
POV HAKU
Aku masih sering melihat dan mengawasi Yuko. Aku merasa agak tenang saat mengetahui dia sudah sedikit membaik. Yah, terkadang dia masih sering bermimpi buruk dan membuatnya terbangun di tengah malam lalu Yuko kembali terisak sambil memanggil namaku.
"Yuko, tenanglah..!! Aku disini!" aku mengatakannya dan hendak meraihnya. Tetapi lagi-lagi aku hanya menembus tubuhnya saja.
Aku tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa menemanimu dalam diam. Dan kuharap kau segera melupakanku, Yuko. Dengan begitu aku akan segera pergi dengan tenang.
Sekali lagi aku minta maaf padamu.
Jika saja saat itu aku tidak menemuimu lagi, jika saja saat itu aku tidak mengejar keretamu, dan jika saja aku tak menyusulmu ke Sapporo. Pasti semua ini tak akan pernah terjadi. Pasti kau akan baik-baik saja saat ini, Yuko.
Ini semua terjadi karena keegoisanku. Ini semua karena ambisiku yang begitu besar yang terlalu ingin bersamamu, Yuko. Akulah yang egois karena telah memaksamu kembali mengingat masa lalu kita, dan menumbuhkan ikatan itu lagi. Dan sekarang aku malah pergi meninggalkanmu begitu saja. Bahkan aku tak sempat mengucapkan perpisahan kepadamu sebelumnya.
Akulah yang menyebabkan ini semua...!! Akulah yang membuatmu terpuruk seperti ini...!! Maafkan aku, Yuko. Kini aku menunduk dan menangis dihadapannya.
...***...
Akhir pekan kulihat Kiro mengajak Yuko pergi ke Taman Odori. Kulihat Yuko yang semakin membaik. Bahkan dia sudah sering tersenyum.
Tapi saat itu, saat Kiro meninggalkannya untuk membeli sesuatu sempat kulihat dia kembali melamun dan bersedih. Ahh, kurasa dia kembali mengingatku.🥺 Karena di Taman Odori inilah kita bertemu kembali setelah kami bertemu di Tokyo.
"Yuko.." kataku lirih tanpa sadar.
Yuko langsung celingukan sana-sini mencari sesuatu disekitarnya. Apa yang barusan itu? Apa dia bisa mengdengarku?
"Hai! Kau sedang mencari apa?" Tiba-tiba Kiro sudah datang lagi.
"Ah, Tidak. Tadi seperti ada yang memanggilku. Tapi kurasa aku salah dengar." kata Yuko.
"Ini!" Kiro menyodorkan sebuah Ice Cream coklat kepada Yuko. Lalu dia duduk disebelahnya.
"Uhm.. Kirro.. Sebenernya aku lebih suka yang rasa Strawberry." kata Yuko pelan.
Aku tersenyum melihat Yuko.. Yah.. Ice Cream Starawbery adalah ice cream kesukaaan Yuko. Kau harus mengingatnya, Kiro! Aku tersenyum menatap mereka berdua.
"Ah, Maaf aku tak tau kalau kau tak suka rasa coklat. Ehm.. Mau tukar denganku?" kebetulan Kiro tadi membeli rasa coklat dan strawbery.
"Boleh?" tanya Yuko.
__ADS_1
"Hhmm.." sahut Kiro sambil tersenyum pada Yuko.
Lalu mereka berdua bertukar Ice Cream. Setelah menghabiskan Ice Cream, Kiro mengajak Yuko ke Aso Beach yang lokasinya tak terlalu jauh dari Taman Odori.
"Wah.. Pantai.. Sudah lama sekali aku tak pergi ke pantai...." kata Yuko riang. Dia membentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya. Menghirup udara segar saat itu.
Bahkan aku belum sempat mengajakmu ke pantai ya saat itu. Aku sedikit cemberut menatap Yuko.
"Kau suka pantai?" tanya Kiro.
"Tentu.. Bagaimana denganmu?"
"Aku sering pergi bersama keluargaku sih."
"Benarkah? Wah.. Pasti menyenangkan sekali pergi ke pantai bersama keluarga. Keluargaku tak pernah melakukannya. Kami kalau liburan pasti ya ke rumah nenek saja." sahut Yuko dengan sedikit cemberut.
"Lain kali aku akan mengajakmu deh saat liburan bersama keluargaku."
"Serius?"
"Yeap.."
"Kau mau memfotoku?" tanya Kiro seolah tak percaya.
"Yeap. Tetap disitu dan rilex...!!" Yuko menjauh dari Kiro dan bersiap untuk memfotonya.
"Oke. Tetap seperti itu....!!"
Beberapa saat Yuko menghampiri Kiro lagi dan menunjukkan hasil jebretannya pada Kiro.
"Wah.. Kau terlihat sangat keren, Kiro..!! Kenapa tak jadi foto model saja?" kata Yuko takjub.
"Pernah kok dulu." Kiro tertawa kecil.
Yeap, Kiro pernah menjadi seorang model saat di Tokyo. Saat itu masih kelas 1 SMP. Dia yang berwajah tampan dan berbadan tinggi ditemukan dan ditawari oleh sebuah agency di Shinjuku, Tokyo. Tapi saat kelas 3 SMP tiba-tiba dia vacum. Dia pernah bilang padaku dulu kalau dia mau fokus belajar saja.
"Sungguh?" tanya Yuko pada Kiro.
"Ya. Saat di Tokyo, saat aku SMP. Tapi aku sudah vacum. Aku mau fokos belajar saja." sahut Kiro.
__ADS_1
"Wah, sayang sekali. Padahal kau terlihat sangat keren dan berbakat Kiro."
"Ah.. Tidak juga." Kiro tertawa kecil. "Yuko, ada yang mau kukatakan padamu." kini tiba-tiba muka Kiro berubah sedikit serius menatap Yuko.
"Ya..?"
"Ini tentang Haku.."
Deggghhh..
Sesaat aku menghentikkan senyumanku yang sedari tadi tersenyum melihat mereka berdua.
"Haku.." kata Yuko lirih. Dia terlihat bersedih kembali setelah mendengar namaku.
"Aku tau ini pasti sangat berat untukmu. Tapi percayalah, Haku akan selalu dekat denganmu." Kiro tersenyum samar pada Yuko. "Dia sangat menyukaimu sedari kecil. Bahkan selama 12 tahun dia terus menyukaimu tiada henti. Tak pernah berubah sedikitpun rasa itu. Aku benar-benar memahaminya. Aku sangat memahami Haku. Dia selalu mencari tahu tentangmu. Walaupun dia tak pernah menghubungimu sekalipun karena dia sangat pemalu saat itu. Dan dia selalu menunggumu datang ke Tokyo saat itu. Tapi, karena kecelakaan itu. Dia harus pergi. Dan dia adalah sahabatku. Jadi, Saat itu.. Saat perjalanan ke rumah sakit.. Sebelum dia pergi untuk selamanya.. Dia pernah berpesan kepadaku.. Untuk selalu menjagamu." Kiro menggenggam jemari Yuko dan menatapnya serius. "Jadi sekarang akulah yang akan menjagamu, Yuko. Aku akan memenuhi janjiku pada, Haku."
Aku yang menyaksikan itu terdiam dan menatap mereka lurus-lurus. Tak terasa air mataku sudah membasahi pipiku. Kiro, Kau adalah sahabat terbaikku. Aku harap kau bisa menjaga Yuko mulai saat ini.
"Jadi karena itulah kau pindah ke Sapporo lagi?" tanya Yuko pelan. Dan mata Yuko kini sudah berkaca-kaca.
"Itu adalah salah satu alasan mengapa aku kembali ke Sapporo. Untuk memenuhi janjiku pada Haku. Sebenarnya aku mau menyelesaikan sekolahku dulu baru kembali ke Sapporo. Tapi aku tak mengerti. Akhir-akhir ini Haku sering datang di mimpiku. Jadi aku langsung pindah saja." kata Kiro.
"Lalu.. Kenapa 5 bulan ini dia menemuiku ya, Kiro? Membuatku kembali mengingatnya, menumbuhkan kembali ikatan dan kenangn itu. Lalu siapa yang selama ini aku temui?" kata Yuko lirih.
Maafkan aku, Yuko.🥺
"Tentu dia adalah Haku." Kiro tersenyum hangat pada Yuko. "Mungkin dia hanya pamit padamu."
"Jujur, Aku masih belum bisa menerima semua ini, Kiro. Semuanya terlalu berat untukku."
"Tenang saja. Aku akan membantumu melewati ini semua." kata Kiro sambil tersenyum dan menatap Yuko lurus-lurus.
"Terima kasih, Kiro." kata Yuko.
"Tak perlu berterima kasih, Yuko. Karena aku senang melakukannya." Kiro mengusap-usap kepala Yuko lalu tertawa kecil.
Aku tersenyum samar menyaksikan semua ini. Kini Kiro-lah yang akan menjagamu, Yuko.
...***...
__ADS_1