
"Kita makan cake yuk!" ajak Haku bersemangat. Matanya sangat berbinar dan sangat indah.
"Hhm ..." sahutku yang juga sangat bersemangat.
Haku segera membuka sebuah bingkisan yang dia bawa tadi. Terlihat sebuah cake strawberry yang sangat menggiurkan, bahkan aromanya tercium sangat manis sekali.
"Sayang sini aku suapi!" Haku memegang cake itu di tangan kirinya dengan piring kecil. Sementara tangan kanannya merangkulku. Tangan kanannya mulai menyendok cake itu.
Ini sangat dekat sekali. Tapi untung saja tubuhku terlalu mungil untuknya, jadi aku masih bisa merasa leluasa dan sedikit bisa bernafas.
Haku mulai mengambil sesuap cake dan mulai menyuapiku dengan posisi seperti itu. Aku sedikit mendongak dan aku mulai menerima suapan itu.
"Bagaimana?" tanya Haku dengan senyum manisnya.
"Manis dan lezat sekali ..." kataku pelan.
__ADS_1
Aku melihat Haku tersenyum lalu dia mengambil sepotong cake itu lagi. Kali ini untuk dirinya sendiri. Whipe cream yang berwarna putih kemerah mudaan itu ada yang sedikit terjatuh dan menodai pipiku.
"Uhm, maaf Yuko." Haku yang menyadarinya segera meletakkan cake itu di atas meja lalu mengelap noda whipe cream pada pipiku dengan jemarinya.
Aku menatap matanya yang sangat berbinar saat dagugu sedikit terangkat. Dan aku juga merasa pipiku yang mulai terasa memanas. Ketika dia mendekat dan mendekat, detak jantungku berdetak seperti drum yang bergema di telingaku.
Haku mengelap noda itu dengan jemarinya lalu mengecup pelan pipiku tadi.
Manisnya seakan meledak di ujung lidahku. Sepertinya aku merasakannya mengalir di pembuluh darahku di seluruh tubuhku. Rasanya manis sekali dan seakan dia sudah mengambil alih seluruh otakku.
"Now, It's cake time!" Haku menggigit sepotong cake itu dan whipe cream itu malah sedikit mengenai ujung hidungnya membentuk seperti bulan sabit. Lucu sekali ...
Belum sempat aku memberi tahunya tiba-tiba dia malah mendaratkan kecupan hangatnya padaku.
Tiba-tiba aroma manis menyentuh hidungku, dan sedikit cream merah muda itu mendarat di hidungku juga.
__ADS_1
Haku sedikit tertawa melihatku. Padahal dia juga sama sepertiku. Dia tidak menyadari ada cream pada wajahnya. Ahaha ...
Haku tertawa dan mendekatkanku padanya. Nafasnya terasa sangat hangat menyentuh telingaku. Dan tawanya begitu lembut dan jernih.
Sepertinya suasana hatiku sudah mulai membaik hari ini. Dan aku menjalaninya dengan bahagia. Menyenangkan sekali! Haku seperti mentari yang selalu menyinari dan memberikan kehangatan untukku. Menerangiku sama seperti sore ini, menerangi setiap sudut kesuraman.
Setelah menghabiskan cake itu aku dan Haku mencari sebuah film untuk tugasku. Lalu kita menontonnya bersama. Bahkan dia juga membantuku untuk mengerjakan tugasku malam ini. Yeap, malam ini Haku bermalam disini. Karena jarang sekali kita bertemu.
Akhirnya tugasku hampir selesai juga! Tinggal merapikannya beberapa sedikit saja. Dan itu akan aku kerjakan besok saja. Kasihan sekali Haku, dia sudah terlihat begitu lelah sampai dia ketiduran. Aku mengambil selimut dan menyelimutinya.
Saat aku hendak meninggalkannya dia malah menarik pergelangan tanganku. Apa dia belum tidur? Aku melihatnya kembali dan dia masih terpejam.
"Jangan pergi lagi ..." ucapnya pelan dengan mata yang masih terpejam. Sepertinya dia sedang mengigau. Aku mendekatinya perlahan. Aku menyaksikan wajahnya dengan sangat dekat. Perlahan aku mengelus rambutnya dengan hati-hati.
"Tidurlah dan lupakan semua beban untuk sementara ..." bisikku padanya.
__ADS_1
...***...