasnya yang sangat aku hafal.


Dan kini wajahku mulai merona kembali mengingat saat ini kita sedang berada di toko ... Di keramaian ...


"Haku ... Kita sedang berada di tempat umum ..." ucapku sedikit malu.


Haku memejamkan matanya dan malah memelukku lebih erat lagi dan mengusap kepalaku dengan dagunya.


"Hanya sebentar saja ..." ucapnya begitu pelan.


Suaranya yang tenang dari atas kepalaku, berbaur dengan ketukan jantung kita. Hingga beberapa saat akhirnya Haku melepas pelukannya.


"Aku menyukainya ..." ucap Haku dengan senyum lebar dan terlihat sangat bahagia. Haku tertawa lepas dan pada saat ini aku sungguh ingin memeluk pria dewasa yang kini sedang terlihat begitu bahagia seperti anak kecil yang sedang menerima hadiah permen.


"Baiklah. Aku akan membawanya dan membayarnya dulu ..."


"Hhm ..." ucap Haku lalu melepas sarung tahun itu dan memberikannya padaku.


Setelah membeli hand glove itu kita mulai berjalan di sekitar lagi kembali menuju toko-toko lainnya lagi. Haku hanya mengikuti kemanapun aku pergi seperti ucapannya tadi.


Kali ini aku melihat-lihat pakaian pria. Tiba-tiba saja aku ingin membelihan Haku sebuah pakaian juga.


"Kenapa kita kesini?" tanya Haku dengan polosnya.


"Aku mau mencari sesuatu untukmu, Haku." ucapku sambil memilih pakaian pria yang ada di toko ini.


"Seharusnya kau tidak usah repot-repot, Yuko ..." ucapnya sedikit keberatan. Tapi aku tidak menjawabnya dan masih asyik memilih pakaian untuknya.

__ADS_1


Tiba-tiba aku melihat sebuat kemeja berwarna silver-white dan aku mengambilnya lalu menempelkan padanya.


"Lihat! Ini sangat cocok untukmu, Haku!" kataku berbinar. Dan aku membayangkan Haku sedang mengenakannya saat ini. Sangat cocok sekali!


__ADS_2