My Little Prince

My Little Prince
Bersama Sora


__ADS_3

Aku dan Sora masih saling bercerita panjang lebar seharian. Dia juga menceritakan tentang masa lalunya, saat dia pernah mengencani seorang pria tampan saat dia duduk di bangku SMU. Dan semenjak hubungannya bersama pria itu kandas, Sora sama sekali belum pernah lagi menjalin ikatan bersama seorang pria lagi.


Kini sudah pukul 5 pm, aku dan Sora menyalakan TV dan menikmati beberapa cemilan.


"Sora. Apa kau sudah mengingat siapa pria yang mengantarmu malam itu saat kau sedang mabuk?"


Sora hanya menggeleng sambil memakan potato chipsnya. Dia masih fokus menonton sebuah drama di TV.


"Ternyata pria yang mengantarmu itu adalah kak Ave." kataku pelan.


"Apa? Kak Ave yang mengantarku?" tanya Sora sedikit tak percaya. "Jangan bercanda deh, Yuko! Mana mungkin senior yang menyebalkan seperti dia mau mengantar pulang juniornya yang sedang mabuk!" celutuk Sora kembali santai dan menikmati potato chipsnya lagi.


"Aku tidak sedang bercanda, Sora. Kak Zen yang memberitahuku. Bahkan katanya malam itu kau muntah dan mengenai coat kak Ave!" kataku hati-hati.


"Apa?" kini ekspresi Sora sangat berubah drastis. Dia melotot menatapku. Dan aku hanya mengangguk pelan.


"Oh tidak!" kata Sora lalu menjatuhkan kepalanya di atas meja. "Bagaimana ini?" rengeknya sambil memukul-mukul pelan meja pelan.


Entah kenapa sikap dan tingkah Sora sangat terlihat menggemaskan sekali menurutku. Saat ini aku hanya menahan tawa karena melihat tingkahnya yang sangat menggemaskan dan begitu lucu.


"Aku harus bagaimana, Yuko?" kini dia mendongak menatapku.


"Emm ..." aku diam dan berpikir sesaat. "Menurutku kamu harus menemui kak Ave. Berterima kasih sekaligus meminta maaf padanya."


"Menemuinya?"


"Hhm ..." aku mengangguk dan masih menatap Sora serius.


"Tapi bagaimana kalau dia marah nanti?"


"Setidaknya kau harus mencoba dulu, Sora!"


"Kau temani aku ya, Yuko!"


"Oke ..."


"Kau memang yang terbaik deh, Yuko!" Sora langsung memelukku dan tersenyum lega. "Aku takut bakalan dibunuh sama kak Ave!"


Aku tertawa kecil mendengar ucapan Sora.


Tiba-tiba ponselku berdering. Aku meraih ponselku dan melihat layar ponselku. Terpampang nama Haku disitu.


"Cie ..." kata Sora menggodaku. Sedangkan aku hanya meringis menatapnya.


"Aku angkat telpon dulu ya, Sora!"


"Oke ..."


Aku segera pergi meninggalkan Sora dan segera mengangkat telpon Haku. Sebenarnya aku berpindah ke ranjang saja sih. Rebahan sambil berbincang dengan Haku.


"Hallo ..." sapaku bersemangat dan tanpa sadar aku sudah senyum-senyum sendiri saat mengangkat telpon darinya.


"Hallo, Yuko! Kau sedang apa?"


"Aku nggak sedang ngapa-ngapain sih. Daritadi hanya ngobrol sama Sora."


"Sora sedang disitu?"

__ADS_1


"Iya. Malam ini dia akan menginap disini."


"Oh, syukurlah kau jadi tidak sendirian deh."


"Hhm. Oya, Haku. Apa kau sudah pulang?"


"Yeap. Aku baru pulang dari Mizaki Corporation."


"Wah. Pasti kau sangat lelah. Kita baru pulang dari Kanagawa dan kau langsung ke perusahaan ayahmu." kataku sedikit cemberut.


"Tidak kok. Aku hanya melihat-lihat dulu tadi. Belum sepenuhnya bekerja sih."


"Oya, bagaimana tadi disana? Apa sangat menarik?"


"Ayah mengajakku berkeliling dan memperlihatkan kantor pusat Mizaki Corporation. Karena nanti sebagian besar pekerjaannya akan dilakukan disana."


"Wah. Kerennya!" kataku bersemangat.


"Tidak juga kok, Yuko."


"Lalu, Berarti kau juga akan membagi waktumu dengan kuliah dong?"


"Iya. Sepertinya begitu."


"Wah. Semangat ya, Haku! Aku akan selalu mendukungmu!" kataku bersemangat.


"Terima kasih ya, Yuko! Karena kamu aku jadi sangat bersemangat!"


"Sama-sama, Haku ..." kataku dengan nada bahagia.


"Kalau begitu segera beristirahatlah! Kau pasti sangat lelah."


Mendengar ucapan Haku membuat pipiku merona. Sebenarnya aku juga selalu kangen padanya sih. Padahal kita baru saja berpisah beberapa jam saja. Huhuhu ...


"Aku juga kangen, Haku ..." kataku pelan.


"Benarkah itu, Yuko?" tanyanya bersemangat.


"Hhm. Tentu saja."


"Bagaimana kalau aku datang kesana, Yuko?"


"Ha? Tapi ada Sora juga disini. Apa tidak apa-apa? Kau kan juga butuh istirahat, Haku!"


"Baiklah. Besok saja aku kesana ya. Undang juga Ken. Kita akan pesta makanan seperti yang dijanjikan dulu!"


"Oh. Oke. Akan aku undang Ken juga besok! Oya, apa aku boleh mengundang Jessica juga?"


"Tentu saja boleh!"


"Hhm. Baiklah."


"Baiklah. Sekarang nikmatilah waktumu berdua dengan Sora dulu. Aku tak akan mengganggu kalian deh." canda Haku sambil tertawa kecil.


"Ahahaha. Baiklah ..." kataku.


"Sampai jumpa besok, Yuko."

__ADS_1


"Dah, Haku." kataku lalu mematikan telponku.


Setelah itu aku kembali menghampiri Sora kembali. Dan dia masih asyik menyaksikan sebuah drama.


"Sudah? Kok cepat?" tanya Sora melirikku sebentar.


"Iya. Haku mau istirahat. Kasihan dia pasti kecapekan."


"Cie ... Kalian benar-benar pasangan idaman. Saling pengertian dan sangat dewasa. Kalian pasangan terkeren yang pernah aku temui deh!" Sora menyikut lenganku dan tertawa kecil.


"Kau bisa aja, Sora!" kataku sedikit malu. "Kau sendiri bagaimana? Sampai kapan akan menutup diri terus seperti ini?" kataku menggoda Sora.


"Ah, aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi! Aku hanya akan membuka hatiku pada pria yang tepat!" katanya serius.


"Seperti apa itu pria yang tepat?"


"Ya, Yang seperti Haku terhadapmu begitu, Yuko."


"Maksudmu?" tanyaku sedikit bingung.


"Pria yang benar-benar tulus padaku, Yuko. Ah tapi aku gak mau ambil pusing ah soal mereka. Lebih baik aku fokus dengan study dan mimpiku saja!"


"Lalu bagaimana jika tiba-tiba ada pria baik yang menyukaimu?"


"Hhm, Aku tidak tau. Lagian dimana sih ada pria baik lagi di dunia ini?"


"Pasti ada, Sora!"


"Sudahlah, Yuko. Aku tak mau berandai-andai. Dan aku tak mau sakit hati lagi." kata Sora sedikit cemberut.


"Oya, Yuko. Aku tadi sempat masuk ke sebuah kamar saat di rumah kak Zen. Dan aku melihat sebuah foto gadis kecil yang sangat manis. Apa dia yang dimaksud cinta pertamanya itu ya?"


"Mungkin saja, Sora. Soalnya kak Zen bilang dia masih menyimpan foto gadis kecil itu."


"Benarkah?"


"Yeap."


"Tapi aneh deh."


"Aneh gimana?" tanyaku sedikit bingung.


"Rasanya aku pernah melihat gadis kecil itu. Tapi dimana ya?" Sora terlihat sedang berpikir dan mencoba mengingat sesuatu.


"Dimana, Sora? Jangan-jangan kau juga mengenalnya?"


"Nggak tau juga sih, Yuko. Tapi rasanya seperti familiar saja deh."


"Aku jadi penasaran kepingin lihat foto juga deh. Seperti apa gadis itu? Beruntung sekali dia." kataku.


Tapi tiba-tiba aku teringat kata-kata kak Zen saat di Maidreamin Shibuya Cafe. Bahwa kak Zen sudah menemukan gadis itu.


"Kak Zen pernah bilang padaku. Katanya dia sudah menemukan gadis itu kembali, namun gadis itu kini sudah memiliki seorang kekasih." kataku kepada Sora.


"OMG! Kasihan sekali kak Zen! Padahal dia sudah lama menyukai gadis itu ..." kata Sora terlihat sedih.


"Benar. Menurutku ini sungguh tak adil." sahutku.

__ADS_1


...***...


__ADS_2