My Little Prince

My Little Prince
Sweet Auntumn


__ADS_3

"Yuko. Turunlah. Aku sudah dibawah ..." ucap Haku melalui ponselnya.


"Baik. Tunggu sebentar. Aku akan segera turun, Haku ..." ucapku lalu menyamber slingbang hitamku.


"Oke ..."


Setelah mengakhiri panggilan itu aku segera bergegas untuk meninggalkan kamarku.


Namun aku menemukan sebuah bunga yang sangat cantik di depan pintu. Dan diselipkan sebuah kartu di dalamnya.


I Love You, Yuko


By : Haku


Begitulah ucapannya. Senyumku mengembang dan aku sedikit menghirup aroma bunga yang harum itu lalu segera menyimpan bunga itu di dalam rumah lagi.


Setelah itu aku segera bergegas meninggalkan kontrakanku dan segera menuruni tangga. Dan aku sudah melihat sebuah mobil sport Lexus LF-A berwarna kuning terparkir di depan kontrakanku.


Seorang pria sudah berdiri bersandar pada mobil itu dengan kedua tangannya yang disilangkan di depan dadanya. Tak jauh dari situ ada sebuah pohon besar. Sinar mentari di senja ini bersinar melalui dedaunan dan menyinari rambutnya dengan sangat indah.


Kali ini dia juga berpakaian rapi dan formal. Dia memakai setelan kemeja putih dengan luaran jaz hitam dan sebuah coat hitam. Coat hitamnya secara santai dibiarkannya terbuka, seolah-olah membiarkan angin untuk meraihnya.


Haku meraih sesuatu dari saku coatnya lalu menundukkan kepalanya untuk memeriksa sesuatu pada ponselnya. Dan kemudian dia tak sengaja melihat ke arahku yang sedang berjalan ke arahnya. Senyum manisnya sudah tepampang menghiasi wajah tampannya.


Dia terlihat sedikit tidak sabar dan bingkai matanya yang jernih seolah-olah membuat seseorang merasa benar-benar nyaman.


Entah kenapa jantungku kembali berdetak seperti drum, bahkan hanya dengan melihatnya dari kejauhan rasanya sudah sangat membuatku begitu gugup. Perasaan itu tiba-tiba saja menyelinap dan membuatku sedikit gugup.


Kini aku sudah berjalan sangat dekat dengannya, mungkin kini hanya berjarak 1 meter saja. Tiba-tiba saja sepatu hak tinggiku membuatku tersandung. Badanku terhuyung ke udara dan dengan sigap Haku segera menangkap tubuhku. Dia menarik pergelangan tanganku dan meraih pinggangku.


Tatapan kita saling bertemu, dengan wajahku yang sedikit malu dia hanya tersenyum tipis menatapku. Membuat hatiku menjadi sedikit bingung dan gugup.


"Aku menangkapmu ..." ucapnya dengan kekehan kecil dan terlihat begitu menawan.


Aku hanya sedikit meringis dan mengangguk lalu Haku melepaskanku perlahan. Dan aku kembali membenarkan sepatu hak tinggiku seketika.

__ADS_1


"Aku baru saja melihat bunga yang kau kirim. Dan sekarang kau sudah di sini saja. Apa kau sudah menunggu lama, Haku?" tanyaku dengan tersenyum tipis.


"Tidak terlalu lama kok." sahutnya dengan seulas senyum.


"Kamu ..."/ "Kamu ..." ucap kita bersamaan.


Kita saling tertawa dan akhirnya aku memberikan kesempatan untuknya untuk mengutarakan ucapannya terlebih dahulu. "Kamu duluan ..."


"Aku hanya ingin mengatakan ... Kalau kamu sangat cantik hari ini ..." ucapnya dengan senyum manis. Dan aku sedikit tersipu mendengarnya.


Suaranya terdengar sama seperti biasanya. Seperti api yang begitu hangat di hari yang dingin. Terdengar begitu lembut, dan membuatku begitu nyaman.


"Apa yang ingin kau katakan padaku, Yuko?" tanya Haku membuyarkan anganku.


"Setelah makan malam, maukah kamu menemaniku pergi ke suatu tempat?" ucapku berbinar menatapnya.


"Tentu saja. Aku akan mengantar kemanapun kau mau!" sahutnya lalu meraih jemariku dan meremasnya. Aku merasakan sedikit dingin, namun aku merasakan jemariku yang begitu hangat setelah Haku menggenggamnya."Kenapa jemarimu terasa begitu dingin, Yuko?"


"Yeap. Saat sedang berada di luar terkadang mereka menjadi seperti itu." jelasku seadanya.


Haku mengerutkan dahinya lalu melepaskan coatnya dan memakaikan itu padaku.


Haku sedikit terperanjat namun akhirnya dia tertawa kecil dan malah mengedipkan matanya padaku. Dan aku juga ikut tertawa bersamanya.


Mentari di senja ini terasa begitu hangat, namun angin yang berhembus terasa begitu dingin.


"Kita berangkat?" ucap Haku dengan senyuman hangat khasnya.


Aku mengiyakan dengan anggukan kecil dan tersenyum tipis. Haku segera membukakan pintu mobilnya sebelah kemudi untukku. Dan perlahan aku mulai memasukinya.


Setelah itu Haku masuk dari pintu lainnya. Dia memakai seat beltnya dan mulai mengemudikan mobilnya dengan keren.


Kita terus menyusuri sebuah jalan dan pergi ke suatu tempat.


"Kita akan pergi kemana, Haku?" tanyaku saat di dalam mobil.

__ADS_1


"Kita akan ke Chiba lalu ke Yokohama." sahut Haku sambil sedikit melirikku.


Setiap musim pasti ada festivalnya, begitu juga musim gugur. Festival dan acara-acara yang dinantikan di musim ini termasuk Festival Musim Gugur Shimogamo di Kyoto, Perayaan Musim Gugur Sawara-no-Taisai Matsuri di Chiba, Ueno Teijin Matsuri, Festival Api Kurama, dan banyak lagi.


Ada sekitar 1.500 pohon maple Jepang dan tanaman dodan-tsutsuji yang memiliki daun merah cemerlang di musim gugur.


Suhu terasa sedikit mendingin dibanding musim panas. Musim panas mendatangkan suhu panas dan lembap di banyak tempat di Jepang, kadang disertai pemandangan awan abu yang menutup horison. Dengan datangnya musim gugur, kita dapat kembali melihat langit biru dan bahkan Gunung Fuji lagi, dengan salju ikonisnya.


Kelembapan pun memudar, lalu terganti oleh dingin tetapi dengan cuaca cerah yang bisa membuat kita menikmati aktivitas luar ruangan seperti hiking, tanpa perlu berkeringat banyak


Saat musim gugur, daun-daun akan berubah warna menjadi kemerahan, jingga, atau pun kuning sebelum akhirnya jatuh berguguran. Nah, proses perubahan warna daun tersebut lah yang diberi istilah koyo, atau lebih dikenal dengan momiji.


Momiji ini menciptakan pemandangan berwarna-warni yang menyejukkan. Banyak lokasi di Jepang yang memiliki pemandangan dedaunan musim gugur luar biasa termasuk prefektur Nagano, gunung Takao di Tokyo, gunung Hachimantai di Tohoku, atau lokasi kuil dan taman manapun.


Tidak akan lama dedaunan ini berjatuhan dan musim dingin akan datang menghapusnya, sehingga momiji merupakan hal yang baik untuk dikunjungi dan disaksikan apabila kita ke Jepang pada bulan Oktober atau November.


Beberapa pasangan kekasih terlihat sedang bersama menikmati senja ini. Mereka berjalan di sepanjang jalan, mungkin mereka juga sedang menghabiskan akhir pekan bersama.


"Bagaimana?" tanya Haku dengan senyum mengembang saat kita berjalan bersama menyusuri tempat indah itu.


"Cantik sekali, Haku ..." kataku dengan takjub lalu aku duduk di sebuah bangku.


Haku memanggapinya dengan senyum lebar lalu duduk di sebelahku merangkulku dan mendekatkanku padanya.


Tawanya terdengar begitu manis dan bahagia. Senyumnya sangat menawan, dan wajahnya sangat bersinar.


"Kau menyukainya?" tanyanya begitu lembut.


"Tentu saja. Sangat cantik!"


"Secantik kamu ..." ucapnya begitu pelan. Haku kini berdiri dan berbalik menatap ke arahku. Lalu dia sedikit mencondongkan badannya padaku. Kedua tangannya mendarat menghimpit tubuhku di atas bangku yang sedang aku duduki. Kini aku bisa menatap sepasang mata bening yang begitu indah itu hanya berjarak beberapa inchi dariku saja.



__ADS_1




__ADS_2