
"Selamat pagi!" sapa Sora yang tiba-tiba menghampiri kita.
"Pagi, Sora!" balasku tersenyum menatapnya.
"Yuko. Kenapa kau pakai syall? Ini kan musim panas. Apa kau sedang sakit?" tanya Sora kebingungan menatapku.
"Ehem." Haku berdehem dan melirikku sebentar. "Iya, Yuko sedang sakit sekali lehernya. Sepertinya dia salah tidur." kata Haku asal, bahkan dia tersenyum seperti sedang meledekku.
"Ah. Sudah! Sebaiknya kau mandi saja dulu, Haku! Setelah itu kita sarapan bersama!" aku buru-buru mendorong tubuh Haku agar dia segera pergi sebelum dia berbicara yang tidak-tidak kepada Sora.
"Benar itu, Yuko? Apa sakit sekali?" tanya Sora lagi.
"Tidak kok. Aku hanya merasa tenggorokanku sedikit tidak enak. Jadi aku memakai syall untuk menghangatkannya." ucapku berbohong.
"Oh. Iya. Kau harus tetap menjaganya agar tetap hangat." sahut Sora serius. "Wah, harum sekali aroma supnya."
"Benar! Dan sup ini juga sangat enak!" kataku bersemangat.
"Ah, aku jadi tidak sabar!"
Aku tersenyum menatap Sora. Dia manis sekali.
Aku dan Sora segera menyiapkan beberapa mangkok dan makanan lain untuk kita sarapan.
Tak lama Ken sudah datang lagi. Dan menyusul Jessica datang.
"Ohayoo!" sapa Ken lalu duduk di meja makan. "Dimana Haku?"
"Kokinya sedang mandi." sahut Sora asal.
"Haku yang memasak sup ini?" tanya Jessica tak percaya. "Wah, hebat sekali!"
"Wah. Benar! Hebat sekali, Haku!" sahut Ken sambil memandangi sup yang sedang dihadapannya itu.
"Sudah lama aku nggak makan sup gomtang!" sahut Jessica bersemangat.
"Boleh kita mulai makan?" tanya Sora bersemangat.
"Itadakimasu! ( Mari makan! )" kata Ken yang sudah hendak melahap sup itu.
Lalu diikuti Jessica dan Sora yang mulai menyantap sup itu.
"Kono súpu ha oishii desu! ( Sup ini lezat sekali! )" kata Sora bersemangat.
"Hônto ni oishii ( sangat lezat! )" tambah Ken sambil melahap sup itu.
"Dôi shimasu! ( Aku setuju! )" tambah Jessica.
Aku tertawa kecil melihat mereka bertiga yang sedang menikmati sup itu dengan sangat lahap.
"Wah, Wah! Kalian bahkan tidak menungguku untuk sarapan bersama ya!" kata Haku yang tiba-tiba datang lalu duduk di sampingku.
"Sory, Haku. Sup buatanmu terlalu menggoda!" sahut Ken asal.
__ADS_1
"Si koki makannya terakhir aja deh ..." canda Sora sambil tertawa kecil.
"Enak aja!" sahut Haku sedikit kesal.
Aku segera mengambilkan sup itu untuk Haku dan menyodorkan semangkok sup itu kepada Haku.
"Makanlah dulu ..." kataku padanya.
"Hhm. Thanks, Yuko." sahutnya sambil tersenyum lalu mulai melahap sup itu.
"Darimana kau belajar membuat sup ini, Haku?" tanya Jessica penasaran. "Sup gomtang kan masakan Korea."
"Sepupuku yang mengajariku." sahut Haku yang masih sibuk memakan supnya.
"Dia orang Korea juga?"
"Ya. Ada darah Koreanya sih. Sebenarnya dia campuran Jepang-Korea-Kanada."
"Wah, pasti ganteng sekali dia!" celutuk Jessica. "Asia kebule-bulean gitu, bisa kubayangkan!"
"Ganteng sih. Dan dia juga tinggi sekali." celutuk Haku yang masih fokus dengan sup di hadapannya.
"Lebih tinggi dari kamu, Haku?" tanyaku.
"Hhm. Dia tinggi sekali! Kalau nggak salah tingginya 190 cm."
Apa? Haku saja sudah tinggi menurutku. Tinggi Haku berkisar 185 cm, dan ini dia bilang barusan sepupunya mempunyai tinggi 190 cm? Tinggi sekali dia ...
"Wah! Tinggi sekali dia! Kalau jalan sama dia bisa seperti adeknya saja aku. Hahaha ..." celutuk Jessica lalu tertawa terbahak-bahak.
"Apa dia juga tinggal di Jepang, Haku?" tanya Ken ikut-ikutan.
"Ya. Dia tinggal di Kanagawa, Yokohama." sahut Haku.
"Kenapa kemarin waktu kita ke Kanagawa kita tidak mampir mengunjunginya, Haku?" tanyaku.
"Waktu itu dia sedang sibuk, Yuko. Selain seorang mahasiswa, dia juga disibukkan dengan organisasi yang diikutinya bersama teman-temannya."
"Oh, Benar juga. Pasti sangat sibuk ya." sahutku.
"Nanti kalau kita ke Kanagawa lagi deh aku ajak kau kesana ..."
"Hhm. Oke!" sahutku bersemangat.
"Aku juga ikut donk!" rengek Jessica.
"Aku juga mau ke Kanagawa dong!" tambah Sora.
"Gimana kalau kita berlibur ke Kanagawa kapan-kapan?" usul Ken.
"Hhm. Boleh sih, tapi sepertinya dalam waktu dekat ini aku nggak bisa. Aku harus magang di tempat ayah bekerja mulai sekarang. Ini aja bentar lagi aku harus segera berangkat."
"Wah, Baiklah. Kita akan kesana bersama saat kau punya waktu deh!" sahut Ken.
__ADS_1
"Oke!" sahut Haku.
"Jadi hari ini kau juga akan magang, Haku?" tanyaku pada Haku yang kini sudah menyelesaikan makannya.
"Iya, Yuko." sahutnya ramah lalu dia melirik jam tangannya. "Sudah hampir jam 9 am. Aku harus pergi duluan ya." kata Haku lalu pergi mengambil coat dan ranselnya.
"Wah, Direktur muda. Kami selalu mendukungmu!" celutuk Ken asal.
"Bicara apa sih!" sahut Haku sambil mulai memakai sepatunya.
"Kau kan akan menjadi Direktur. Dan kelak akan menjadi CEO menggantikan ayahmu, Haku!" sahut Sora.
"Hhm. Apapun itu terserah saja deh ..." sahut Haku cuek.
Aku bangkit dan mulai menghampiri Haku yang sudah selesai memakai sepatunya.
"Ini untukmu, Haku ..." kataku sambil menyerahkan beberapa sashet vitamin kepada Haku.
Haku melihat sejenak vitamin itu lalu menerimanya dan tersenyum manis.
"Terima kasih, Yuko!" katanya tulus.
"Semangat dan hati-hati di jalan ya ..." kataku pelan dan tersenyum padanya.
"Tentu saja!" Haku tersenyum manis sambil mengelus kepalaku. "Kau sudah menjadi penyemangatku. Tentu saja aku akan selalu bersemangat!"
Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.
"Aku berangkat ya. Nanti aku telpon!"
"Hhm ..." aku tersenyum dan mengangguk. Setelah itu dia bergegas pergi dari kontrakanku. Dan aku mulai bergabung dengan yang lainnya.
"Jadi waktu bersamamu dengan Haku akan berkurang dong, Yuko." kata Sora saat aku sudah duduk bersama mereka.
"Hhm, Mau gimana lagi dong." aku tersenyum menatap Sora.
"Asal saling terbuka dan percaya sih sebuah hubungan akan berjalan dengan baik." sahut Jessica.
"Tenang saja. Mereka ini berbeda dari pasangan lainnya!" celutuk Sora. "Mereka akan selalu bersama dan tak akan berpisah!" tambahnya lagi.
"Si Peramal Sora mulai lagi deh." celutuk Ken. "Kau dari dulu meramal Yuko dan Haku terus. Bagaimana kalau kau coba meramal dirimu sendiri?"
"Aku bukan peramal, Ken! Itu hanya feellingku saja. Dan setelah aku mendengar cerita Yuko kemarin. Aku mereka memang akan ditakdirkan bersama." kini Sora menatapku serius.
Aku tertawa kecil melihat Sora. Ada-ada saja dia.
"Tapi hati-hati ya, Yuko. Haku sangat populer sekali. Anak jurusan seni banyak sekali yang mengincarnya! Bahkan sudah menyebar ke semua jurusan deh berita tentangnya." kata Jessica menatapku serius.
"Hhm. Dia sangat populer sejak dulu ..." kataku sedikit cemberut.
"Tenanglah. Percaya padaku! Dia tak akan berpaling darimu!" hibur Sora padaku.
"Terima kasih, Sora." aku tersenyum tulus padanya.
__ADS_1
...***...