My Little Prince

My Little Prince
Bersama Haku, Sora dan Ken


__ADS_3

"Haku.." kurasa dia masih sedikit marah padaku.


Aku meraih dan menggenggam pelan jemarinya.


"Aku tidak bermaksud apapun. Aku hanya tak ingin melihat kak Zen benar-benar tewas saat itu. Kau tau aku benar-benar sangat ketakutan dan gemetaran hebat saat melihatnya di dalam mimpiku. Aku akan sangat merasa bersalah dan dihantui seumur hidupku jika aku tak melakukan apapun saat itu." aku menatap Haku lurus-lurus.


"Aku tau itu, Yuko. Maaf sudah berpikiran yang buruk." kata Haku pelan.


Aku tersenyum menatap Haku.


"Aku yang minta maaf karena tidak menjelaskannya langsung padamu."


Haku mencium punggung telapak tanganku dengan manis.


"Aku hanya merasa takut kau akan meninggalkanku." katanya pelan.


"Aku tak akan pernah melakukan itu, Haku. Apa kau lupa bagaimana perjuangan kita melewati semua itu untuk untuk tetap bisa berdiri bersama seperti saat ini? Kita berdua sudah pernah merasakan hampir kehilangan satu sama lain. Dan itu adalah hal paling berat yang pernah aku alami."


"Maaf, Yuko. Harusnya aku percaya padamu." Haku kembali mencium punggung telapak tanganku lalu menempelkan pada pipi kirinya.



"Terima kasih sudah mengerti posisiku, Haku."


"Iya, Sayang." dia tersenyum sangat manis padaku. sambil mengelus perlahan pipi kananku.


Haku jongkok di hadapanku. Sementara aku duduk di kursi. Tapi tiba-tiba dia menatap lenganku yang masih diperban.


"Yuko. Ini kenapa?" tanya Haku sambil meraba pelan lengan kananku yang masih diperban.


"Ah.. Itu.. Aku terluka saat menyelamatkan kak Zen."


"Apa parah sekali? Kenapa masih diperban?" tanya Haku terlihat sangat cemas.


"Dijahit 5 kata perawatnya kemarin." kataku nyengir.


" Apa?" tanya Haku shock. "Kenapa kau tak memberitahuku saat itu?"


"Kau harus mengikuti ospek itu. Kalau tidak senior akan menghukummu lagi." kataku sambil tersenyum menatap Haku.


"Maaf ya, Yuko. Lagi-lagi aku tak ada disaat kamu membutuhkanku." kata Haku menatapku dengan wajah sedihnya.


"Tidak apa-apa kok. Makanya saat itu Kak Zen sangat baik padaku, Haku. Dia bahkan membantuku pindahan dan merapikannya. Bahkan sampai membuatkanku kue."


"Hhm. Ya, Aku paham." Haku mengelus lembut lengan kananku yang sedang diperban. Lalu kemudian Haku mengecupnya pelan.


Ah.. Aku kembali merona dibuatnya. Dia sungguh manis sekali.


Dia begitu sangat manis. Setiap tingkah dan perilakunya sangat manis sekali.


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Siapa ya?

__ADS_1


"Aku akan membukakannya dulu." kataku lalu bergegas untuk membuka pintu.


" Hhm.."


Ternyata Sora dan Ken yang datang.


" Hai, tetangga baru!" sapa Ken.


Aku tertawa kecil mendengar sapaan Ken.


"Hai, Yuko. Kau sudah baikan?" tanya Sora.


"Hhm. Aku sudah baikan kok." sahutku ramah. "Masuk yuk. Di dalam sudah ada Haku."


"Wah. Kita gangguin donk berarti." sahut Sora.


"Kita pergi aja yuk, Sora. Biarkan mereka saling melepas rindu dulu." canda Ken.


"Apaan sih kalian ini. Ayo ah, masuk!" kataku sambil menarik Sora dan Ken.


"Hei ngapain kalian datang? Gangguin orang pacaran aja!" canda Haku saat kita sudah masuk ke dalam kontrakanku.


"Idihh! Yang ngerasa dunia milik berdua." sahut Sora sewot.


"Memang iya!" jawab Haku asal. Tapi dia bercanda sih.


"Kalian mau minum apa?"


"Apa aja deh yang ada." sahut Sora lalu nyelonong masuk dan melihat-lihat kontrakanku.


"Benar. Kenapa tidak menunggu kita pulang dulu?" tambah Ken.


"Daripada bosan dan mumpung aku tidak ada kerjaan sih." sahutku sambil membawa beberapa minuman dingin yang aku ambil dari kulkas.


"Iya sih. Jadi kau melakukannya sendirian?" tanya Sora lagi.


"Kak Zen yang membantuku." jawabku lalu duduk kembali bersama Haku. Aku tersenyum menatap Haku dan dia juga tersenyum menatapku.


"Oh. Benar juga. Kak Zen pasti sangat merasa berhutang budi padamu ya." sahut Ken yang lalu ikut duduk bersamaku dan Haku.


"Hhm, Padahal aku tak mau dia sampai merasa seperti itu." sahutku.


"Wah. Kedua anak ini manis sekali." celutuk Sora sambil melihat foto yang ada di meja belajarku. "Apa ini kau dan Haku, Yuko?"


"Iya, Sora."


"Kalian bahkan sangat manis dan serasi sekali sejak kecil." kata Sora kegirangan. "Coba kau lihat, Ken!" Sora membawa foto-foto itu kepada Ken.


"Menggemaskan sekali." sahut Ken yang melihat foto itu.


"Hhm, Benar sekali!" sahut Sora yang masih kegirangan menatap foto itu.


"Kalian berdua juga sangat menggemaskan deh." canda Haku menggoda Sora dan Ken. "Dan sangat serasi." Haku sedikit tertawa kecil. Aku ikut tertawa menatap Sora dan Ken.

__ADS_1


Sedangkan Sora dan Ken saling bertatapan dan segera saling duduk di tempat masing-masing.


"Kalian jangan menggodaku!" kata Sora sedikit manyun.


"Kalian juga sering menggoda kita." balasku bercanda.


"Itu sih beda, Yuko. Kalian benar-benar pasangan. Sedangkan kita kan bukan. Benar kan, Ken?!" Sora menyikut lengan Ken.


"Ahaha.. Sora benar, Yuko." sahut Ken sambil mencomot sepotong kue.


"Oya, kalian udah baca pesan dari group sastra?" tanya Sora sambil meneguk minuman dinginnya.


"Belum." jawabku sambil meneguk minumanku. "Memang ada info apa?"


"Besok sore fakultas sastra akan merayakan penerimaan mahasiswa baru di Maidreamin Shibuya Cafe." jelas Ken. "Dan semua anak baru diwajibkan untuk hadir."


"Oh, benarkah itu? Aku belum membuka group chat sih." kataku.


"Apa aku boleh ikut?" tanya Haku tiba-tiba.


Ken dan Sora langsung menatap Haku dan tertawa terbahak-bahak.


"Kau bahkan bukan anak satra, Haku." canda Ken.


"Lagian fakultas Seni besok juga akan mengadakan perayaan mahasiswa baru kan? Kalau tidak salah di Canal Cafe." sahut Sora.


"Hhm.." terlihat Haku yang sedikit cemberut menatapku.


"Tenanglah, Tuan Putrimu akan aman bersama kami." canda Ken.


"Dan katanya minggu depan juga akan diadakan acara puncak ospek di kampus dengan dress code anime cosplay untuk semua mahasiswa baru." kata Ken lagi. "Dan costum terbaik akan mendapatkan hadiah!"


"Wah. Seru!" sahut Sora antusias.


"Iya. Itu akan menjadi acara yang paling keren!" sahut Ken lagi.


"Tapi aku tak tau mau memilih costum apa?" kataku menatap Ken dan Sora bingung.


"Aku juga tidak tau mau memakai apa." tambah Haku.


Ken dan Sora menatapku dan Haku dan tampak sedang berpikir.


"Aku punya kenalan yang mempunyai toko persewaan untuk cosplay." sahut Ken berbinar. "Akan kucarikan costum yang keren untuk kalian berdua!" Ken menaikkan salah satu alisnya dengan senyum lebar.


"Hei!" Sora melempar Ken dengan ranselnya. "Kenapa cuma mereka berdua?! Lalu aku?!"


"Ah.. Iya maksudku kalian bertiga. Kita akan memakai costum yang keren deh." kata Ken bersemangat.


"Okay deh. Aku serahkan padamu deh." kata Haku. "Awas saja kalau tidak keren ya!" candanya.


"Tenang! Percayakan semua padaku!" sahut Ken.


"Lalu make up-nya? Make up cosplay bukan seperti make up biasa lho." kataku.

__ADS_1


"Hhm, Aku akan mencari informasi untuk itu. Semoga kita bisa menemukan ahlinya secepatnya." sahut Sora.


__ADS_2