My Little Prince

My Little Prince
Kiss By Accident


__ADS_3

Aku segera pergi ke ruang kuliah hari ini. Dan aku sudah melihat Sora, Ken dan Jessica yang sudah duduk di ruangan. Aku segera menghampiri mereka.


"Pagi, Yuko." sapa Sora melambaikan tangannya padaku.


"Pagi ..." sahutku lalu duduk di antara mereka.


"Kau tadi tidak berangkat dari kontrakan ya?" tanya Jessica padaku.


"Tidak. Aku menginap di rumah Haku." jawabku lalu menurunkan tasku.


"What?" kata mereka serempak.


Aku memandangi mereka bingung. Sora dan Jessica membulatkan matanya menatapku terus. Begitu juga Ken, dia menatapku dengan curiga.


"Kalian kenapa?" tanyaku sedikit bingung.


"Kau menginap di rumah Haku?" Jessica mengulang pertanyaannya kembali.


"Hhm. Iya." sahuku polos.


"Lalu kedua orang tuamu? Apa mereka juga menginap?" tanya Sora antusias.


"Iya. Kita semua menginap bersama. Memang kenapa?" tanyaku masih kebingungan. "Keluargaku sama keluarga Haku kan sudah dekat daridulu. Jadi mumpung orang tuaku sedang di Tokyo mereka menghabiskan waktu bersama." jelasku kepada mereka.


"Oh, Seperti itu ya. Aku kirain ada sesuatu yang lain." celutuk Ken yang terlihat sedikit kecewa.


"Oh My! Apa ini?" Sora meraih tangan kiriku dan melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manisku. "Cantik sekali!"


"Uhm ... Iya. Cantik sekali ..." kataku pelan dan tersenyum. "Kau sudah sembuh, Sora?" Sepertinya mereka tidak curiga jika ini adalah cincin tunangan. Bisa digodain habis-habisan deh kalau mereka sempat tau.


"Sudah agak mendingan kok." ucapnya dengan senyum manisnya.


"Ken, Jessica. Kenapa kemarin kalian tidak masuk kuliah?" tanyaku penasaran. Kenapa bisa bersamaan tidak masuk?


"Aku ijin mendadak kemarin karena ada seauatu yang tidak bisa ditinggalkan." ucap Ken lalu mengeluarkan bukunya dari dalam ranselnya.


"Kalau kamu Jessy?" tanyaku sambil menatap Jessica yang duduk di depanku.


"Aku sedikit tidak enak badan. Makanya aku juga tidak masuk kuliah." sahut Jessica meringis padaku.


"Kamu sakit apa, Jessy? Kenapa tidak memberitahuku? Aku kan tetanggamu. Lain kali kalau ada sesuatu jangan dipendam sendiri ya ..." kataku sedikit khawatir padanya.


"Iya, Yuko. Maaf. Aku hanya merasa sedikit pusing kok kemarin. Dan hanya butuh istirahat sebentar saja. Sekarang aku sudah baik-baik saja kok." ucapnya tersenyum lebar.


"Bagaimana makan malam di rumah bibimu kemarin, Yuko? Apa Haku bisa mendapatkan hati keluargamu?" tanya Ken antusias.

__ADS_1


"Yeap. Dan semua ini berkat kamu deh ..." kataku tersenyum menggoda Ken. Dan dia segera salah tingkah.


"Kok berkat aku?" tanya Ken menggosok-gosokkan tangannya ke lehernya.


"Aku sudah tau semua ... Haku bilang kau yang mengajarinya." aku tersenyum lebar menatap Ken.


"Ahahaha ... Begitukah?" kata Ken lalu tertawa kecil.


"Ken ngajarin Haku apa, Yuko?" tanya Sora antusias.


"Ngajarin cara menjadi seorang menantu yang baik dan cara mendapatkan hati keluargaku." kataku setengah berbisik.


"Wah ... Kau jago beginian ya, Ken!" celutuk Jessica kagum.


"Padahal sendirinya tidak punya pacar!" celutuk Sora.


"Eh? Iya sih ... Tapi untuk teori aku pernah membaca buku sedikit." sahut Ken sambil nyengir kembali.


Tak lama kemudian Dosen segera memasuki ruangan dan kelas hari ini dimulai.


...***...


"Kak, ini ada sedikit tabunganku ..." Sora mengulurkan sebuah amplop coklat kepada Kak Ave.


Hari ini Sora berniat untuk membayar sedikit ganti rugi untuk coat milik kak Ave yang pernah dia rusak secara tidak sengaja. Dia mengambil semua tabungannya untuk biaya ganti ruginya.


Sementara aku sedang mengintip mereka dibalik sebuah pohon.


"Apa itu?" tanya Kak Ave dengan nada dingin.


"Ini adalah tabunganku, Kak. Untuk ganti rugi coat punya kakak itu ..." ucap Sora yang masih menyodorkan amplop coklat itu. Namun Kak Ave tetap berdiam dan tidak menerimanya.


"Apa maksudmu?" tanyanya mengerutkan keningnya.


"Aku sudah tidak bisa menjadi pesuruh kakak lagi. Jadi aku harus membayarnya. Mungkin uang ini masih sangat jauh dari harga coat kakak. Tapi aku akan membayar kekurangannya, Kak. Aku akan menyisihkan uang jajanku dan akan mengumpulkannya. Bahkan aku akan mencoba mencari pekerjaan. Dan bekerja paruh waktu untuk segera melunasinya!"


"Ckk ... Kau tidak akan bisa menggantinya!" ucap Kak Ave yang masih terdengar sangat arogan. Dan dia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Makanya aku akan mencoba bekerja paruh waktu, Kak! Aku akan segera melunasi semua hutangku!" kata Sora meyakinkan kak Ave.


Kak Ave menyipitkan matanya menatap tajam ke arah Sora. Lalu dia mulai tertawa kecil.


"Kau tidak akan bisa menggantinya!" ucap Kak Ave penuh penekanan.


"Tolong terima ini, Kak!" Sora berusaha meraih tangan kak Ave untuk memberikan amplop itu kepadanya. Namun kak Ave segera menarik tangannya kembali dengan kasar dari Sora.

__ADS_1


"Aku tidak butuh uangmu!" kata kak Ave yang terdengar sangat dingin.


"Tapi aku harus mengganti coat kakak. Karena aku tidak bisa lagi menjadi pesuruh kakak ..."


"Memangnya kenapa tidak bisa?" tanya kak Ave dengan nada sedikit tinggi.


"Aku takut akan ada berita miring jika aku selalu bersama kakak. Apalagi kakak sangat populer di kampus ini." kata Sora hati-hati.


"Aku tidak peduli dengan pendapat mereka!"


"Tapi aku sangat peduli, Kak! Semua gadis yang menyukai kakak akan menatapku aneh. Dan akan bertambah orang yang akan membenciku! Aku tidak mau semua itu terjadi. Jadi ... Aku akan membayarnya saja, Kak."


Kak Ave terdiam beberapa saat, kini wajah kak Ave terlihat sedikit kesal.


"Sora. Tak bisakah kau tidak memikirkan pendapat orang lain? Aku tidak butuh uang darimu, dan aku hanya mau kamu selalu ada saat aku memanggilmu!" ucapnya lagi dengan tegas.


"Maaf, Kak. Aku tidak bisa melakukannya lagi ..." Sora menunduk lalu menarik salah satu tangan kak Ave dan memaksa kak Ave untuk menerima amplop itu dan dia segera berbalik hendak meninggalkan kak Ave.


"Sora!" teriakan kak Ave berhasil menghentikkan langkah kaki Sora.


"Apa aku terlalu menakutkan untukmu?" tanya kak Ave yang kini berdiri di belakang Sora.


"Maaf, Kak ..." Sora mulai berjalan selangkah.


"Jika kamu tetap melangkah, maka aku akan memberimu hukuman!" ancam kak Ave dengan nada tinggi dan menakutkan.


Sesaat Sora terdiam dan seperti sedang berfikir, namun Sora kembali melangkahkan kakinya lagi beberapa langkah.


"Sora!" Kak Ave menyusul Sora dengan langkah cepat lalu menarik salah satu tangan Sora dengan kuat. Hingga membuat tubuh Sora berbalik dan jatuh pada pelukan kak Ave.


Oh My!


Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini. Mataku membulat dan aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.


Tiba-tiba saja Kak Ave mencium paksa Sora. Sora terlihat sangat terkejut bahkan dia berusaha melepaskan dirinya dari Kak Ave. Namun Kak Ave tidak memberinya kesempatan untuk sedikitpun untuk melepaskan diri.


Hingga beberapa saat Kak Ave melepaskan ciumannya. Dan Sora masih terlihat sangat shock dan mematung menatap kak Ave.


"Apa yang telah kakak lakukan?" ucap Sora yang terlihat sangat marah dan kesal. Bahkan dia seperti mau menangis.


"Sora ... Maaf ..." ucap Kak Ave yang sedikit menurunkan intonasinya.


Kini Sora benar-benar sudah menangis. Dan dia segera berlari menjauh dari kak Ave.


...***...

__ADS_1


__ADS_2