
Hari ini semuanya berjalan sesuai dengan agenda. Namun, ada banyak hal yang harus aku perbaiki lagi. Ini sudah berjalan selama dua bulan, tapi tuan Nizcholn tetap sama. Dia tidak pernah mau makan saat aku harus bertugas menyuapinya, dan dia masih suka diam.
Entahlah, aku tidak tahu apakah dia juga melakukan hal yang sama kepada yang lainnya.
Aku berjalan mengelilingi ruang baca, membaca judul buku yang tertata di rak. Mengambil salah satu buku, karena itu adalah buku tentang bisnis yang disukai tuan Nizcholn. Aku mencari lagi buku yang seperti itu.
Selesai dengan buku yang aku pilih, aku kembali ke kamarku. Sudah jam istirahat, namun aku tidak bisa terlelap.
Aku sangat bersemangat untuk esok hari, besok adalah hari ulang tahun saudariku. Entah bagaimana caranya aku harus mengucapkannya selamat.
Karena aku tidak bisa tidur, aku memutuskan untuk pergi keluar. Jalan-jalan mungkin bisa membantuku agar aku menyegarkan pikiranku dan kemudian tidur.
"Aku harap dia mau untuk mengerti."
Aku melihat Jaden Arshon yang berbincang dengan seseorang. Aku tidak ingin ikut campur, namun ketika aku hendak pergi terdengar jika mereka menyebut namaku.
Dengan perasaan yang aneh aku mendekat ke tempat Jaden Arshon.
Mendengar pembicaraan mereka tentangku.
Namun, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas karena mereka berbincang sambil berjalan.
Aku mengurungkan niatku untuk mendengarkan pembicaraan itu. Aku memilih untuk pergi saja menuju ruang baca.
Aku mengambil salah satu buku baca secara asal. Kemudian membolak-balikkan halaman buku itu karena tidak tertarik sama sekali.
Aku mengambil selembar kertas yang tersedia di tengah-tengah meja, juga mengambil pensil yang berada di dekat tumpukan kertas itu.
Aku mulai menggambar sesuatu yang abstrak, mungkin itu mewakili perasaanku.
Mataku mulai terasa berat.
Aku meletakkan kepalaku di atas meja sambil terus menggambar hingga mataku perlahan tertutup.
Aku tertidur.
><><><><><
"Nona, maaf ini sudah pukul tujuh pagi. Bangunlah, nona."
Aku mengejapkan mataku ketika samar-samar terdengar suara berat yang membangunkanku.
Jaden Arshon berdiri di seberang tempatku duduk, sedangkan Agatha berada di sampingku membangunkan diriku.
Aku yang belum sepenuhnya sadar segera beranjak dan membungkukkan tubuhku pada keduanya. Kemudian berlari pergi ke kamar tuan Nizcholn.
Aku membuka tirai kamarnya.
Menoleh ke arah ranjang tuan Nizcholn, dia sudah tidak ada di sana.
__ADS_1
Aku segera merapikan tempat tidurnya, membereskan beberapa hal yang berantakan.
Selesai dengan itu, aku pergi menuju kamarku untuk mengganti pakaian kemudian ke ruang makan. Di sana semua orang tampaknya baru selesai makan dan sudah beranjak untuk melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
Lagi-lagi aku menyantap sarapanku sendirian. Selama aku bekerja di sana, setiap hari aku selalu menyantap makanku sendiri. Mungkin karena jadwal kerja kami berbeda.
Sebenarnya aku merasa kesepian. Ditambah lagi, tuan Nizcholn yang pendiam. Atau terlalu diam, astaga. Entahlah itu.
"Permisi nyonya, jika anda sudah selesai tolong temui tuan Jaden Arshon di ruang tamu."
Seorang pelayan datang memberitahuku tentang Jaden Arshon yang harus aku temui setelah ini.
Aku tidak tahu, apa lagi yang akan diberitahukan oleh Jaden Arshon.
Mungkinkah perihal aku yang terlambat bangun dan tidak disiplin?
Aku beranjak seusai sarapanku habis. Pergi ke ruang tamu seperti ucapan pelayan tadi.
Tuan Nizcholn berada di sana bersama Jaden Arshon.
Aku memberi hormat pada mereka, kemudian mereka memintaku agar aku duduk.
"Saya memanggil anda untuk memberikan kontrak baru kepada anda. Karena beberapa hal, tuan harus kembali."
"Anda diminta untuk memperbarui kontrak anda."
Selembar kontrak yang harus aku tanda tangani.
Harus. Itulah kata Jaden Arshon, dengan nada yang agak memaksa.
Aku pikir, apakah aku sedang terjebak dalam kontrak ini?
Atau hanya perasaanku saja yang merasa seperti itu.
"Apakah ini wajib aku perbarui?"
"Tentu, karena ada beberapa peraturan baru."
"Serta, anda bisa mendapatkan tambahan bonus."
Aku menarik napas dalam, membubuhkan tanda tanganku pada selembar kontrak itu. Dengan hati yang gelisah aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya.
Aku bekerja untuk membantu pengobatan saudariku. Jadi aku harus melakukannya, dan saudariku pasti akan sembuh.
"Baiklah, terima kasih atas kerja sama anda. Silakan anda mengemas barang-barang milik anda. Pukul sebelas siang kita akan berangkat."
Aku berpamitan pergi.
Hatiku yang merasa gelisah perlahan perasaan itu menjadi tenang. Dengan segera aku membereskan barangku. Setelah selesai, aku membawanya keluar.
__ADS_1
Ini belum pukul sebelas siang.
Namun ketika melihatku keluar kamar bersama beberapa barangku, Jaden Arshon memanggilku dan meminta diriku untuk masuk ke dalam mobil.
Setelah aku masuk ke dalam mobil, mobil langsung melaju dengan kecepatan rata-rata. Tuan Nizcholn yang duduk di sampingku, dia memejamkan matanya. Sepertinya dia sedang tidur.
Aku menikmati perjalanan ini. Entah berapa kilometer jauhnya perjalanan ini.
Aku melihat keluar jendela, pemandangan yang indah.
Aku memejamkan mataku, mengantuk sekali rasanya.
><><><><><
"Nona, tidak sama seperti sebelumnya. Kamar anda berada di samping kamar tuan. Anda bisa menata barang anda."
Aku tersenyum melihat kamar baru itu. Benar-benar nyaman, lebih bagus dari kamar yang sebelumnya. Dan lebih luas.
Aku menata barangku di dalam lemari. Selesai dengan itu semua, aku pergi turun ketika seorang pelayan memberi tahu tentang makan malam yang sudah disiapkan.
Kali ini aku tidak kesepian. Aku makan malam bersama para pelayan yang lainnya. Dan suatu kejutan yang menyenangkan untukku, ternyata Agatha juga ikut bersama kami.
Kami semua bercanda di sana. Sungguh makan malam yang mengasyikkan.
"Mari, saya akan mengantar anda ke ruang baca."
Aku mengangguk, mengikuti pelayan yang baru aku kenal itu. Kami pergi ke ruang baca. Aku berdecak kagum. Itu luar biasa, ruang baca di sana memiliki buku yang lebih banyak.
Di ruang baca, tuan Nizcholn sudah ada di sana.
Setelah pelayan yang mengantarku berpamitan pergi, aku pergi mendekat ke arah tuan Nizcholn.
Di atas meja, ada sebuah buku. Namun kali ini bukan buku yang membahas tentang bisnis. Melainkan sebuah buku lain. Aku membaca buku itu.
Selepas membaca buku, aku membawa tuan Nizcholn untuk pergi ke kamar nya. Ini sudah masuk waktu istirahat bagi tuan Nizcholn.
Setelah membantu laki-laki itu, aku keluar dari kamar dan menutup pintu kamarnya dengan perlahan.
Aku membawa buku tadi ke kamarku, membacanya sendiri dan mengulanginya dari halaman pertama.
Aku membaca buku itu hingga larut malam.
Benar-benar hari yang menyenangkan.
Sebenarnya, aku sangat terkejut ketika mengetahui kontrak baru itu, namun aku rasa kontrak baru itu tidak terlalu buruk. Di sini menyenangkan. Aku mendapat banyak kenalan baru. Orang-orang baru itu juga menyenangkan. Aku merasa tidak kesepian.
Dan sebenarnya, aku juga merasa aneh. Tapi aku tidak akan terlalu memikirkan perasaan aneh itu.
><><><><><
__ADS_1