My Little Prince

My Little Prince
Sebuah Ketulusan


__ADS_3

"Ehm ..." aku memutar bola mataku untuk berfikir sesuatu. "Semua pemberian dari kakak, pasti dia akan sangat menyukainya kok. Dan lagi, dia juga tidak melihat nilai. Tapi ketulusan kakak ..." imbuhku dengan jujur.


Memang benar, seorang gadis pasti akan menyukai apapun pemberian dari kekasihnya. Tak peduli nilai dan seberapa mahal sesuatu itu. Karena semua nilai itu tak ada harganya dibandingkan dengan sebuah ketulusan. Aku yakin Sora juga akan berfikiran sama denganku. Karena Sora adalah gadis yang baik dan tidak memandang dunia.


Kak Ave terdiam beberapa saat setelah mendengar jawaban dariku. Lalu beberapa saat dia tersenyum lebar.


"Begitu ya ..." ucapnya pelan dengan seulas senyum. "Dia sangat baik ya. Aku beruntung sekali bisa mendapatkannya ya ..." imbuhnya lagi.


"Mendapatkan apa, Senior?" tiba-tiba Sora sudah datang membawakan 3 cangkir teh hangat untuk kita. Lalu dia kembali duduk di sebelah kak Ave dan menatap kak Ave dengan sedikit curiga. "Kenapa kalian diam saja? Kalian berdua sedang membicarakan apa ya?" kini Sora juga menatapku dengan sedikit curiga.


"Mendapatkan buku terbaru!" ucap kak Ave cepat-cepat. "Hari ini akan ada keluaran terbaru buku yang aku suka. Kau mau menemaniku untuk membelinya, Sora?" imbuh kak Ave sedikit gelagapan.


"Aku akan menemani kakak kok!" ekspresi Sora kini berubah menjadi ramah seperti biasanya kembali. "Ayo diminum dulu, selagi masih hangat!" ucapnya lalu mengambil secangkir teh untuk diberikan kepada kak Ave.


Kak Ave menerimanya dengan senyum lebar dan terlihat begitu bahagia. Lalu kak Ave mulai meminum teh itu. Entah kenapa aku merasa ekspresi kak Ave sedikit berubah saat ini. Antara terkejut dan mengerutkan keningnya.


"Uhm ... Terima kasih, Sora! Malah merepotkanmu deh ..." ujarku sedikit tak enak.


"Jangan bicara seperti itu lagi, Yuko." Sora menyauti dengan ramah lalu mengambil secangkir teh untuk dirinya sendiri. "Bagaimana teh ocha buatanku?"


"Manis ..." kak Ave menyauti ketika aku meminum teh itu.


"Well. Baiklah ..." sahutku lalu menikmati teh itu. Tapi memang ada yang aneh. Tehnya rasanya pahit dan tidak manis. "Sora ... Apa kau lupa untuk menambahkan gula?"


"Apa?" mata Sora terlihat membelalak lalu dengan cepat dia segera meneguk teh itu.


Setelah beberapa saat, dia mengkerutkan keningnya dam meringis menatapku.


"Sepertinya memang aku melupakan untuk menambahkan gula ..." ucapnya meringis karena malu. "Senior! Kenapa tidak bilang daritadi? Padahal kan kakak sudah meminum dari tadi ..." kini Sora menatap kak Ave dengan wajah memelas.


"Aku akan menyukai semua hal yang kau berikan untukku!" kak Ave tersenyum hangat dan mengusap kelala Sora dengan gemas.


"Tapi ... Tidak harus seperti ini juga kan, Kak ..." Sora masih merengek memelas.


"Sekalipun kau berikan racun padaku, aku akan meminumnya!" tandas kak Ave dengan tawa kecil.


"Apaan sih?!" kini Sora malah memukul dada bidang kak Ave. Sedangkan kak Ave hanya tertawa kecil melihat Sora yang begitu menggemaskan.


Begitu juga denganku, aku tak mampu menahan tawa melihat tingkah mereka berdua. Sungguh sangat berbeda dengan yang dulu. Dulu aku selalu melihat kak Ave yang begitu dingin kepada semua orang, bahkan dengan Sora. Namun sekarang dia terlihat begitu hangat.


"Ehm. Kalau begitu biar aku yang tambahkan gula sebentar." sahutku lalu membawa ketiga cangkir itu ke dapur.

__ADS_1


Aku mulai membawanya lalu memberikan gula pada teh-teh itu. Senyumku masih terpampang hingga saat ini karena mengingat Sora dan kak Ave. Mereka juga sangat manis dan lucu.


Beberapa saat aku sudah kembali dengan membawa teh-teh itu lagi.


"Minumlah. Sekarang sudag manis kok!" ucapku kepada mereka berdua.


"Maaf ya, Yuko. Aku sedikit ceroboh ..." celutuk Sora nyengir lebar.


"It's okay, Sora!" sahutku tersenyum lebar.


"Malam ini bagaimana kalau aku temani kamu? Takutnya kamu nangi pingsan lagi ..." ucap Sora sambil meminum tehnya.


"Uhm. Boleh saja sih, tapi sepertinya Haku juga akan datang. Kalau kamu mau menginap disini, aku akan bilang sama Haku dulu agar dia tidak datang." ucapku lalu meraih ponselku untuk menghubungi Haku


"Oh ... kalau begitu jangan!" ucap Sora cepat-cepat. "Kau bersama Haku saja! Dia pasti juga ingin bersamamu!" imbuhnya lagi.


"Yang benar? Aku masih bisa memberi dia kabar kok agar dia tidak datang "


"Tidak, Yuko. Haku pasti juga begitu mengkhawatirkanmu. Aku dan kak Ave akan pulang ketika Haku tiba. Jadi kita tak akan meninggalkanmu sendirian kok."


"Baiklah ..." aku tersenyum lebar menatap Sora. "Terima kasih, Sora."


Setelah beberapa saat asyik mengobrol bersama mereka, tiba-tiba ada sebuah ritme teratur yang berasal dari arah pintu hingga memecah obrolan kita bertiga.


Dengan sedikit bersemangat dan senyum merekah aku mulai berjalan untuk menuju pintu lalu membukanya.


Aku melihat sosok Haku yang sudah berdiri di balik pintu itu. Ekspresi wajahnya tidak seperti biasanya. Kali ini dia terlihat begitu khawatir. Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu dengannya?


"Haku ....Kau baik-baik saja?" tanyaku menatapnya dengan bingung.


Tanpa menjawab pertanyaanku, Haku segera menarikku saja dan memelukku. Menenggelamkanku pada dada bidangnya dan mendekapku dengan begitu erat


Sebenarnya ada apa, Haku?


...***...


...Hallo sahabat My Little Prince. Kembali lagi author ingin menyapa sahabat semua ......


...Apa kabar semuanya? Author doakan semoga kalian semua dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin ......


...Oya, Jangan lupa untuk selau mendukung My Little Prince ya ... Dengan :...

__ADS_1


...Like...


...Comment...


...Vote...


...Klik " Favourite "...


...Gift...


...Karena dukungan kalian semua adalah moodboster terbaik untukku. ♡♡♡...


...Sambil menunggu Haku dan Yuko up, Mampir dulu yuk ke novel aku yang baru. Dan tentunya nggak akan kalah seru ya....


...Never Say Good Bye...


...♡♡♡...


Prolog


Bagaimana jika seorang ketua Yakuza nomor 1 dan terbesar di dunia berpindah tubuh ke raga seorang Idol???


Yeap, Novel ini Menceritakan seorang aktor yang sangat terkenal dengan karir melejit dan memiliki hidup yang sangat sempurna, bernama Li Zeyan.


Namun, suatu ketika beredar sebuah video di masa lalunya yang kelam. Saat dia menjadi korban bully di sekolahnya membuatnya sangat depresi dan nekat untuk menjalankan aksi bunuh diri.


Namun, tiba-tiba saja jiwa Kiyota Jiro, seorang ketua Yakuza terbesar di Jepang yang sangat ditakuti oleh semua orang merasuki raga Li Zeyan.


Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kiyota Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan dari seseorang.


Bisakah mereka bertukar tubuh kembali?


Dan bisakah Kiyota Jiro membalas dendam dengan memakai tubuh barunya yang dia tempati sekarang?


Ikuti kisah mereka yuk ...


Jangan lupa mampir ya ♡♡♡


Selain menegangkan dan keren, novel ini juga akan sedikit menggelitik perut. Tentu saja karena tingkah konyol mereka berdua.


__ADS_1



__ADS_2