My Little Prince

My Little Prince
Sebuah Janji


__ADS_3

Aku sudah sangat jahat padamu, Kak. Maafkan aku. Aku sudah membuat kakak menunggu selama 15 tahun. Bahkan aku sudah membuatmu celaka malam itu, hingga kakak koma dan hampir saja pergi untuk selamanya. Maafkan aku yang sudah sangat jahat ini, Kak ...


Itulah kata yang seharusnya aku ucapkan untuk kak Zen. Namun aku tidak bisa melakukannya saat ini. Mulutku terkunci sangat rapat dan semua kata-kata itu seperti sudah tertelan kembali dan tak bisa aku ucapkan.


Miris ... Tapi inilah kenyataannya. Kenyataan memang mungkin terkadang sedikit pahit untuk kita cerna.


"Yuko ... Ada apa? Ceritakan saja kepada kakak jika kamu mau ... Agar bebanmu bisa sedikit lebih berkurang. Kakak siap mendengarnya kok." ucap Kak Zen dengan senyuman khasnya .


"Tidak ada! Aku baik-baik saja kok, Kak!" sahutku dengan seulas senyuman dan segera mengusap air mataku.


"Apa kau yakin, Yuko?" kata kak Zen yang masih sedikit meragukan jawabanku.


"Iya, Kak."


"Tidak ... Kalau kau baik-baik saja kau tidak akan menjadi seperti ini. Kau tiba-tiba terlihat sedih dan menangis begitu saja. Pasti ada sesuatu."


"Aku hanya masih merasa sangat bersalah kepada kakak." ucapku sangat lirih.


"Soal apa, Yuko?"


"Soal ... Kecelakaan malam itu ... Hingga kakak koma ..." ucapku kembali menahan air mataku.


"Sudah kakak bilang jangan menyalahkan dirimu soal itu, Yuko. Itu semua sudah takdir." sahut kak Zen dengan lembut dan seperti berusaha menenangkanku.


Ucapan kak Zen malah semakin membuat air mataku bersikeras untuk menerobos keluar.


"Kak ... Apa kakak mau berjanji padaku?"


"Hhm? Berjanji untuk apa?"


Beberapa saat aku terdiam menatap sepasang pupil indahnya itu.


"Apapun yang terjadi kakak harus berjanji padaku untuk selalu bahagia!" ucapku dengan pelan dan hati-hati.


"Hhm ... Tentu saja kakak akan selalu bahagia." sahut kak Zen dengan enteng dan tersenyum.


Tidak, Kak! Selama ini kakak selalu menahan diri! Kakak bahkan tidak mempedulikan diri kakak sendiri!


"Aku serius, Kak! Kakak harus benar-benar menepatinya!" ucapku pelan tapi sedikit menekan.


Senyum kak Zen kini perlahan memudar dan wajahnya terlihat sedikit bingung. "Memang selama ini kakak selalu tidak bahagia ya?" ucapnya bingung.


Benar sekali! Kakak belum benar-benar bahagia selama ini. Kakak selalu mengharapkan masa lalu dan menahan diri. Kakak juga mengorbankan diri kakak untuknya! Jadi kakak tidak boleh melakukan itu lagi!


"Cukup berjanji padaku saja, Kak! Dan aku akan merasa sedikit tenang ..." sahutku pelan namun menatap kak Zen dengan serius.

__ADS_1


"Baiklah. Kakak janji. Tapi bisakah kamu jujur pada kakak, Yuko. Sebernarnya apa yang terjadi?"


Jujur tentang semua yang sudah terjadi? Tidak, Kak! Kakak tidak boleh mengingat semua itu lagi! Dan kakak harus tetap berjalan ke depan!


"Tidak ada, Kak! Kakak sudah aku anggap sebagai kakak sendiri. Tentu saja aku ingin kakak selalu bahagia ..." ucapku berusaha tersenyum padanya.


"Hanya itu?" tanya kak Zen seakan belum puas mendengar jawaban dariku.


"Iya, Kak."


"Hhm ... Baiklah. Kakak janji deh! Dan kau juga harus janji kepada kakak untuk selalu bahagia!"


"Baiklah! Aku janji!" sahutku dengan tersenyum, dan kak Zen juga tersenyum menatapku.


Semilir angin siang ini terasa begitu sejuk. Menerbangkan beberapa helai rambutku yang yang aku biarkan tergerai begitu saja hari ini.


"Yuko ..." Tiba-tiba Kan Zen memandangku dengan sedikit serius dan perlahan dia mendekat.


Mataku sedikit membelalak dibuatnya. Apa yang mau dilakukan kak Zen saat ini?


Kak Zen semakin mendekat, dan aku sedikit memalingkan wajahku ke sisi lain. Kak Zen mau apa? Kenapa tiba-tiba seperti itu?


"Jangan bergerak ..." ucapnya pelan.


"Nah ... Sudah ..." ucap kak Zen lalu tersenyum lebar. "Tadi ada ulat, dan kakak sudah membuangnya?" imbuhnya lagi.


Hah? Ulat? Ahahah ... Jadi karena ada ulat di bahuku ya? Aku sudah berburuk sangka lagi kepada kak Zen. Dan ini membuatku sangat malu dan sedikit kikuk saat di hadapannya.


"Uhm ... Terima kasih, Kak!" kataku sambil nyengir kecil.


"Hhm ..."


"Zen! Sory aku sedikit terlambat!" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis dan tiba-tiba saja dia sudah berdiri di hadapan kita.


Kak Misha? Dia kan anak seni? Kenapa dia ada disini juga? Ah jika tau seperti ini, aku juga akan mengajak Haku deh.


"Tidak apa-apa kok." sahut kak Zen dengan ramah.


"Eh ada Yuko juga. Hallo ..." sapa kak Misha tersenyum manis menatapku.


"Hallo juga, Kak!" balasku dengan ramah.


"Kau sudah janji padaku mau mengajakku ke rumah hantu! Sekarang tepati janjimu, Zen!" ucap kak Misha dengan serius.


"Baiklah. Kita akan segera pergi kesana." sahut kak Zen dengan tawa kecil. "Kau mau ikut, Yuko?" imbuhnya lagi menatapku.

__ADS_1


"Uhm. Tidak usah, Kak. Aku merasa sedikit lelah. Jadi aku akan beristirahat dulu disini." ucapku berbohong.


Biar saja kak Zen dan kak Misha bersama dulu. Semoga saja hubungan mereka bisa lebih dari saat ini kelak. Mereka juga terlihat sangat serasi kok. Bahkan kak Misha juga sangat mengkhawatirkan kak Zen saat kak Zen koma.


"Kalau begitu kamu hati-hati ya. Sebentar lagi Ave dan Sora pasti juga akan balik kok." kata kak Zen.


"Hhm ... Iya, Kak!"


"Baiklah. Kalau begitu kita pergi dulu ya. Bye, Yuko!" kata kak Misha menarik kak Zen lalu melambaikan tangannya padaku.


Aku hanya tersenyum padanya dan melambaikan tanganku pada kak Misha.


Huft ... Sekarang aku sendirian deh. Karena bosan aku melihat-lihat ponselku sebentar untuk melihat media socialku.


Aku melihat postingan Haku pada social medianya.


_______________________________________________


@Mizaki_haku026


Just a question with no rewards! Kegiatan apa yang ingin kamu lakukan di musim gugur?


5 Minutes Ago


Hhm ....Kegiatan apa ya? Aku terdiam sejenak memikirkan sesuatu lalu aku mulai memberikan komentarku pada unggahan Haku.


@yukomatzuo27 : melihat daun ginko yang berguguran bersama Pangeran Kecilku♡


Setelah mengirim komen itu, aku segera melihat komen-komen yang lainnya.


@Ken : question with no rewards? Bersama siapa kau ingin berkencan, Direktur Muda? Lol


Aku tersenyum melihat komen dari Ken. Dia terlihat sudah baik-baik saja, dan semoga di real dia juga baik-baik saja.


@anzu_suzuna98 : Apakah ini survey untuk acara baru? Mengapa tidak bertanya langsung padaku untuk meminta pendapat? Lol


Anzu? Gadis yang kini menjadi asisten Haku itu? Uh ... Membayangkan mereka sedang bekerja bersama terkadang membuatku merasa sedikit kesal.


...***...


...Hallo hallo sahabat My Little Prince, kini kita bertemu lagi. ♡♡...


...Sambil nungguin My Little Prince up lagi mamlir dulu yuk ke karya temen Author di bawah ini ♡♡...


__ADS_1


__ADS_2