My Little Prince

My Little Prince
Terserang Flue


__ADS_3

Aku merasakan sebuah kehangatan di udara yang tiba-tiba saja menghampiriku. Namun aku segera berbalik dan berusaha untuk menyaksikan film itu kembali. Huuft ... Entah kenapa aku merasakan sedikit gugup kembali saat ini. Untung saja ini di dalam bioskop, dan sedikit remang-remang. Dan wajah maluku mungkin akan sedikit tak terlihat oleh orang-orang.


Walaupun aku seringkali bertemu dan bersama Haku, namun aku masih sering merasa malu dan gugup di hadapannya. Aku juga tidak tau, kenapa ini selalu terjadi padaku. Bersama dengannya selalu saja membuatku begitu berdebar.


Aku masih menikmati film itu, namun tiba-tiba setelah beberapa saat Haku menyandarkan kepalanya pada bahuku. Dia telah tertidur, bahkan di lingkungan yang sedikit tidak nyaman untuk beristirahat seperti ini.


Kali ini aku menatap diam-diam wajahnya dan benar-benar mengabaikan film itu. Aku merasa bahwa tiba-tiba saja wajah Haku menjadi sangat tampan luar biasa. Sinar dari layar proyeksi yang begitu remang menyinarinya sedikit wajah tampannya. Menjadikannya lebih menawan.


Hhm ... Kasihan sekali Haku. Pasti dia terlalu lelah saat ini hingga dia tertidur begitu saja. Aku membiarkannya saja hingga akhirnya film itu selesai aku baru membangunkannya.


Lampu teater kini mulai dinyalakan kembali, dan pengunjung satu persatu kini mulai meninggalkan ruang teater ini.


"Haku ... Bangunlah ..." kataku dengan pelan berusaha membangunkannya.


"Emmhh ..." perlahan Haku mengerjapkan matanya dan mengangkat kepalanya.


"Apa aku ketiduran, Yuko?" ucapnya sambil menatap sekeliling yang sudah mulai sepi.


"Iya. Kau pasti sangat lelah. Ayo kita pulang ..."


"Uhm. Iya ..."


Kita segera bergegas untuk meninggalkan teater dan kembali menuju ke baseman untuk mengambil mobil.


"Haku, Kau bisa mengemudi? Kau terlihat sangat lelah ..." ucapku sedikit khawatir.


"Bisa kok ... Jangan khawatir!" Dia tersenyum lebar lalu membukakan pintu sebelah kemudi untukku, dan aku memasukinya lalu duduk.


Haku masuk dari pintu yang lainnya dan segera mengenakan seat beltnya. Dia mulai memutar kunci untuk menghidupkan mesin mobil itu.


Bbrruumm ...


Perlahan Haku mulai mengemudikan mobil itu dengan hati-hati. Mobil mulai melaju dan membelah jalanan yang sudah sedikit sepi karena saat ini sudah jam 11.05 Pm.


"Yuko. Aku boleh meninap? Aku takut aku terlalu mengantuk untuk mengemudi sendirian."


"Oh, Iya! Kalau begitu menginap saja!" ucapku dengan cepat. Aku juga sangat khawatir jika dia mengemudi sendirian.


"Baiklah ..." sahutnya dengan hangat.


Setelah beberapa saat kita sudah sampai di kontrakanku. Dan Haku memarkir mobilnya di halaman depan kontrakanku.


Kita beriringan menuju kontrakanku. Sudah lama Haku tidak berkunjung ke kontrakanku. Aku begitu senang dia datang. Namun hari ini kontrakanku sedikit berantakan. Bagaimana ini?

__ADS_1


"Haku, kontrakanku hari ini sedikit berantakan. Aku belum merapikan seluruhnya hari ini. Maaf jika sedikit berantakan ya ..." ucapku sembari membuka pintu kontrakan.


"Tidak apa-apa kok. Aku saja orangnya berantakan kok. Kau melupakan itu, Yuko?" Haku meringis lebar menatapku.


"Hehe ..." Biarpun kau berantakan, tapi kau terlihat sangat sempurna Haku. Selalu bersinar seperti bintang, indah seperti pelangi, dan hangat seperti mentari. Aku sungguh menyukaimu.


"Yuk ..." Haku mulai memasuki kontrakanku dan aku segera menyusulnya ke dalam.


"Aku akan siapkan air hangat untuk mandi." ucapku lalu bergegas ke dapur.


"Hhm ..." Haku melepas sepatu dan coat yang tadi dia pakai lalu merebahkan diri di atas sofa. Dan aku menghampirinya dengan membawa susu hangat untuknya.


"Aku masih memasak air untuk mandi. Minumlah susu hangat ini dulu." ucapku sambil menyodorkan secangkir susu hangat padanya.


"Hhmm ... Apa aku bisa minta Americano saja?"


"Lihatlah mata pandamu, Haku. Kau pasti kurang tidur selama ini. Kau selalu bekerja keras selama ini. Tidak ada Americano untuk malam ini!" ucapku lirih lalu duduk di lantai menghadapnya.


"Hhm ... Baiklah ..." sahutnya dengan senyum lebar lalu terduduk kembali dan meminum susu hangat itu. Setelah itu dia menyandarkan kepalanya lagi dan berbaring di atas sofa.


"Kau pasti sangat lelah, Haku ..." ucapku setengah berbisik.


Tak ada jawaban dari Haku, matanya terpejam namun mulutnya terangkat membentuk sebuah senyuman manis.


Haku masih terpejam, aku mendekatinya perlahan. Dengan satu lenganku menyangga di atas sofa, aku mengambil beberapa lembar rambut lembut hitamnya dengan tanganku yang lain tanpa aku menyadarinya. Harum dan begitu lembut.


"Pasti kamu sungguh lelah saat ini, Haku ..." bisikku lagi padanya.


"Aku tidak ..." Haku menyauti, namun sepasang matanya masih terpejam.


Dari suaranya aku merasakan jika dia memang sungguh kurang tidur dan istirahat. Dan mungkin dia menjadi sangat lelah saat ini. Dia selalu pergi ke kantor saat pagi, dan selalu kuliah saat sore. Pulang-pulang sudah malam saja. Di akhir pekan terkadang dia juga harus bekerja. Dia benar-benar kurang tidur dan istirahat. Bahkan dia sampai drop saat itu.


"Aku hanya ingin melihat dan mendengar omong kosongmu ..." kini Haku perlahan membuka matanya sedikit. Sepasang mata beningnya kini menatapku dengan hangatnya. Dan dia juga tersenyum hangat.


"Tapi aku tidak bicara omong kosong, Haku ..." ucapku sedikit bingung. "Haku, jika mau beristirahat sebaiknya di kamar saja. Di sini akan sedikit tidak nyaman. Beristirahatlah dengan benar." ucapku setengah berbisik padanya.


"Baiklah ..." kini Haku duduk tegap kembali dan segera bergegas untuk ke kamar.


"Jadi, kau tidak akan mandi dulu?"


"Tidak, Yuko. Aku mengantuk sekali."


"Oh, Baiklah. Beristirahatlah dengan baik."

__ADS_1


"Kau juga tidur di kamar ya! Jangan tidur di sofa!"


"Baiklah. Aku akan menyusul setelah mandi!"


Haku segera bergegas untuk ke kamar, sementara aku memutuskan untuk membersihkan diri dulu.


Meskipun mandi dengan air hangat tapi entah kenapa rasanya menjadi sedikit dingin. Dan kepalaku juga sedikit pusing. Dan tiba-tiba saja hidungku merasa sedikit tersumbat. Aku diserang flue saat ini.


Setelah mengambil baju hangat aku segera melihat Haku di kamar dan ternyata dia sudah tidur. Syukurlah, semoga dia bisa tidur dengan nyenyak. Aku segera kembali ke ruang tengah dan merebahkan tubuhku di atas sofa. Malam ini aku akan tidur disini saja. Aku takut Haku juga akan terkena flue jika berada dekat denganku.


Dingin sekali rasanya, dan kini aku merasakan sesuatunyang mulai berair di dalam hidungku. Uh ... Aku mengambil tisu dan memotongnya lalu menggunakannya untuk sumpelan di hidungku.


Selamat malam, Yuko. Istirahatkan dirimu sejenak Dan lekas sambut mentari pagi dengan senyum.



...♡♡♡♡♡...


...Reader tercinta, Jangan lupa untuk doakan Yuko agar segera sembuh dari Flue-nya ya. ♡♡♡...


...Maaf jika tidak bisa up setiap hari, karena Author juga sedang menulis beberapa novel on going lainnya. ...


...Sambil menunggu My Little Prince Up, mampir yuk ke novel lainnya yang berjudul...


...Never Say Good Bye...


...Sebuah novel yang nggak kalah seru. Menceritakan seorang aktor yang sangat terkenal dengan karir melejit dan memiliki hidup yang sangat sempurna, bernama Li Zeyan....


...Namun, suatu ketika beredar sebuah video di masa lalunya yang kelam. Saat dia menjadi korban bully di sekolahnya membuatnya sangat depresi dan nekat untuk menjalankan aksi bunuh diri....


...Namun, tiba-tiba saja jiwa Kiyota Jiro, seorang ketua Yakuza terbesar di Jepang yang sangat ditakuti oleh semua orang merasuki raga Li Zeyan....


...Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kiyota Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan dari seseorang....


...Bisakah mereka bertukar tubuh kembali?...


...Dan bisakah Kiyota Jiro membalas dendam dengan memakai tubuh barunya yang dia tempati sekarang?...


...Ikuti kisah mereka yuk ......



__ADS_1


__ADS_2