My Little Prince

My Little Prince
Awal dari Sebuah Akhir


__ADS_3

POV Sora


"Kamu sedang mempermainkanku, Sora?" ucap Kak Ave yang terdengar sedikit kecewa. Ekspresi wajahnya menggambarkan sedikit kekecewaan. Dan aku takut dia akan marah padaku.


"Tid-Tidak! Bukan seperti itu, Kak!" ucapku cepat-cepat dan sedikit khawatir.


Kak Ave kini sedikit mendengus dan menatap ke arah lainnya. Dan dia terlihat sedikit kesal dan murung. Kedua tangannya dimasukkan pada saku celananya.


"Kak ... Aku memang salah. Maaf!" ucapku pelan dan hanya menunduk lemas.


"Dengar baik-baik, Sora!" ucapnya dengan sedikit tegas dan menghadapkan badannya kepadaku. "Aku sudah sangat sedih saat kamu mengucapkan permintaanmu tadi! Dan kini kamu bilang itu hanya bercada? Baiklah! Sekarang kita impas ya?" imbuhnya lagi.


Kak Ave sedikit menunduk dan menatapku kali ini. Dan aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. Aku hanya menatap sedih menatap sepasang mata keemasan itu. Mata yang selama ini selalu membuatku merasa takut dan marah, kini aku sangat menyukainya.


"Sora ... Bisakah kita memulainya dari awal?" ucapnya pelan dan masih menatapku lekat.


"Memulai dari awal?" ucapku pelan. Apa itu artinya dia sedang mengajakku untuk menjalin sebuah hubungan? Aku merasa lega sekali mendengar ucapannya itu. Itu artinya dia tidak marah padaku.


"Hhm. Apa kau menjadi separuh dari hidupku?" ucapnya lalu meraih jemariku. Aku merasakan jemarinya yang terasa sedikit dingin malam ini. Apa kak Ave sedang kedinginan? Oh iya ... Sekarang dia bahkan tidak memakai Coat!


"Kak. Kita cari tempat yang sedikit hangat yuk!" ucapku berusaha untuk membujuknya.


"Sora, jangan mengalihkan pembicaraan! Dan jawab pertanyaanku, Sora ..." kata kak Ave sedikit memaksaku.


"Uhm ... Tapi kakak sedikit kedinginan saat ini." bantahku dengan wajah memelas.


"Jawab dulu! Setelah itu baru kita akan mencari tempat yang sedikit hangat." ucapnya tak menyerah dan masih menatapku lekat menunggu jawabanku.


Beberapa saat kita hanya saling terdiam dan melakukan kontak mata. Lalu aku tersenyum padanya dengan anggukan kecil.


"Aku mau, Kak! Mari kita mulai dari awal." ucapku pelan tapi sangat yakin. Yeap, aku sangat yakin dengan keputusanku kali ini. Semoga saja instingku ini tidak salah.


"Sora. Kamu tidak sedang bercanda kan?" tanya kak Ave seperti tidak percaya. Sepasang mata keemasan itu kini sedikit melebar menatapku.


"Aku serius, Kak!" jawabku dengan yakin.

__ADS_1


"Terima kasih, Sora ..." kak Ave mulai memperlihatkan senyumannya yang mengembang dan terlihat sangat menawan dan manis sekali. Jujur saja aku baru pertama kali melihatnya. Karena selama ini dia adalah seperti gunung es yang sangat dingin.


Yeap, Selama ini yang sering dia perlihatkan adalah dirinya yang seperti gunung es saja. Dingin dan tak bisa diraih dengan mudah.


Kini kak Ave segera memelukku kembali. Dia terlihat sangat bahagia sekali malam ini. Wajah tampannya sangat berseri di bawah lampu penerangan jalan.


"Aku berjanji aku akan selalu menjagamu. Dan aku tidak akan pernah menyakitimu seperti kekasihmu sebelumnya." ucapnya sambil mengusap kepalaku denga pelan.


Ah, hangat sekali pelukan kak Ave. Rasanya nyaman sekali ... Begitu kuat aku rasakan tubuhnya. Dan aromanya tubuhnya harum sekali. Lengannya juga terasa begitu kuat dan sangat hangat.


Bentuk bahu kak Ave bidang, kokoh, kuat dan sangat maskulin. Rasanya akan merasa terlindungi jika berada di dekatnya. Selain itu, aku juga bisa melihat gerakan otot pundaknya saat ini. Kak Ave ternyata sangat keren!


"Ini adalah pertama kalinya untukku." katanya begitu pelan. "Tapi ini juga akan menjadi terakhir untukku." lanjutnya dengan begitu tenang.


"Terima kasih, Kak." balasku pelan. "Aku harap juga begitu ..." sahutku dengan senyum mengembang. Tentu saja, karena suasana hatiku tiba-tiba saja membaik.


Untuk beberapa saat kita masih terus berpelukan saja. Cukup lama. Rasanya tidak mau melepas satu sama lain. Ah, konyol sekali.


"Sekarang katakan padaku, Kak! Apa yang telah kakak alami sehingga kedua jemari kakak cedera seperti itu?" tanyaku lagi setelah kita saling melepas pelukan itu.


"Jangan mengalihkan pembicaraan deh ..." sahutku sedikit cemberut.


Kak Ave sedikit tertawa melihatku, dan dia terlihat sangat manis. "Baiklah, aku akan ceritakan deh. Jadi begini ... Saat itu aku sedang berjalan dan menaiki tangga, namun ternyata tangganya sangat licin. Dah aku malah terpeleset dan terjatuh dengan posisi tangan tertimpa oleh tubuhku dalam posisi yang salah." jelasnya padaku. "Bagaimana? Aku terlihat sangat ceroboh bukan?" imbuhnya dengan sedikit murung.


"Ah ... Tidak kok , Kak!" sahutku dengan cepat. Pasti sakit sekali ..." ucapku lalu meraih sepasang jemari yang berukuran hampir dua kali lipat dari jemariku itu.


"Tidak terlalu sakit kok. Hanya saja aku sedikit kesulitan saat mau melakukan sesuatu." sahutnya dengan seulas senyum. "Tapi ini sudah mendingan kok." imbuhnya lagi.


Aku masih menggenggam sepasang jemari itu dan terus memperhatikannya.


"Kalau di genggam seperti ini apa terasa sakit?" tanyaku ingin tau.


Kak Ave menggeleng dan tersenyum samar, "Tidak kok ..."


"Ehm ..." sahutku yang masih fokus menatap jemari kak Ave. "Tangan kakak cantik ya ..." kataku lagi dengan senyum lebar sambil terus memperhatikan tangan kak Ave.

__ADS_1


Tangan kak Ave besar, jemarinya panjang, dan kuku-kukunya begitu bersih.


"Kamu juga cantik, Sora." ucapnya pelan yang seketika membuatku sedikit merona. Dan aku segera melepaskan jemari kak Ave karena malu. Dan sepertinya wajah kak Ave kini juga sedikit memerah.


"Eh ..." sahutku sedikit kikuk. "Kakak adalah orang kesekian yang mengatakan hal itu ..." kataku sedikit murung.


"Ah, Benarkah?"


"Iya, Kak."


"Memang ada benarnya sih. Kamu memang sangat cantik ..." katanya sambil menatap sisi lain dengan kembali menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Sepertinya kak Ave sedikit malu untuk mengatakannya.


Aku hanya tersenyum samar dan masih merasa sedikit kikuk.


"Tapi percayalah. Aku menyukaimu bukan hanya karena itu." ucap kak Ave pelan.


"Hhm ... Iya, Kak. Terima kasih." sahutku pelan sambil menunduk dan tersenyum malu.


...***...


...Selamat pagi semuanya ......


...Author mengucapkan terima kasih dengan sangat tulus karena sudah setia menemani My Little Prince sampai sekarang ini. Rasanya sangat terharu jika kalian semua menyukai dan selalu setia menemani....


...Karena tanpa kalian, Author bukanlah apa-apa. Jangan lupa selalu dukung selalu ya. ♡♡♡...


...Bagaimana nih setelah melihat kak Ave dan Sora akhirnya bisa bersama? Lalu Apakah Ken benar-benar sudah melepaskan Sora begitu saja? Hhmm ... Masih menjadi sebuah misteri....


...Well. Kali ini Author mau merekomendasikan sebuah novel yang gak kalah keren ya. Yang suka cerita Mafia bisa merapat yuk di novel King Mafia Vs. Bad Girl....


...Jangan lupa untuk mampir ya ... ♡♡♡...


...Ja matte-ne minna san ♡♡♡...


...Kita akan segera bertemu dengan Haku dan Yuko di next part....

__ADS_1



__ADS_2