My Little Prince

My Little Prince
Donburi dan Ramen


__ADS_3

"Okaa-san, Otousan. Beberapa hari ini Yuko akan tinggal disini dulu ya. Sampai dia mendapatkan tempat tinggal barunya." kata Haku saat sudah tiba di rumahnya.


"Tinggallah semaumu disini, Yuko. Anggap saja seperti rumah sendiri." sahut ayah Haku yang kebetulan sedang ada di ruang tengah juga.


"Benar sekali, Yuko. Ibu juga masih kangen sama kamu." ibu Haku tersenyum dan memelukku hangat.


"Hai." sahutku sambil tersenyum. "Terima kasih Ibu, Ayah."


"Kalian sudah makan malam?" tanya ibu Haku lagi.


"Sudah, Bu. Tadi kita makan di luar." sahut Haku.


"Kalau begitu kau antar Yuko ke kamarnya ya. Ibu sudah membersihkan kamar tamunya tadi."


"Hai."


Akhirnya Haku mengantarku ke kamar tamu yang berada di lantai 2. Kita memasuki kamar itu. Aku menatap sekeliling kamar itu.


"Bagaimana? Apa ini terlalu sempit?" tanya Haku.


"Atau kita bisa bertukar kamar kalau kau mau. Biar aku yang tidur disini."


"Tidak, Haku. Ini sudah lebih dari cukup." aku tersenyum menatapnya. "Terima kasih ya."


"Sekarang mandilah, dan segera istirahat ya!" kata Haku sambil tersenyum manis padaku. "Aku akan ke kamarku."


"Ah.. I.. Iya..." kataku sedikit kecewa karena dia sudah mau pergi begitu saja. Aku memang lelah, tapi aku ingin bersama dia.


"Selamat malam, Sayang." dia mengecup pipi kiriku lalu bergegas pergi dari kamar.


Aku segera mandi dan kemudian segera beristirahat malam itu.


...***...


Aku bangun pagi-pagi sekali dan membantu ibu Haku menyiapkan sarapan pagi.


"Haku..!! Bangun!! Sudah jam berapa ini?!" teriak Ibu Haku memanggil Haku dari meja makan.


Setelah beberapa saat tetap tidak ada respon dari Haku.


"Biar aku yang memanggil Haku, Ibu." kataku langsung bergegas ke kamar Haku.


Aku mengetuk pintu kamarnya, tapi tak ada respon. Jadi aku memutuskan untuk memasukinya saja. Kulihat Haku masih tertidur sangat pulas di atas ranjangnya. Mengapa dia terlihat sangat imut meskipun saat dia tidur sih? Mengapa sepertinya dia tak memiliki sisi buruk ya?


Dia tampan dan juga cerdas. Juga sangat imut. 😳


Oh My!


Makhluk di hadapanku ini begitu sempurna sekali.

__ADS_1


Aku mendekatinya dan berusaha membangunkannya.


"Haku.." kataku pelan sambil menggoyangkan pelan bahunya. "Haku, bangun..! Ini sudah siang." kataku pelan.


"Emh.. Lima menit lagi deh.." katanya yang masih terpejam tanpa melihatku sama sekali.


Baiklah.. Aku menunggu selama 5 menit dan akhirnya kembali membangunkannya kembali.


"Haku, bangun..! Kita bisa terlambat." kataku lagi.


Haku berusaha membuka matanya.


"Yuko!" katanya tersentak kaget lalu terduduk. "Ah! Kau melihat wajahku yang baru bangun tidur." katanya sedikit malu.


"Memang kenapa? Kau bahkan sangat manis kok saat tertidur. Dan terlihat sangat sexy saat baru bangun tidur." godaku sambil tertawa kecil.


"Sexy? Kau bercanda!" kata Haku sedikit cemberut.


Aku tertawa kecil melihat tingkahnya yang begitu menggemaskan.


"Serius deh. Yuk ah. Buruan mandi dan segera turun untuk sarapan. Aku tunggu di bawah ya."


"Ah, Oke!" Haku segera ngeloyor ke kamar mandi di dalam kamarnya.


Setelah Haku pergi aku merapikan tempat tidurnya. Lalu bergegas turun kembali.


"Masih mandi, Bu."


"Itu anak memanglah. Paling susah banguninnya." gerutu Ibu Haku.


"Kak Haku memang gitu kak. Dia kalau sedang tidur susah banget dibanguninnya." sahut Mirae.


"Kakak harus ekstra sabar nanti kalau udah jadi istrinya."


"Uhuuukkkk.." aku tersedak saat minum.


"Ah, Maaf kak!" kata Mirae sambil meringis.


Tak lama Haku sudah turun ke meja makan. Dia memakai blouse hitam dan coat putih kali ini. Sangat cocok sekali outfit itu untuknya.


"Wah.. Tumben Ibu masak Donburi dan ramen? Sepertinya enak." kata Haku sambil menatap menu sarapan hari ini.


"Sebenarnya ini Yuko yang memasak." sahut Ibu Haku sambil tersenyum melirikku.


"Benarkah? Wah kau hebat sekali Yuko...!! Aku cobain ya.." Haku lekas mengambil masakan yang aku masak tadi ke dalam piringnya. Lalu segera memakannya.


Aku menatapnya dengan seksama dengan hati berdebar. Menunggu komentar Haku. Bagaimana rasanya? Apakah masakanku enak? Apa Haku menyukainya? Aku sudah belajar mati-matian dengan Ibuku saat di Sapporo dulu. Dan berkali-kali aku gagal saat itu. Entah rasanya yang aneh. Entah ada sebagian yang masih mentah. Dan terkadang malah sampai terlalu masak.


__ADS_1


Sebenarnya Donburi atau Chirasizushi adalah masakan kuliner dari Sapporo. Donburi sendiri merupakan sebuah makanan dimana dalam piring ada nasi panas yang diberi sedikit cuka sushi yang ditambahkan berbagai jenis toping seperti sashimi, telur ikan, uni dan bahkan kepiting.


"Wah.. Ini enak sekali." kata Haku dengan lahap memakannya.


"Benarkah?" tanyaku sangat terharu.


"Yeap. Kau yang terhebat deh pokoknya. Sudah lama sekali aku tidak makan Donburi."


"Ah, Kau juga harus mencoba ramen buatanku deh." aku menyodorkan semangkok ramen kepada Haku.


"Wah.. Kalau seperti ini setiap hari aku bisa bertambah gendut deh." canda Haku.


Kita semua yang berada di meja makan tertawa.


"Kak. Aku juga mau!" kata Mirae.


"Tentu saja." aku mengambilkan semangkok ramen untuk Mirae. Dan dia segera menyantapnya dengan lahap.



"Ini sangat enak, Kak." kata Mirae dengan mulutnya masih penuh dengan makanannya. "Tapi kok rasanya agak berbeda dengan ramen yang biasanya aku makan ya kak?"


"Tentu saja berbeda." sahut Ibu Haku sambil tersenyum. "Karena ini adalah ramen khas dari Kota Sapporo." Ibu Yuko tersenyum menatapku. Dan aku juga tersenyum padanya.


Yeap..


Jepang merupakan salah satu negara yang sangat terkenal dengan ramennya. Bahkan, saking terkenalnya menu ini membuat kita bisa dengan mudah menemukan ramen di belahan manapun selama masih berada di negara ini.


Jika Jepang memiliki ramen, tentunya Sapporo juga memilikinya bukan? Namun, untuk ramen yang ada di Sapporo agak sedikit berbeda dengan jenis ramen pada umumnya. Ramen ini memiliki ciri khas sendiri yang membuat setiap penikmatnya tidak akan pernah lupa dengan rasa yang disajikan.


Di kota Sapporo, ramen yang dibuat pada bagian komposisi misonya ditambah dan dibuat dalam jumlah yang lebih banyak sehingga mampu menciptakan sebuah cita rasa yang pas dan berbeda. Di sini juga ramen dibuat dengan menggunakan sedikit kaldu dan garam lo, jadi sangat cocok buat kita yang tidak suka asin.


Ramen ini juga memiliki tekstur mie yang kenyal dan berbeda. Lalu ditambahkan dengan potongan daging yang lezat.


"Ibu dan ayah juga harus coba ya!" dengan bersemangat aku mengambilkannya dan memberikannya kepada Ibu dan ayah Haku.


"Rasanya benar-benar seperti sudah memiliki menantu." kata Ibu Haku sambil tersenyum melirikku.


Aku hanya bisa tersenyum malu. Mungkin mukaku sudah sangat merah sekali sekarang.


" Ibu, jangan menggoda Yuko terus deh! Lihat mukanya langsung memerah." sahut Haku yang masih sibuk memakan ramennya.


"Ayah juga sudah nggak sabar deh ingin segera menimang cucu." kata ayah Haku tiba-tiba.


" Ayah...!" kata Haku dengan nada manja.


Aku yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan tersenyum samar. Rasanya malu sekali. Mungkin mukaku sudah semerah tomat saat ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2